
BUALBUAL.com - Seorang prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU), Serda RHP, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pemukulan dalam kegiatan pembinaan senior terhadap junior di Mess Marzuki, Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban sempat dilarikan ke Eka Hospital Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan medis tapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Berdasarkan informasi dihimpun,
kejadian bermula ketika sekitar 15 personel kembali dari kegiatan di Jalan Durian, Pekanbaru. Setibanya di mess, mereka melaksanakan kegiatan pembersihan.
Tidak lama berselang, seorang senior, mengumpulkan dan membariskan personel junior. Pengarahan tersebut berkaitan dengan teguran terhadap kondisi personel junior, khususnya leting 57, yang kedapatan mengantuk saat menjalankan dinas.
Dalam pengarahan itu, sang senior juga turut menegur personel leting 55, terutama Serda RHP. Korban dinilai tidak mampu mengarahkan dan membina juniornya dengan baik.
Situasi kemudian memanas. Seorang anggota, diduga memukul bagian dada Serda RHP sebanyak dua kali.
Akibat pukulan itu, korban disebut mengalami kemunduran posisi sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Melihat kondisi korban, rekan-rekannya berupaya memberikan pertolongan.
Namun, karena korban tidak kunjung sadar, ia segera dibawa ke Eka Hospital. Meski telah mendapatkan penanganan medis, Serda RHP akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, tidak menampik adanya dugaan penganiayaan itu. Ia mengatakan, pihaknya tengah menindaklanjuti kejadian itu melalui penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
"Kami tindaklanjuti dengan penyelidikan atas kejadian ini, sehingga nanti akan dapat diungkap siapa saja yang menjadi pelaku dan sebagainya, sebelum kita naikkan berkas perkara ke pengadilan," ujarnya, pada wartawan, Ahad (8/11/2026).
Abdul Haris menambahkan, jenazah korban telah diberangkatkan ke kampung halamannya menggunakan pesawat TNI AU.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Feri Yunaldi, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Serda RHP.
"TNI menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Serda RHP. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah tersebut," ujarnya.
Feri mengatakan, TNI AU telah melakukan penyelidikan terhadap personel yang diduga terlibat serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap fakta, kronologi, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Ia menegaskan, segala bentuk tindak kekerasan yang bertentangan dengan hukum, disiplin, dan nilai-nilai keprajuritan tidak dapat dibenarkan. Pihak yang terbukti bertanggung jawab akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
TNI AU, lanjutnya, berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel serta memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prosedur.*