
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui langkah mitigasi sejak dini. Salah satu strategi yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi lahan gambut sekaligus menjaga cadangan air bagi proses pemadaman jika terjadi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Riau, Edy Efrizal, mengatakan mitigasi telah dilakukan secara berkelanjutan sejak awal tahun guna menekan risiko karhutla pada musim kemarau.
Menurutnya, Riau menjadi salah satu provinsi yang diprioritaskan dalam pengendalian karhutla karena dinilai berhasil menjaga kondisi tetap terkendali melalui berbagai langkah pencegahan.
OMC telah dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026 dengan penyemaian hampir 100 hingga 200 ton natrium klorida (NaCl) ke awan untuk memicu hujan buatan. Langkah tersebut bertujuan membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan pemadaman.
Edy menjelaskan, pembasahan lahan gambut merupakan salah satu kunci utama dalam mengurangi potensi munculnya titik api. Cadangan air yang cukup juga memudahkan petugas bergerak cepat saat terjadi kebakaran.
Meski demikian, Pemprov Riau tetap mewaspadai kondisi cuaca yang belum stabil. Fenomena El Nino masih memengaruhi wilayah Riau, sementara hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan baru akan turun pada November mendatang.
Selain menghadapi ancaman karhutla, pemerintah juga mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah yang berpeluang muncul saat musim penghujan tiba.
Karena itu, upaya mitigasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan perkembangan cuaca di lapangan, sehingga risiko karhutla dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim.