Polisi Bongkar Makam E.S. di Keritang, Penyebab Kematian Masih Didalami

Sabtu, 03 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Misteri di balik meninggalnya E.S. (26), warga Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih terus didalami kepolisian.

Untuk mencari kejelasan mengenai penyebab kematian, Tim Dokter Kepolisian (Dokpol) Polda Riau bersama personel kepolisian dan Resmob Nusantara melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam yang dilanjutkan dengan autopsi terhadap jenazah E.S., Jumat (2/10/2026).

Ekshumasi dilakukan di area pemakaman Desa Kayu Raja dengan pengamanan dari pihak kepolisian. Tenda dan terpal dipasang di lokasi untuk menjaga privasi sekaligus mendukung proses pemeriksaan forensik.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk medis dan ilmiah bagi penyidik mengenai penyebab pasti kematian E.S. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun ada atau tidaknya unsur tindak pidana.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan dilakukan secara profesional, hati-hati serta transparan.

"Kami memahami perhatian masyarakat. Percayakan proses ini kepada kepolisian. Kami bekerja secara profesional dan transparan untuk memperoleh kejelasan berdasarkan fakta yang ada," kata Donny.

Menurutnya, penyidik tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh keterangan, hasil pemeriksaan medis dan informasi yang berkaitan diperoleh secara lengkap.

Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga mengedepankan prinsip Crime Scene Investigation (CSI) dengan mencermati berbagai temuan di lapangan, keterangan saksi, pemeriksaan medis serta informasi lain yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Setiap tahapan kami lakukan sesuai prosedur. Informasi yang relevan akan dicermati dan diuji sehingga nantinya diperoleh gambaran yang jelas," ujarnya.

Donny juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mengambil kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta seluruh pihak tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan memberikan kesempatan kepada penyidik untuk menyelesaikan proses pemeriksaan.

"Kami mengajak semua pihak menjaga suasana tetap sejuk dan kondusif. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Asas praduga tak bersalah tetap harus kita hormati bersama," ucapnya.

Sejumlah langkah telah dilakukan penyidik, mulai dari menghimpun keterangan, melakukan pemeriksaan di lapangan hingga berkoordinasi dengan pihak terkait. Seluruh informasi yang dinilai relevan akan menjadi bahan dalam proses penyelidikan.

Kepolisian juga memastikan perkembangan yang dapat disampaikan kepada publik akan diinformasikan secara proporsional, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan penyelidikan.

"Perkembangan yang sudah dapat disampaikan tentu akan kami sampaikan kepada publik. Mohon berikan waktu kepada kami untuk bekerja secara cermat dan sesuai ketentuan," kata Donny.

Dengan dilakukannya ekshumasi dan autopsi, penyidik kini menunggu hasil pemeriksaan forensik sebagai salah satu bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian E.S.

Hingga kini, belum ada kesimpulan akhir dari kepolisian. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi.