Sempat Misterius, Mayat yang Mengapung di Sungai Rokan Ternyata Seorang Pembabat Rumput

Senin, 13 Juli 2026

BUALBUAL.com - Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Rokan, Dusun Sukadamai II, Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, akhirnya berhasil diketahui. Korban diketahui bernama Iswandi (41). Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Peristiwa penemuan mayat itu terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB dan sempat menghebohkan warga sekitar. Saat pertama kali ditemukan, identitas korban belum diketahui karena tidak membawa kartu identitas.

Korban mengenakan kaus hitam, celana pendek hitam, serta memiliki tato di lengan kiri.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel piket Polsek Ujungbatu yang dipimpin Bripka Harry Guntara bersama warga segera mengevakuasi jasad korban dari Sungai Rokan. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Ujungbatu untuk menjalani pemeriksaan awal.

Tak lama berselang, Tim Identifikasi (Inafis) Polres Rokan Hulu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah guna memastikan identitas dan penyebab kematian korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan maupun luka akibat benda tajam pada tubuh korban.

Kapolsek Ujungbatu, Kompol Buyung Kardinal, SH., M.H., membenarkan bahwa identitas korban berhasil diketahui setelah pihak keluarga datang ke Puskesmas Ujungbatu.

"Korban diketahui bernama Iswandi, berusia 41 tahun. Saat ditemukan, korban tidak membawa kartu identitas. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun luka akibat benda tajam," ujar Kompol Buyung Kardinal.

Kapolsek menjelaskan, pihak kepolisian telah menawarkan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, keluarga memilih menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

"Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang anggota keluarga korban, Ikhsan, mengungkapkan bahwa Iswandi terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu malam, 10 Juli 2026.

Menurutnya, korban baru sekitar satu bulan tinggal di Dusun Durian Sebatang, Desa Sukadamai. Selama berada di wilayah tersebut, Iswandi bekerja sebagai pembabat rumput di Pondok Pesantren Abdurahman Rab.

"Selama korban tidak pulang, keluarga sebenarnya sudah berencana membuat laporan ke pihak kepolisian karena khawatir terjadi sesuatu," kata Ikhsan.

Dengan telah diketahuinya identitas korban serta hasil pemeriksaan yang tidak menemukan adanya indikasi tindak kekerasan, pihak kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan mayat di bantaran Sungai Rokan sebelum akhirnya petugas melakukan proses evakuasi. Hingga kini, jenazah telah diterima pihak keluarga untuk dimakamkan.