Sudah Antre Berjam-jam, Solar Habis! DPRD Riau Soroti Keluhan Warga

Kamis, 01 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Muhtarom, menyoroti panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat keterbatasan ketersediaan BBM bersubsidi jenis solar.

Menurut Muhtarom, persoalan antrean BBM tersebut telah banyak dikeluhkan masyarakat. Ia berharap pemerintah, aparat, dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Kami juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait persoalan ini,” ujar Muhtarom, Rabu (30/9/2026).

Muhtarom juga berharap kepolisian meningkatkan pengawasan dan mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Ia menilai antrean panjang seharusnya dapat diminimalkan apabila pasokan BBM ke setiap SPBU sesuai dengan kebutuhan dan kuota yang telah ditetapkan.

“Kalau barangnya cukup dan dibagi sesuai dengan jatah masing-masing SPBU, seharusnya tidak terjadi antrean panjang,” katanya.

Muhtarom mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi antrean di lapangan. Ia menyebut ada masyarakat yang telah mengantre selama berjam-jam, namun akhirnya tidak mendapatkan BBM karena stok di SPBU telah habis.

“Orang sudah antre berjam-jam, ternyata minyaknya sudah habis. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” ujarnya.

Ia menilai pengawasan terhadap stok BBM di SPBU perlu diperkuat. Pihak terkait, kata dia, harus mengetahui secara jelas jumlah BBM yang masuk, jumlah yang telah disalurkan, serta perkiraan waktu stok akan habis.

Dengan demikian, masyarakat yang sedang mengantre dapat memperoleh informasi lebih awal apabila stok BBM di SPBU sudah tidak tersedia.

“Kontrolnya harus diperkuat. SPBU dan pihak terkait harus tahu berapa kuota yang masuk dan berapa yang sudah keluar. Jangan sampai masyarakat dibiarkan mengantre panjang, tetapi akhirnya BBM habis,” tegas Muhtarom.

Muhtarom menambahkan, persoalan ketersediaan BBM bukan masalah kecil karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas. Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap distribusi dan ketersediaan BBM bersubsidi.

“Saya berharap persoalan ini benar-benar menjadi perhatian. Ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak,” pungkasnya.