
BUALBUAL.com - Kasus pembacokan di lingkungan kampus UIN Suska Riau kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah foto dan video yang memperlihatkan kedekatan antara pelaku dan korban beredar luas di media sosial dan memicu gelombang spekulasi di tengah masyarakat.
Dalam beberapa potongan video yang viral, Raihan Mufazzar (22) dan Faradilla Ayu Pramesti (23) terlihat menunjukkan interaksi yang dinilai warganet layaknya sepasang kekasih. Tak hanya satu rekaman, terdapat beberapa cuplikan berbeda yang tersebar di berbagai platform, sehingga perbincangan publik pun semakin meluas.
Beredarnya konten tersebut memunculkan berbagai asumsi terkait relasi pribadi keduanya sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Namun di tengah derasnya opini yang berkembang, Presiden Mahasiswa UIN Suska Riau, Muhammad Asdilfi, mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.
“Melihat situasi saat ini kita fokus untuk pemulihan korban. Pemulihan korban harus jadi prioritas kita bersama,” ujar Asdilfi, Ahad (1/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi korban jauh lebih penting untuk menjadi perhatian bersama dibandingkan memperdebatkan potongan-potongan video yang belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi.
Asdilfi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan korban agar segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
“Tentu besar harapan kita untuk seluruh masyarakat Indonesia sama-sama mendoakan korban agar segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.
Terkait motif pelaku, pihak kampus memilih untuk tidak berspekulasi. Asdilfi meminta publik memberikan ruang kepada aparat penegak hukum yang saat ini masih melakukan pendalaman perkara.
“Untuk motif pelaku, kita sama-sama dengarkan nanti setelah proses pendalaman perkara oleh pihak berwajib,” jelasnya.
Di tengah derasnya arus informasi dan opini di media sosial, pihak kampus berharap masyarakat dapat bersikap bijak, tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga empati terhadap korban dan keluarga yang terdampak.