
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan bantuan 18 ribu masker untuk Kabupaten Pelalawan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Kerumutan.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Zulkifli, mengatakan bantuan tersebut disiapkan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mengajukan permintaan masker untuk masyarakat terdampak kabut asap.
“Pelalawan meminta 18 ribu masker. Saat ini permintaannya sedang kami siapkan untuk dikirim ke sana,” kata Zulkifli, Jumat (21/8/2026).
Selain masker, Pemkab Pelalawan juga mengajukan kebutuhan masker oksigen untuk mendukung penanganan dampak kabut asap. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan ke posko-posko penanggulangan melalui pemerintah setempat.
Memburuknya kualitas udara di Pelalawan dipicu asap dari karhutla yang terjadi di Kecamatan Kerumutan. Karhutla di wilayah tersebut cukup luas dan berada di kawasan dengan kondisi tanah bergambut.
Selain itu, vegetasi hutan yang masih rapat membuat asap yang ditimbulkan menjadi cukup pekat sehingga berdampak terhadap kualitas udara di wilayah sekitar.
Zulkifli mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak karhutla, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah yang terdampak karhutla. Kalau memang terpaksa harus keluar, gunakan masker,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan masker penting sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan akibat asap karhutla, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Sementara itu, Pemkab Pelalawan juga telah mengambil langkah perlindungan terhadap pelajar dan tenaga pendidik. Melalui Dinas Pendidikan setempat, para pelajar dan tenaga pendidik diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Aktivitas di luar ruangan juga dibatasi sebagai upaya mengurangi paparan asap akibat karhutla.