
BUALBUAL.com - Kondisi Terusan Saka Jalan di Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, semakin memprihatinkan. Abrasi atau longsor yang terus mengikis tepian sungai kini mulai mengancam permukiman warga serta infrastruktur penghubung antar desa dan kecamatan, Selasa (26/05/2026).
Tanah di sepanjang bantaran sungai dilaporkan terus longsor akibat tingginya aktivitas transportasi laut yang melintasi terusan tersebut setiap hari. Warga menyebut gelombang dari kapal-kapal besar mempercepat pengikisan tepian sungai hingga jarak sungai dengan rumah warga semakin dekat.
Di tengah kondisi abrasi yang terus meluas, jembatan penghubung di kawasan itu juga mengalami kerusakan serius. Badan jembatan terlihat retak, sementara sedikitnya delapan tongkat penyangga dilaporkan telah patah.
Kerusakan jembatan diduga bukan hanya akibat abrasi, tetapi juga karena sering tersenggol kapal pengangkut kelapa yang melintas di bawah jembatan. Kapal bermuatan besar yang keluar masuk terusan disebut kerap mengenai bagian penyangga saat air pasang maupun arus sungai sedang kuat.
Kepala Desa Bente, Suhaimi, melalui Sekretaris Desa Junaidi mengatakan kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera.
“Selain abrasi yang terus mengikis tepian sungai, jembatan juga sering tersenggol kapal-kapal bermuatan kelapa rata - rata milik pancang sambu yang melintas di terusan ini. Sekarang kondisi jembatan sudah retak parah dan delapan tongkat penyangga sudah patah,” ujar Junaidi.
Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan berpotensi memutus akses masyarakat antar desa. Warga juga khawatir jembatan sewaktu-waktu ambruk karena setiap hari masih digunakan untuk aktivitas masyarakat.
Pemerintah desa meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan darurat sebelum terjadi korban jiwa.