
BUALBUAL.com - DPRD Provinsi Riau mengimbau sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di wilayah yang terdampak kabut asap, untuk mempertimbangkan meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Riau.
Ketua Komisi I DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, mengatakan pihaknya bersama unsur pimpinan DPRD Riau telah menyampaikan imbauan kepada sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah dengan kondisi kabut asap cukup parah.
"Hari ini ada beberapa anak-anak kita, siswa-siswi SMA Plus yang sudah masuk ke rumah sakit karena ada gejala sesak napas. Karena itu kami meminta agar sekolah diliburkan," ujar Indra Gunawan Eet, Kamis (27/8/2026).
Indra menegaskan, imbauan tersebut bukan merupakan perintah kepada seluruh sekolah. Sebab, kewenangan pendidikan tingkat SMA dan SMK berada di Pemerintah Provinsi Riau.
Namun, DPRD Riau meminta pihak sekolah dan dinas terkait mengambil langkah yang mengutamakan keselamatan serta kesehatan peserta didik.
"Kami bukan memerintah, tetapi mengimbau kepada pihak sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang terdampak kabut asap, untuk mempertimbangkan meliburkan siswa," katanya.
Menurut Indra, sejumlah wilayah di Riau mengalami dampak cukup signifikan akibat karhutla. Kabut asap bahkan disebut telah berdampak hingga ke wilayah lain di Sumatera dan negara tetangga.
Beberapa daerah yang terdampak antara lain Kepulauan Meranti, Bengkalis, Dumai, serta sejumlah wilayah lainnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak sekolah terus memantau perkembangan kualitas udara serta mengambil langkah cepat apabila kondisi semakin memburuk.
"Yang paling penting kesehatan anak-anak kita. Kalau kondisi udara tidak memungkinkan untuk belajar, jangan dipaksakan. Kita minta sekolah-sekolah di daerah yang terdampak untuk mengutamakan keselamatan siswa," pungkasnya.