Siapa Yang Salah? Tragis Nasib Buruh Subkon PT PHR di Duri

Selasa, 25 November 2025

DURI,BUALBUALBUAL.COM -Nasib buruh dipertaruhkan, ambisi pengusaha kejar invoice dari PHR, tanpa merasa bersalah tetapkan berbagai aturan yang membungkam insan yang lama menanti kerja.

Namun ditegah perjalanan sang buruh jadi bulan bulanan,hal ini dialami  3 orang buruh.mengalami 

 peristiwa atau masalah insiden telah terjadi di lokasi 4P-84B. Di mana Mast rig AU-17 bengkok dan rebah ke arah catwalk. 

Dari peristiwa itu, mengakibatkan korban IP derrickman-2 rig AU-17, inisial A (43) tahun hingga mengakibatkan hal fatal.

Keterangan  Kapolsek Mandau, Kompol Primadona melaui keterangan resmi kepada wartawan, Senin (24/11) malam, sebelum peristiwa nahas pekerjaan DOC sudah selesai dan akan dilanjutkan R/D power swivel dan mencabut rangkaian 4-1/8" Rock Bit.

Lanjut Kompol Primadona, ketika akan dilakukan R/D power swivel, sementara menunggu operator crane, sumur diamankan dengan menutup annular BOP.

Insiden laka kerja maut terjadi di PT PHR lokasi rig AU 17, HO-Duri, Senin (24/11/25) pagi sekitar pukul 09.45 WIB pagi.

Seorang pekerja dari perusahaan mitra Pertamina Hulu Rokan (PHR) inisial  A (43) dilaporkan meninggal dunia. Sementara, dua pekerja lainnya mengalami patah tulang pinggang.

Korban tewas diketahui berprofesi sebagai derrickman (tukang derek) operator menara rig dari PT Arthindo Utama (AU).

Informasi mengenai kecelakaan tersebut awalnya beredar di internal pekerja melalui grup WhatsApp “Dunia Rig Berduka”. Kemudian dibenarkan sejumlah sumber lapangan serta pihak PHR.

Menurut keterangan awal yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, saat korban dan dua rekannya tengah bertugas di anjungan pengeboran. Namun, pihak PHR meluruskan dalam rilisnya, bahwa insiden maut tersebut terjadi pada pukul 09.45 WIB.

Dua pekerja lain yang turut menjadi korban telah mendapat penanganan medis atas cedera serius di bagian pinggang.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida dalam rilisnya membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menyampaikan bahwa satu karyawan PT Arthindo Utama, perusahaan mitra kerja PHR meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

“PHR menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya pegawai mitra kerja di Duri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin petang, 24 November 2025.

Dia menambahkan, tim PHR tengah melakukan investigasi intensif untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Untuk sementara, aktivitas rig di lokasi kejadian dihentikan demi menjamin keamanan dan keselamatan pekerja.

“PHR senantiasa mengupayakan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam operasi di WK Rokan,” sambungnya.