Miris! ODGJ yang Sudah Diobati Kembali Terlantar, Dinsos Soroti Peran Keluarga

Minggu, 18 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru menangani sekitar 10 hingga 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) setiap bulan. Dalam proses penanganannya, salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah masih adanya keluarga yang menolak merawat anggota keluarganya setelah menjalani pengobatan.

Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Junaedy, mengatakan pihaknya kerap menemukan ODGJ yang telah dipulangkan kepada keluarga kembali terlantar di jalanan.

"Kami telusuri keluarganya agar bisa dikembalikan. Namun, ada juga yang kembali dilepas sehingga harus ditangani bersama pihak kepolisian," kata Junaedy, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, Dinsos memfasilitasi ODGJ yang membutuhkan penanganan medis untuk dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan. Setelah kondisi pasien membaik dan diperbolehkan pulang, pengobatan lanjutan tetap harus dilakukan secara rutin.

Namun, tidak semua keluarga bersedia mendampingi pasien maupun mengurus kebutuhan obat yang dapat diperoleh melalui puskesmas. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian ODGJ kembali hidup terlantar dan berisiko mengalami kekambuhan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinsos Pekanbaru terus berkoordinasi dengan kepolisian serta Dinas Kesehatan, baik dalam penanganan ODGJ di lapangan maupun penelusuran pihak keluarga.

Junaedy menegaskan, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan ODGJ. Perawatan yang berkelanjutan dan kepatuhan terhadap pengobatan dinilai menjadi kunci agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik serta tidak kembali hidup di jalanan.