
BUALBUAL.com, KUANTAN SINGINGI – Kawasan wisata Danau Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali ramai dikunjungi masyarakat. Ribuan warga memadati tepian danau untuk menyaksikan ajang Pacu Jalur Mini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali potensi wisata Danau Kebun Nopi yang sebelumnya kurang terawat. Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, perhelatan tersebut juga memberikan peluang ekonomi bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Sejak pagi, kendaraan roda dua dan roda empat memadati area parkir di sekitar lokasi. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tim medis, dan ambulans turut disiagakan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H Mukhlisin, hadir langsung bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Muradi dan Ketua KONI Kuantan Singingi, Andi Cahyadi.
Mukhlisin mengatakan, momentum peringatan hari jadi Kabupaten Kuantan Singingi diharapkan menjadi awal untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap Danau Kebun Nopi sebagai salah satu aset daerah yang memiliki potensi wisata.
“Pemerintah daerah ingin momentum HUT ke-27 Kuansing ini menjadi pintu masuk untuk membangun kembali kepedulian bersama terhadap keberadaan Danau Kebun Nopi sebagai salah satu aset daerah yang sangat berharga. Melalui gotong royong dan kegiatan seperti ini, kita kembalikan fungsi dan potensi kawasan ini agar berdaya guna bagi masyarakat,” ujar Mukhlisin saat membuka acara.
Danau Kebun Nopi merupakan bendungan buatan yang pernah dimanfaatkan sebagai venue cabang olahraga dayung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.
Namun, kawasan tersebut sempat mengalami penurunan kondisi akibat minimnya perawatan. Sejumlah bagian perairan ditumbuhi eceng gondok, sementara semak belukar menutupi sebagian kawasan dan fasilitas penunjang mulai mengalami kerusakan.
Salah seorang warga setempat, Sanggam, mengatakan kawasan itu sebelumnya relatif sepi pada hari-hari biasa.
“Dulu kalau hari biasa tempat ini sepi sekali, hanya ada gulma dan semak belukar. Bangunan penunjang pun mulai rusak karena jarang disentuh,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi kini berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai destinasi wisata air berbasis masyarakat.
Pembersihan gulma dan pembenahan fasilitas penunjang dilakukan secara bertahap menjelang pelaksanaan Pacu Jalur Mini. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kuansing.
Selain itu, pengembangan Danau Kebun Nopi juga diharapkan dapat menjadi alternatif lokasi kegiatan budaya dan olahraga air, sehingga aktivitas wisata tidak hanya terpusat di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Pacu Jalur Mini merupakan perlombaan menggunakan perahu kayu berukuran lebih kecil dengan jumlah pendayung yang lebih terbatas dibandingkan jalur pada umumnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga berpotensi mendorong pembinaan olahraga dayung bagi generasi muda setempat.
Di sepanjang tanggul beton, sejumlah perahu naga dan jalur mini terlihat bersandar dan bersiap mengikuti perlombaan di perairan danau.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Ketua KONI Kuantan Singingi, Andi Cahyadi, menyatakan pihaknya bersama pemerintah daerah berencana kembali menggelar kegiatan serupa secara berkala.
Pria yang akrab disapa Aheng itu menyebutkan, agenda berikutnya direncanakan berlangsung pada akhir tahun atau untuk menyambut Tahun Baru 2027.
“Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa menyaksikan Pacu Jalur Mini hari ini, kami bersama pemerintah daerah bertekad menggelar kembali kegiatan serupa pada akhir tahun atau menyambut Tahun Baru 2027. Ini membuktikan bahwa olahraga air tidak hanya merawat budaya dan prestasi, tetapi juga dapat mendorong dan membangkitkan roda perekonomian masyarakat,” kata Aheng.
Ia menambahkan, pihaknya juga merencanakan kompetisi dragon boat race atau perahu naga yang melibatkan perwakilan dari seluruh desa di Kuantan Singingi.
“Peserta dari seluruh desa nantinya tinggal membawa pendayung saja ke sini, sebab armada perahu naganya sudah tersedia di Danau Kebun Nopi,” ujarnya.
Ramainya pengunjung memberikan dampak langsung bagi pedagang kecil di sekitar danau. Puluhan pedagang terlihat menjajakan aneka makanan, minuman, dan barang dagangan di bawah tenda yang disiapkan di lokasi kegiatan.
Rina, salah seorang pedagang makanan dan minuman, mengaku penjualannya meningkat dibandingkan hari biasa.
“Biasanya jualan sepi karena danau ini jarang didatangi orang. Namun, karena ada acara Pacu Jalur Mini ini, dagangan kami laku keras dari pagi. Kami sangat berharap acara-acara seperti ini bisa sering dibuat supaya rezeki pedagang kecil terus mengalir,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat yang memadati tepian danau menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dan budaya dapat menjadi daya tarik untuk menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Meski demikian, keberlanjutan upaya revitalisasi Danau Kebun Nopi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Pemeliharaan kawasan, perawatan fasilitas, serta penyelenggaraan kegiatan secara berkala diperlukan agar danau tersebut tidak kembali terbengkalai setelah acara selesai.
Dengan pengelolaan yang konsisten dan keterlibatan masyarakat, Danau Kebun Nopi diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata air unggulan sekaligus pusat kegiatan olahraga dan budaya yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga Kuantan Singingi.