Tak Main-Main! PBPI Riau Boyong Pelatih Asal Spanyol, Atlet Lokal Jadi Andalan Menuju PON 2028

Minggu, 11 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Riau terus mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Padel 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 12–18 Oktober 2026. Tak hanya membidik tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB), PBPI Riau juga memperkuat pembinaan atlet lokal dengan menghadirkan pelatih asal Spanyol, Dani Fadillo.

Ketua Umum PBPI Riau, Raja Jaya Dinata, mengatakan pihaknya menyiapkan 12 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan enam atlet putri. Seluruh atlet saat ini menjalani pemusatan latihan (training center) dengan pendampingan pelatih lokal serta pelatih asal Spanyol.

"Selain digembleng pelatih lokal yang mumpuni, kami juga mendatangkan pelatih dari Spanyol. Meski ada tawaran merekrut pemain dari luar daerah, kami memilih fokus membangun kekuatan atlet asli Riau," ujar Raja.

Menurutnya, pembinaan atlet daerah merupakan prioritas utama dibandingkan mengejar hasil instan melalui perekrutan pemain luar. PBPI Riau ingin menciptakan sistem pembinaan jangka panjang agar lahir atlet-atlet berprestasi dari daerah sendiri.

"Kami percaya pada potensi anak-anak Riau. Pembinaan jangka panjang jauh lebih penting daripada hasil instan," tegasnya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Salah satu atlet junior Riau, Alfairo, kini diproyeksikan memperkuat Tim Nasional Padel Indonesia kelompok usia U-14. Sementara prestasi tim nasional yang meraih medali perak dan perunggu di SEA Games menjadi motivasi tambahan bagi atlet Riau.

Salah seorang atlet, Muhammad Dhaffa, mengaku kehadiran pelatih Spanyol memberikan peningkatan signifikan terhadap teknik bermain dan strategi bertanding.

"Teknik permainan kami jauh berkembang berkat arahan coach Spanyol dan dukungan penuh dari Ketua Umum. Kami optimistis bisa membawa pulang tiket menuju PON 2028," katanya.

Venue Padel Terus Bertambah

Perkembangan olahraga padel di Riau juga terlihat dari bertambahnya fasilitas bermain, khususnya di Pekanbaru. Jika pada 2024 hanya tersedia satu venue, kini telah berkembang menjadi sekitar 15 venue dengan lebih dari 100 lapangan, termasuk ekspansi ke Kota Dumai.

PBPI Riau juga berencana mendorong standardisasi harga sewa lapangan setelah pelantikan pengurus yang ditargetkan berlangsung pada November 2026.

"Padel merupakan olahraga yang inklusif dan terjangkau karena biaya sewa lapangan bisa ditanggung bersama," ujar Raja.

Selain itu, PBPI Riau akan meluncurkan program Padel Goes to School untuk memperkenalkan olahraga padel kepada pelajar sekaligus menjaring bibit atlet sejak usia dini.

Pelantikan Ditargetkan November 2026

Dari sisi organisasi, PBPI Riau telah mengantongi SK Mandat dari PBPI Pusat sejak Februari 2026 dan SK kepengurusan lengkap pada September 2026 dengan masa bakti lima tahun.

Pelantikan pengurus dijadwalkan berlangsung pada November 2026 dan akan dirangkaikan dengan turnamen padel tingkat nasional di Pekanbaru.

PBPI Riau juga berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau, termasuk penyediaan sekretariat cabang olahraga di kawasan Stadion Utama Riau serta pembangunan lapangan padel sebagai fasilitas latihan atlet daerah.

Ke depan, organisasi ini juga akan menjajaki dukungan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan olahraga padel di Riau.

Dengan persiapan yang semakin matang, dukungan pelatih internasional, serta berkembangnya fasilitas padel di Riau, PBPI Riau optimistis mampu melahirkan atlet-atlet daerah yang siap bersaing di tingkat nasional dan merebut tiket menuju PON 2028.