Sekda Riau Syahrial Abdi Bagikan Pengalaman Birokrasi kepada Mahasiswa Pascasarjana UMRI

Minggu, 18 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Pengalaman panjang dalam birokrasi dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa ketika teori akademik harus dihadapkan dengan kompleksitas persoalan di lapangan. Perjumpaan antara pengalaman dan pemikiran akademik tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif mahasiswa mengenai penyelenggaraan pemerintahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan kehadirannya dalam ruang akademik bukan untuk menempatkan diri sebagai pemangku kebijakan. Ia memilih berbagi pengalaman yang diperoleh selama menjalankan berbagai penugasan di lingkungan pemerintahan daerah.

"Jujur, saya bersyukur. Ini bukan berarti saya memiliki keahlian atau kemampuan akademik yang sangat tinggi, melainkan saya hadir untuk berbagi pengalaman yang pernah dilakukan sepanjang karier di birokrasi di berbagai lingkup organisasi pemerintahan," kata Sekda Syahrial Abdi di Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026).

Dijelaskan, pengalaman birokrasi memiliki nilai tersendiri ketika dipertemukan dengan teori yang telah dipelajari mahasiswa. Berbagai persoalan pemerintahan yang dihadapi secara langsung dapat menjadi contoh untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana sebuah konsep diterapkan dalam kondisi yang sesungguhnya.

Ia mengaku bersyukur karena sepanjang perjalanan kariernya mendapatkan kesempatan menduduki berbagai posisi dan menjalankan beragam penugasan. Pengalaman tersebut membuatnya dapat melihat persoalan pemerintahan dari sudut pandang yang berbeda-beda.

"Saya bersyukur pernah ditugaskan oleh para pimpinan di berbagai posisi, sehingga saya dapat memahami ragam permasalahan dari berbagai sudut pandang," jelasnya.

Diungkapkan, keberagaman pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami bahwa persoalan pemerintahan tidak selalu dapat diselesaikan dengan satu pendekatan. Setiap organisasi memiliki karakter, tantangan, kepentingan, serta dinamika yang membutuhkan cara pandang berbeda.

Karena itu, pengalaman birokrasi yang dibagikan kepada mahasiswa pascasarjana diarahkan sebagai bahan untuk dianalisis secara akademik. Mahasiswa tetap memiliki ruang untuk menguji pengalaman tersebut melalui teori, kajian ilmiah, maupun perspektif kritis yang mereka miliki.

"Jadi proses pembelajaran akan menjadi lebih baik ketika kita mampu melihat hubungan antara apa yang dipelajari di ruang kuliah dengan realitas penyelenggaraan pemerintahan. Pengalaman lapangan dapat menjadi bahan kita untuk memahami mengapa sebuah kebijakan berjalan efektif, menghadapi hambatan, atau bahkan membutuhkan evaluasi," ungkapnya.