Mengejutkan! SD Negeri di Tengah Kota Pekanbaru Ini Hanya Dapat 4 Murid Baru

Sabtu, 18 Juli 2026

BUALBUAL.com - Di tengah tingginya antusiasme penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 di berbagai sekolah dasar negeri di Kota Pekanbaru, SD Negeri 127 Pekanbaru justru mengalami kondisi yang kontras. Sekolah yang berada di Kecamatan Limapuluh itu hanya menerima empat siswa baru.

Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang masih mencapai 11 siswa. Dengan capaian itu, SDN 127 menjadi salah satu sekolah negeri dengan jumlah peserta didik baru paling sedikit di Pekanbaru tahun ini.

Meski hanya memiliki empat murid baru, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya. Keempat siswa mengikuti pengenalan lingkungan sekolah bersama guru dan wali kelas dalam suasana sederhana namun penuh semangat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 127 Pekanbaru, Etniyenti, menjelaskan, minimnya jumlah peserta didik baru bukan disebabkan kualitas pendidikan di sekolah, melainkan karena perubahan kondisi lingkungan di sekitar sekolah.

Menurutnya, kawasan tempat SDN 127 berdiri merupakan permukiman lama yang kini didominasi warga lanjut usia. Sementara keluarga muda yang memiliki anak usia sekolah telah banyak berpindah ke kawasan permukiman baru.

"Daerah sini termasuk kampung lama. Penduduknya sebagian besar sudah berusia lanjut, sedangkan keluarga muda yang masih produktif banyak yang pindah ke kawasan Panam dan daerah berkembang lainnya," ujar Etniyenti.

Selain faktor demografi, lokasi sekolah juga menjadi salah satu penyebab rendahnya minat masyarakat. SDN 127 berada di Jalan Tanjung Batu, masuk ke dalam gang dan tidak berada di jalur utama sehingga kurang terlihat oleh masyarakat.

"Kalaupun ada, orang tua lebih memilih menyekolahkan anak mereka di SD yang berada di jalan utama agar lebih mudah untuk mobilitas sehari-hari," katanya.

Etniyenti mengungkapkan, tren penurunan jumlah siswa mulai terasa sejak 2024. Saat itu total siswa di SDN 127 hanya tersisa 74 orang dan jumlah tersebut terus menurun hingga tahun ajaran 2026/2027.

Meski jumlah peserta didik terus menyusut, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung normal. Sekolah juga berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada seluruh siswa tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.