Senyum di Usia Senja: Fahro Rozi dan Ario Permatasari Wujudkan Rumah Kebahagiaan untuk Nek Munah dan Pak Kawang

Kamis, 30 April 2026

BUALBUAL.com - Mentari pagi baru saja menyapa ufuk timur ketika langkah penuh niat baik dimulai dari Desa Igal. Sepasang konten kreator, Fahro Rozi dan Ario Permatasari, bergegas menuju Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah. Perjalanan itu bukan sekadar rutinitas membuat konten, melainkan misi kemanusiaan yang membawa harapan bagi mereka yang nyaris kehilangan asa.

Di sebuah sudut sederhana Pasar Belingkas, kedatangan mereka disambut oleh sosok renta, Nek Munah. Wajahnya menyimpan lelah, namun tatapannya memancarkan ketulusan. Di balik senyum sederhana itu, tersimpan kisah panjang perjuangan hidup bersama sang suami, Pak Kawang.

Ketika melihat langsung kondisi rumah yang mereka tempati, hati siapa pun akan terenyuh. Bangunan yang rapuh, jauh dari kata layak, seakan tak lagi mampu menjadi tempat berteduh yang aman terlebih bagi pasangan yang telah dimakan usia. Momen itu menjadi titik balik bagi Fahro dan Ario untuk bergerak lebih jauh.

Tanpa menunggu lama, koordinasi dengan pemerintah desa segera dilakukan. Tak hanya itu, mereka juga menggerakkan kekuatan besar dari para pengikutnya di media sosial. Dari layar ponsel, mengalir kepedulian sedekah demi sedekah terkumpul, menjelma menjadi harapan nyata.

Nek Munah yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas pucuk nipah, dan Pak Kawang yang menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan serta sesekali melaut, tak pernah membayangkan rumah layak huni akan mereka miliki. Namun, takdir berkata lain.

Perlahan tapi pasti, rumah itu berdiri. Kokoh, bersih, dan penuh kehangatan. Rumah ini menjadi rumah kelima yang berhasil dibangun oleh Fahro Rozi dan Ario Permatasari. Sebelumnya, mereka telah membantu membangun rumah untuk Cik Mahare, Cik Bada, Bang Muji, dan Nek Nur menjadikan gerakan sosial ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Kini, di usia senja mereka, Pak Kawang dan Nek Munah bisa tersenyum lega. Tak ada lagi rasa cemas saat hujan turun, tak ada lagi khawatir saat malam tiba. Mereka akhirnya memiliki tempat beristirahat yang layak tempat pulang yang sesungguhnya.

Dengan suara bergetar penuh haru, keduanya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fahro Rozi, Ario Permatasari, dan semua pendukung yang telah bersedekah membantu kami. Semoga rezeki mereka berlipat ganda, aamiin,” ucap mereka. 30/04/26

Sementara itu, Ario Permatasari menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian sederhana yang ingin terus dijaga.

“Kami hanya ingin apa yang kami miliki bisa bermanfaat untuk orang lain. Melihat mereka tersenyum seperti ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa digantikan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Fahro Rozi. Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah hasil dari kebersamaan banyak pihak.

“Ini bukan kerja kami berdua saja. Ini adalah hasil dari kebaikan banyak orang. Kami hanya menjadi perantara,” katanya.

Keduanya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga berjalan lancar. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin untuk membantu lebih banyak masyarakat,” tambah mereka.

Kisah ini bukan sekadar cerita tentang pembangunan rumah. Ini adalah tentang kemanusiaan, tentang kepedulian yang menjelma menjadi tindakan nyata. Di tengah dunia digital yang serba cepat, Fahro dan Ario membuktikan bahwa kebaikan tetap bisa menemukan jalannya menyentuh hati, dan mengubah hidup.