Orang Tua Wajib Tahu! Dinkes Pekanbaru Datangi Rumah Warga Cari Bayi Belum Imunisasi

Rabu, 14 Oktober 2026

BUALBUAL.comn - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru terus menggencarkan program sweeping dan jemput bola ke rumah-rumah warga untuk mengejar cakupan imunisasi anak yang masih tertinggal. Langkah ini dilakukan agar seluruh bayi di 15 kecamatan memperoleh imunisasi dasar secara lengkap.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan pihaknya mengoptimalkan kolaborasi hingga tingkat RT, RW, serta tokoh masyarakat guna mendata dan mengajak keluarga yang anaknya belum menerima imunisasi.

"Kami mendorong upaya jemput bola dan sweeping bagi bayi yang belum memperoleh imunisasi. Petugas di lapangan melibatkan RT, RW, serta tokoh masyarakat agar tidak ada anak yang terlewat," ujar Dedy.

Untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan, Dinkes Pekanbaru juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor di setiap kecamatan. Bersama puskesmas, petugas melakukan pendataan ulang terhadap bayi yang belum menerima imunisasi dasar.

Salah satu kegiatan percepatan dilakukan di Kecamatan Kulim. Selain memberikan layanan imunisasi, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi bayi.

"Hingga saat ini, cakupan intervensi zero dose dalam Bulan Imunisasi Kejar sudah hampir mencapai 300 bayi," tambah Dedy.

Berdasarkan data 10 hari pertama pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar 2026, sebanyak 264 bayi usia tiga hingga sebelas bulan di Pekanbaru telah menerima dosis pertama vaksin DPT-HB-Hib-1. Capaian tersebut menempatkan Kota Pekanbaru sebagai daerah dengan intervensi zero dose tertinggi di antara 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Imunisasi dasar tersebut berfungsi melindungi bayi dari berbagai penyakit berbahaya, seperti difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, serta infeksi Haemophilus influenzae tipe b. Dengan strategi jemput bola yang terus diperluas, Dinkes berharap seluruh anak yang belum mendapatkan imunisasi dapat segera terlayani.