
BUALBUAL.COM INHU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Langkah pemantapan tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Penanganan Karhutla Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dang Purnama, Rengat, pada Rabu (26/8/2026).
Rakor ini dipimpin oleh Wakil Bupati Inhu, Ir. H. Hendrizal, M.Si. didampingi jajaran unsur Forkopimda Inhu, kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian, AP. MSi, para Pejabat Tinggi Pratama, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, instansi vertikal, pimpinan perusahaan perkebunan, para Camat, Lurah, hingga seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Inhu.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Inhu Ir. H. Hendrizal, M.Si. mengungkapkan keprihatinannya terkait data persebaran Karhutla di Kab. Inhu. Kondisi cuaca yang semakin ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Oleh karena itu, Wabup berharap kerja sama lintas sektor semakin ditingkatkan.
Lebih lanjut, Wabup menginstruksikan kepada seluruh camat untuk segera membangun koordinasi erat dengan Forkopimcam, kelurahan, dan pemerintahan desa guna menyusun langkah konkrit agar seluruh lini dapat bergerak cepat di lapangan. Proses hukum yang tegas juga dipastikan akan berjalan bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Kita harus siap siaga dan kami akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti sengaja menyebabkan kebakaran" tegas Wabup Hendrizal.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD-PKP Kabupaten Inhu, Mulyadi, S.Sos., memaparkan serangkaian langkah penanganan telah berjalan sejak Pemkab Inhu menetapkan status Siaga Darurat Karhutla pada 10 Maret 2026 lalu.
Mulyadi menjelaskan, berbagai tindakan penanggulangan dan pencegahan telah diimplementasikan, antara lain Pembentukan Pos Komando Sub Satuan Tugas Pengendalian Karhutla 2026 serta instruksi pembentukan Posko di tingkat kecamatan.
Pelaksanaan rakor lanjutan serta penerbitan surat imbauan kesiapsiagaan dan pemasangan baliho kepada pimpinan perusahaan perkebunan se-Kabupaten Inhu.
Mulyadi juga menyebutkan, Pemkab Inhu telah menerbitkaan surat kewaspadaan potensi Karhutla kepada seluruh Kepala Desa, melaksanakan apel siaga, pengecekan sarana-prasarana, hingga patroli siaga rutin.
Pelaksanaan patroli bersama lintas instansi (BNPB/BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait) di setiap kecamatan, dan Pemantauan aktif terhadap aktivitas masyarakat dalam pembukaan lahan, sesuai Instruksi Bupati agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Juga telah dilakukan.
Rapat koordinasi ini bertujuan menyinkronkan rencana kerja seluruh pihak agar upaya pencegahan maupun pemadaman titik api di lapangan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan terkoordinasi," ujar Mulyadi.
Melalui komitmen bersama yang disepakati, Pemkab Inhu optimistis dapat meminimalisir dampak Karhutla serta mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan demi keselamatan bersama.