Suhardiman Amby Tersandung Kasus KPK, Wakil Bupati Ambil Alih Kendali Pimpinan di Kuansing

Rabu, 01 Juli 2026

BUALBUAL.com - Kendati Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby tengah dijerat persoalan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing pasca operasi tangkap tangan (OTT), namun roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan normal.

Wakil Bupati Kuansing Mukhlisin kini memegang kendali pemerintahan di Kuansing. Sehingga kegiatan pemerintahan tetap berjalan.

Asisten III Setda Kuansing, Azhar menegaskan bahwa pemerintahan tetap berjalan normal. 

Ia memastikan, Wabup Muhklisin berada di Kuansing meski tidak terlihat di rumah dinas wakil bupati.

"Pak Wabup masih di Kuansing. Semalam saya berkomunikasi dengan beliau terkait pelepasan jenazah almarhum Pak Doni di Pekanbaru," ujar Azhar kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).

Dalam komunikasi melalui sambungan telepon dengan Azhar, Wabup Muhklisin meminta dirinya mewakili pemerintah daerah menghadiri prosesi pelepasan jenazah di Pekanbaru. 

Sementara dirinya memilih tetap berada di Kuansing untuk memastikan pemerintahan tetap berjalan.

"Roda pemerintahan harus tetap berjalan seperti biasa. Pelayanan publik harus tetap maksimal," kata Azhar menirukan arahan Wakil Bupati.

Sementara, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing, Hevi Heri Antoni, memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.

Menurutnya, minimnya aktivitas pejabat bukan semata-mata karena situasi pasca OTT KPK, tetapi juga karena sejumlah pejabat tengah menjalankan tugas kedinasan.

Terlebih saat ini Kuansing sedang melaksanakan MTQ Ke-44 Riau, sehingga ada yang ditugaskan di lokasi perhelatan.

"Sementara Asisten III berada di Pekanbaru untuk menghadiri pelepasan jenazah Kepala Diskominfoss Kuansing, almarhum Doni Aprialdi, yang meninggal dunia kemarin. Sementara Asisten II, Napisman, menghadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Kuansing," jelas Heri.