Tak Menunggu Pemerintah, Usai Bangun 10 Rumah Warga, Kini Fahro Rozi dan Ario Garap Jalan 1 Kilometer

Minggu, 16 Agustus 2026

BUALBUAL.com - Dua konten kreator pasangan suami istri, Fahro Rozi dan Ario Permatasari, kembali membuat gerakan sosial yang mendapat perhatian masyarakat. Setelah sebelumnya membantu membangun 10 rumah bagi warga kurang mampu, kini keduanya menggalang dana untuk membangun akses jalan yang selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan pemerintah.

Pembangunan jalan tersebut berada di Desa Igal, Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya akses menuju kawasan perkebunan masyarakat. Jalan yang dibangun ditargetkan mencapai panjang sekitar 1 kilometer.

Jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi jalan penghubung antar-dusun sekaligus akses menuju induk desa. Selama ini, kondisi akses yang belum memadai cukup menyulitkan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas menuju kawasan perkebunan maupun menuju pusat pemerintahan desa.

Dana pembangunan berasal dari aksi sedekah yang dihimpun dari para penggemar dan pendukung Fahro Rozi dan Ario Permatasari. Selain itu, masyarakat setempat juga turut membantu melalui kegiatan gotong royong.

Fahro Rozi mengatakan, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan dana yang berhasil dikumpulkan.

“Pembangunan ini selain dari donatur melalui sedekah para pendukung kami, juga didukung masyarakat yang ikut bergotong royong membangun jalan,” ujar Fahro.

Menurutnya, hingga saat ini pembangunan telah mencapai ratusan meter. Selain badan jalan, satu jembatan kecil juga telah berhasil dibangun untuk mendukung akses masyarakat.

“Hari ini kita masih dalam proses dan terus bertahan menyesuaikan dengan dana yang didapat. Alhamdulillah, jalan yang dibangun sudah ratusan meter dan satu jembatan kecil juga sudah selesai,” katanya.

Fahro berharap pembangunan tersebut dapat terus berlanjut hingga mencapai target satu kilometer. Dengan begitu, jalan tersebut nantinya dapat memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat, baik untuk menuju kawasan perkebunan, antar-dusun maupun menuju induk desa.

“Semoga ke depannya pembangunan jalan ini bisa mencapai target yang kami inginkan,” harapnya.

Sementara itu, Ario Permatasari mengaku tidak pernah menyangka gerakan sosial yang mereka lakukan bersama para pendukung akhirnya bisa berkembang hingga membangun akses jalan untuk masyarakat.

“Jujur, terwujudnya pembangunan jalan ini seperti mimpi. Tidak pernah terpikir oleh kami bisa melakukan kegiatan seperti ini,” ungkap Ario.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung yang selama ini ikut berdonasi dan membantu mewujudkan pembangunan jalan tersebut.

“Terima kasih banyak kepada para pendukung yang telah berangsur-angsur mewujudkan akses untuk masyarakat di Desa Igal, khususnya bagian perkebunan,” tutupnya.

Gerakan tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian masyarakat, dukungan para donatur, serta semangat gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan akses yang sangat dibutuhkan warga. Jalan yang ditargetkan sepanjang satu kilometer ini diharapkan tidak hanya mempermudah aktivitas menuju perkebunan, tetapi juga memperlancar mobilitas masyarakat antar-dusun dan akses menuju induk desa.