Masa Jabatan Haris Kampay Berakhir, 43 Klub Siap Tentukan Ketua Baru PBVSI Pekanbaru

Jumat, 21 Agustus 2026

BUALBUAL.com - Masa kepemimpinan Dr. H. Haris Kampay sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Pekanbaru periode 2022–2026 segera berakhir. Pergantian kepemimpinan tersebut kini memasuki fase penting setelah PBVSI Kota Pekanbaru memastikan akan menggelar Muskot untuk memilih nakhoda baru yang akan membawa arah pembinaan olahraga bola voli di Kota Pekanbaru.

Muskot PBVSI Kota Pekanbaru dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di salah satu hotel di Pekanbaru. Agenda tersebut diperkirakan menjadi momentum strategis bagi insan bola voli untuk menentukan figur yang dinilai mampu memperkuat pembinaan atlet, mengembangkan klub, serta mengangkat prestasi bola voli Pekanbaru di tingkat daerah maupun nasional.

Ketua Panitia Muskot PBVSI Kota Pekanbaru, Oki Junianto, S.IP, saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (21/8/2026), menjelaskan bahwa sebelum memasuki arena Muskot, proses pemilihan akan diawali dengan tahapan pendaftaran bakal calon ketua.

Pendaftaran bakal calon ketua dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Proses pendaftaran dilaksanakan di Kantor SPR (Sarana Pembangunan Riau), Jalan Diponegoro Nomor 49, Pekanbaru.

Menurut Oki, seluruh kandidat yang ingin maju dalam bursa Ketua PBVSI Kota Pekanbaru wajib mengikuti ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBVSI.

Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah calon ketua harus merupakan warga Kota Pekanbaru. Ketentuan tersebut dibuktikan melalui kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pekanbaru.

Tak hanya persoalan administrasi kependudukan, kandidat juga harus mendapatkan dukungan dari klub-klub bola voli yang aktif di Kota Pekanbaru.

“Ketika mendaftar, masing-masing bakal calon minimal membawa 15 surat dukungan dari klub voli yang aktif se-Kota Pekanbaru,” ujar Oki.

Dengan jumlah klub yang disebut mencapai 43 klub, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membaca peta persaingan menuju kursi Ketua PBVSI Kota Pekanbaru periode berikutnya.

Muskot kali ini bukan sekadar agenda pergantian struktur organisasi. Lebih jauh, forum tersebut menjadi ruang bagi keluarga besar bola voli Pekanbaru untuk menentukan arah pembinaan olahraga voli dalam beberapa tahun mendatang.

Di tengah semakin berkembangnya olahraga bola voli, kebutuhan terhadap kepemimpinan yang mampu merangkul klub, pembinaan usia muda, peningkatan kualitas kompetisi, serta penguatan prestasi atlet menjadi tantangan tersendiri bagi ketua terpilih.

Karena itu, figur yang nantinya mendapatkan mandat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dengan klub-klub, pelatih, atlet, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan olahraga.

Sementara itu, Ketua PBVSI Kota Pekanbaru periode 2022–2026, Dr. H. Haris Kampay, yang kini menjabat sebagai Direktur SPR, menyampaikan harapannya agar proses Muskot dapat berjalan dengan baik, demokratis, serta tetap berpedoman kepada AD/ART organisasi.

Haris juga berharap untuk Muskot mampu melahirkan sosok pemimpin yang benar-benar memiliki komitmen untuk memajukan bola voli di Kota Pekanbaru.

Pergantian kepemimpinan, menurutnya, harus dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi sekaligus momentum untuk melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun selama periode kepengurusannya.

Haris pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus lama yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kepemimpinannya di PBVSI Kota Pekanbaru.