Ratusan Pemuda Geruduk Kantor Gubernur Riau, Desak Jalan Lintas Bono Segera Diperbaiki

Selasa, 11 Agustus 2026

BUALBUAL.com - Seratusan massa penamakan diri Aliansi Pemuda Desa Kubangan, Kabupaten Pelalawan, menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (10/8/2026). Pendemo mendesak Pemerintah Provinsi Riau seceparnya memperbaiki kerusakan Lintas Bono.

Salah satu tuntutan utama ialah percepatan pembangunan dan penimbunan ruas Jalan Lintas Bono, khususnya jalur Sebekek–Sokoi serta sejumlah desa yang berada di kawasan tersebut.

"Khususnya untuk penimbunan Jalan Poros Lintas Bono , Desa Segamal, Desa Gambut Mutiara, Desa Labuhan Bilik, Desa Sungai Emas dan Desa Sukoi dimohonkan agar dapat dilaksanakan dengan segera," tuntut Koordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Ajis dalam orasi. Aksi kemudian mendapat respons dari Pemprov Riau. Sekira pukul 11.20 WIB, massa diterima Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau sekaligus Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Riau, Zulfahmi didampingi Kasatpol PP Provinsi Riau drg. Sri Sadono Mulyanto, M.Han.

"Terkait jalan lintas bono Pemprov Riau sudah mengerjakan lebih dari 10 kilometer sudah dibangun. Semua dilakukan secara bertahap," terangnya.

Zulfahmi menambahkan, sebagian ruas Jalan Lintas Bono telah mendapatkan pengaspalan melalui dana alokasi khusus. Saat ini, pemerintah memprioritaskan penuntasan pengaspalan sekaligus pemeliharaan ruas jalan yang telah dikerjakan.

Adapun titik dengan tingkat kerusakan berat, termasuk ruas Sebekek–Desa Segamai, masih menjadi perhatian. Penanganannya dilakukan melalui koordinasi antara Pemprov Riau, Pemkab Pelalawan serta perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut. Aksi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Massa membubarkan diri secara tertib dan situasi selama kegiatan berlangsung dilaporkan aman serta kondusif. Sebelum membubarkan diri, massa menyampaikan rencana untuk menunggu di halaman Kantor Gubernur Riau sebagai bentuk tekanan agar persoalan Jalan Lintas Bono segera mendapatkan penyelesaian. *