
BUALBUAL.com - Ribuan santri mengaminkan doa Bupati Siak, Afni Zulkifli, agar negara segera melunasi utang kepada Kabupaten Siak dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Siak, Sabtu (24/10/2026).
Di hadapan para ulama, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Siak, serta tamu undangan, Afni mengajak seluruh peserta memanjatkan doa agar hak-hak masyarakat Siak yang hingga kini masih tertahan dapat segera ditunaikan oleh pemerintah pusat.
Dalam doanya, Afni memohon agar kekayaan alam Siak yang telah dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dapat dihitung secara terbuka dan dibagikan secara adil kepada daerah.
"Ya Allah, bilamana ada rezeki anak cucu Siak yang tertahan di langit, maka turunkanlah. Bila ada yang tersimpan di dalam bumi, maka keluarkanlah. Ya Allah, bila tanah, sungai, dan hutan Siak sudah dieksplorasi untuk kepentingan bangsa, semoga negara dimampukan menghitungnya secara terbuka, lalu membaginya secara adil dan merata," ucap Afni yang langsung diaminkan ribuan santri.
Ia kemudian melanjutkan doa agar utang negara yang selama ini dinantikan masyarakat Siak dapat segera dilunasi. Afni juga berharap para pemimpin bangsa diberikan kemampuan untuk terus menyayangi Kabupaten Siak beserta seluruh masyarakatnya.
"Ya Allah, semoga utang-utang negara yang sampai hari ini masih dinanti rakyat Siak dengan penuh harap dapat dilunasi segera. Berikan kemampuan para pemimpin bangsa untuk terus menyayangi Siak dan seisinya," lanjutnya.
Suasana khidmat menyelimuti upacara ketika ribuan santri serempak mengaminkan doa tersebut. Menurut Afni, doa para ulama dan santri menjadi kekuatan spiritual di tengah perjuangan pemerintah daerah memperjuangkan keadilan bagi Kabupaten Siak.
Ia menyampaikan, ketika ikhtiar pemerintah daerah belum cukup kuat mengetuk pintu-pintu kekuasaan di Jakarta, maka doa para santri menjadi harapan agar perjuangan tersebut mendapat jalan terbaik.
Afni menegaskan, Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menegaskan peran santri sebagai penjaga moral, penggerak sejarah, sekaligus pelopor modernisasi kehidupan beragama yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Afni juga mengingatkan kembali sejarah perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.
Ia juga mengajak masyarakat mengenang peran Kesultanan Siak dalam membangun pendidikan Islam melalui Madrasah Taufiq Alhasjimiah dan Madrassatoen Nisa', yang menjadi bagian dari warisan pendidikan Islam di daerah tersebut.
Menurut Afni, santri kini berada di barisan terdepan dalam pembangunan Kabupaten Siak dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Siak Hebat Bermartabat.
Ia menyebut ribuan santri telah memadati Kota Siak Sri Indrapura sejak sehari sebelumnya untuk mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri, termasuk kirab santri yang berlangsung meriah.
Afni juga menyampaikan bahwa pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren yang diharapkan semakin memperkuat pengembangan dunia pesantren di Indonesia.
Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh masyarakat mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa serta mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia.