Pasar Kuala Lahang Mangkrak 7 Tahun, IPPMKG-P Desak Pemkab Inhil Audit Proyek Rp 1,4 M

Minggu, 12 April 2026

BUALBUAL.com - Pasar Kuala Lahang di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, hingga kini belum difungsikan meski pembangunannya rampung akhir Desember 2019. Proyek senilai Rp 1,4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu kini mangkrak dan kondisi bangunannya tampak miring.

Pembangunan pasar dilaksanakan mulai 27 Juni 2019 dan selesai akhir Desember tahun yang sama. Namun, hampir 7 tahun berselang, tidak ada aktivitas jual beli. Dari pantauan, selain kosong, struktur bangunan pasar juga terlihat miring dan dikhawatirkan membahayakan.

Kondisi ini memicu desakan dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Gaung-Pekanbaru (IPPMKG-P). Ketua IPPMKG-P mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir segera mengevaluasi dan mengaudit proyek tersebut.

“Pasar itu dibangun 27 Juni sampai Desember 2019 pakai DAK Rp 1,4 miliar. Sekarang 2026 masih mangkrak, bangunannya malah miring. Ini uang negara. Kami minta Pemkab evaluasi total, audit juga konstruksinya,” Ujar Erdin Prayoga, Ketua IPPMKG-P

Menurut dia, kondisi miring mengindikasikan dugaan masalah pada kualitas konstruksi atau struktur tanah. Ditambah perencanaan yang lemah dan minim pelibatan masyarakat, pedagang enggan menempati pasar karena takut tidak aman dan lokasi dianggap tidak strategis.

“Kalau bangunannya aja miring, siapa yang mau jualan di situ? DAK itu dari pusat, jangan sampai Rp 1,4 miliar habis untuk bangunan yang tidak layak. Harus ada yang bertanggung jawab,” tegasnya.

IPPMKG-P menilai, selain mubazir, bangunan yang miring berpotensi membahayakan keselamatan. Jika dibiarkan, kerugian negara semakin besar karena DAK yang sudah dikeluarkan tidak memberi manfaat ekonomi bagi warga Kuala Lahang.

Pasar Kuala Lahang dibangun melalui DAK dengan tujuan menjadi sentra ekonomi baru di Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Proyek ini digadang-gadang dapat menampung pedagang lokal sekaligus meningkatkan PAD.

IPPMKG-P berharap Pemerintah Kabupaten Inhil segera mengambil langkah konkret. Mulai dari audit konstruksi, perbaikan bangunan jika masih memungkinkan, hingga merumuskan skema agar pasar bisa segera difungsikan. “Jangan biarkan DAK Rp 1,4 miliar jadi monumen mangkrak. Masyarakat Kuala Lahang butuh pasar yang layak dan aman untuk menggerakkan ekonomi,” pungkasnya.