
BUALBUAL.com - Kabut asap yang melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akibat Karhutla, tidak hanya berdampak pada di hentikanya proses belajar mengajar di sekolah. Namun juga berdampak pada di hentikanya pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah.
Penegasan dihentikan nya pendistribusian MBG bagi siswa sekolah selama tidak adanya proses belajar mengajar di sekolah, akibat dampak kabut asap yang melanda Inhu disampaikan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekan Heran, Daniel kepada riauterkinicom, Selasa (25/8/26) menegaskan selama tidak berlangsung nya proses belajar mengajar di sekolah, MBG bagi siswa dihentikan.
“Selama tidak adanya proses belajar mengajar di sekolah, MBG bagi siswa dihentikan dan tidak didistribusikan. Selama kabut asap ini hanya MBG yang diperuntukan bagi ibu hamil, menyusui dan Balita (3B) yang masih di berikan dan di distribusikan,” ujarnya.
Sementara itu Koordinator SPPG Kecamatan Rengat Barat, Wildan saat dikonfirmasi riauterkinicom menambahkan tidak diberikan dan di distribusikan nya MBG bagi siswa selama berlangsung nya kabut asap yang berdampak tidak dilakukanya proses belajar mengajar di sekolah, dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) kepala BGN nomor 8 tahun 2026 tentang pendistribusian dan penyajian makanan dalam program makan bergizi gratis.
“Dalam surat edaran Kepala BGN nomor 8 tahun 2026 pada poin 3 menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pemberian makan bergizi gratis sebagai upaya perbaikan gizi, difokuskan pada penyajian MBG berupa makanan segar (Fresh Food) guna memastikan nutrisi diterima penerima manfaat dalam kondisi optimal,” ungkapnya.
Ditambahkanya, mengacu pada SE kepala BGN nomor 8 tahun 2026 poin 3 itulah SPPG di Inhu khusus nya di Kecamatan Rengat Barat, tidak memberikan atau mendistribusikan MBG bagi siswa, selama tidak berlangsung nya proses belajar mengajar di sekolah. Jelasnya.