
BUALBUAL.com - Suasana khidmat menyelimuti perayaan tradisi Ceng Beng di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir. Masyarakat Tionghoa setempat kembali melaksanakan ritual sembahyang kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berpulang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah keluarga tampak mendatangi area pemakaman dengan penuh rasa hormat. Menariknya, perjalanan menuju lokasi pemakaman dilakukan menggunakan perahu, mengingat kondisi wilayah pesisir yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Para peserta membawa perlengkapan sembahyang seperti dupa, lilin, serta berbagai persembahan sebagai simbol bakti kepada orang tua dan leluhur.

Ritual dimulai dengan sembahyang di makam nenek dari pihak suami, kemudian dilanjutkan ke makam kakek dari pihak ayah. Kehadiran anak dan cucu dalam tradisi ini menjadi simbol penting dalam menjaga kesinambungan nilai keluarga sekaligus mengenalkan generasi muda pada akar budaya leluhur.

Lebih dari sekadar ritual tahunan, Ceng Beng juga menjadi momen refleksi batin bagi keluarga yang hadir. Suasana haru terasa saat doa-doa dipanjatkan, disertai ungkapan rindu mendalam kepada orang-orang tercinta yang telah tiada, serta harapan agar para leluhur mendapatkan ketenangan di alam keabadian.
Terselip pula penyesalan, permohonan maaf, dan kenangan atas jasa serta kasih sayang orang tua, terutama sosok ibu yang memiliki tempat istimewa dalam hati keluarga.
Tradisi Ceng Beng di Kuala Enok tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi pengikat nilai kekeluargaan, cinta, dan penghargaan terhadap perjalanan hidup generasi sebelumnya. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap lestari dan menjadi pengingat bahwa hubungan antara yang hidup dan yang telah tiada tidak pernah benar-benar terputus.
Sumber : Fb Fitriadi Adi