
BUALBUAL.com - Masyarakat kembali dibuat geram dengan beredarnya informasi dugaan penggerebekan pesta narkoba yang melibatkan seorang selebgram asal Pekanbaru bersama anak pejabat penting dari Kabupaten Pelalawan di salah satu klub malam di Pekanbaru pada Minggu (24/05/2026).
Kasus ini bukan hanya menyangkut dugaan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di negeri ini. Publik mempertanyakan apakah hukum benar-benar ditegakkan secara adil, atau justru tajam ke bawah namun tumpul ke atas ketika menyentuh lingkaran pejabat dan orang berpengaruh.
Baca juga berita kaitan : Keluarga Politisi PAN Pelalawan Keberatan, Minta Penyebar Poster Viral Bertanggung Jawab
Sangat disayangkan apabila benar terdapat upaya untuk membungkam atau meredam pemberitaan demi melindungi pihak tertentu. Jika informasi tersebut terbukti benar, maka hal ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keadilan, transparansi, dan supremasi hukum.
Kami mengecam keras segala bentuk perlindungan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, terlebih jika melibatkan keluarga pejabat. Narkoba adalah musuh bangsa yang dapat merusak masa depan generasi muda. Tidak boleh ada satu pun pihak yang kebal hukum karena jabatan, kekuasaan, ataupun koneksi.
Kami mendesak Polda Riau untuk segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik serta membuka fakta yang sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jika memang terdapat pihak yang terlibat, maka proses hukum harus berjalan secara terbuka, profesional, dan tanpa intervensi.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada penjelasan resmi yang transparan kepada masyarakat, maka kami bersama elemen mahasiswa dan masyarakat sipil siap turun melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Riau sebagai bentuk protes terhadap dugaan ketidakadilan dalam penegakan hukum.
Dalam pernyataannya, Khoiruddin, mahasiswa dari Kecamatan Sekijang, Kabupaten Pelalawan, menegaskan bahwa masyarakat sudah muak melihat hukum yang diduga hanya berani kepada rakyat kecil.
“Jangan jadikan jabatan orang tua sebagai tameng hukum. Jika memang terbukti terlibat narkoba, proses dan umumkan secara terbuka. Jangan ada yang disembunyikan. Kami mahasiswa tidak akan tinggal diam apabila hukum dipermainkan. Bila perlu kami akan turun langsung ke Polda Riau membawa tuntutan dan suara rakyat,” tegas Khoiruddin.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda di Kabupaten Pelalawan tidak ingin daerahnya tercoreng akibat dugaan praktik perlindungan terhadap pelaku narkoba.
“Narkoba adalah penghancur masa depan generasi muda. Siapa pun yang terlibat harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan sampai publik menilai ada pihak yang kebal hukum hanya karena memiliki kekuasaan dan koneksi,” lanjutnya.
Rakyat sudah terlalu sering disuguhi drama hukum yang dinilai tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Jangan biarkan kepercayaan masyarakat semakin terkikis akibat praktik ketidakadilan dalam penegakan hukum.
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran benar-benar terungkap. (rls)