''Tak Ada Lagi yang Kawankan Hanan Jajan'' Ucapan Bocah Ini Bikin Hati Ibu Hancur

Selasa, 29 September 2026

BUALBUAL.com - Kepergian Egi Saputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di tengah suasana berkabung, kisah Hanan, putra almarhum yang masih kecil, turut menyentuh hati.

Kisah tersebut diungkapkan istri almarhum, Ayuni Kartika, melalui unggahan di media sosial. Ayuni menceritakan, Hanan mulai menunjukkan rasa takut setelah kehilangan sang ayah. Bocah tersebut juga masih terbayang kesedihan ibunya ketika pertama kali mengetahui kabar kepergian sang suami.

Dalam unggahannya, Ayuni menceritakan momen ketika dirinya kembali ke rumah. Begitu pintu terbuka, Hanan langsung menyambut dan memeluknya.

Ayuni kemudian mengatakan kepada putranya bahwa biasanya ia pulang bersama sang ayah. Namun, kali ini ayah Hanan sudah tidak ada.

Mendengar perkataan tersebut, Hanan menangis. Di tengah kesedihannya sendiri, bocah itu justru berusaha menenangkan sang ibu.

“Mamak jangan nangis lagi ya, ayah sudah di surga,” tulis Ayuni, menirukan perkataan Hanan.

Setelah itu, Hanan berlari menuju kamar neneknya. Kepada sang nenek, Hanan mengaku takut melihat ibunya menangis.

Ayuni menduga rasa takut tersebut muncul setelah Hanan sempat menyaksikan dirinya histeris ketika pertama kali mengetahui kabar mengenai suaminya.

“Anak sekecil Hanan sudah merasakan trauma yang begitu besar. Ya Allah, tak sanggup aku rasanya,” tulis Ayuni.

Kesedihan kembali dirasakan keluarga pada keesokan paginya. Saat baru terbangun dari tidur, Hanan kembali membicarakan ayahnya.

“Mak, ayah tak ada lagi. Ayah dah meninggal. Tak ada lagi yang kawankan Hanan jajan, tak ada lagi yang kawankan Hanan beli mainan,” tulis Ayuni, menirukan ucapan putranya.

Kalimat sederhana tersebut membuat hati sang ibu semakin terpukul. Bagi Ayuni, ucapan itu menunjukkan bahwa meski masih kecil, Hanan mulai memahami bahwa sosok ayah yang selama ini menemaninya telah tiada.

Kenangan Hanan bersama sang ayah juga masih begitu kuat. Ayuni mengatakan, setiap kali meminjam telepon genggamnya, Hanan kerap membuka foto dan video kebersamaannya dengan sang ayah.

“Baru kita merasakan kebahagiaan yang begitu sempurna, tapi Allah lebih sayang sama ayah, Nak,” ungkap Ayuni.

Di tengah duka tersebut, Ayuni turut mengirimkan doa untuk mendiang suaminya.

“Al-Fatihah untuk suamiku, Egi Saputra bin Mase,” tulisnya.

Sebelumnya, Egi Saputra (26), warga Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, ditemukan meninggal dunia di dalam togok jaring ikan di aliran Sungai Batang, Desa Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 20.40 WIB.

Jenazah pertama kali ditemukan sejumlah warga yang sedang memeriksa togok ikan dan udang. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada kepolisian.

Bhabinkamtibmas bersama personel Polsek Sungai Batang dan masyarakat selanjutnya melakukan proses evakuasi. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak utuh dan sejumlah bagian tubuh dilaporkan tidak ditemukan.

Berdasarkan informasi awal, pemeriksaan medis menemukan luka yang sementara diduga berkaitan dengan gigitan buaya. Namun, penyebab pasti kematian Egi belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Egi diketahui berada di Desa Pasengrahan untuk menemani istrinya yang bekerja sebagai biduan dalam sebuah pesta pernikahan.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju Kayu Raja menggunakan ambulans Puskesmas Benteng.

Kepolisian memastikan penanganan peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Karena itu, belum ada kesimpulan mengenai penyebab maupun kemungkinan adanya pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya Egi.

Kapolsek Sungai Batang IPTU Bambang Sutriyanto mengatakan, Polres Indragiri Hilir bersama jajaran masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Tetap kita dalami dan kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Bambang.

Menurut Bambang, sejumlah orang telah dipanggil untuk dimintai klarifikasi guna membantu proses penyelidikan.

“Pihak kepolisian sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya.

Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan dan tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan maupun status hukum seseorang dalam peristiwa tersebut.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan mendalami informasi yang berkaitan dengan meninggalnya Egi. Kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun ada atau tidaknya unsur pidana masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Bambang juga meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

“Saat ini situasi aman dan kondusif. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang,” katanya.

Sebelumnya, kepolisian telah mendatangi lokasi penemuan jenazah, meminta keterangan sejumlah saksi, meminta visum et repertum, serta membuat berita acara penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, keluarga harus menghadapi kehilangan yang begitu berat. Bagi Hanan, kehilangan tersebut tergambar melalui kalimat sederhana seorang anak yang merindukan ayahnya—sosok yang dahulu menemaninya jajan dan membeli mainan, kini hanya dapat dilihat melalui foto dan video yang tersimpan di telepon genggam sang ibu.

“Mak, ayah tak ada lagi.”