
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggerakkan pelajar SMA, SMK, dan SLB Negeri dan Swasta se-Provinsi Riau untuk menggelar aksi gotong royong massal serentak dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Setiap sekolah diminta untuk menggelar kegiatan tersebut pada Jumat, 23 Oktober di lingkungannya masing-masing.
"Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengimbau seluruh insan pendidikan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Gotong Royong Massal," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, Kamis (22/10/2026).
Menurut Erisman, momentum Sumpah Pemuda tidak boleh dimaknai hanya sebagai seremonial upacara bendera. Semangat persatuan pemuda harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan sekolah.
"Gotong royong adalah wujud kepedulian terhadap lingkungan dan semangat pemuda dalam membangun Indonesia yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Ini adalah cara kita memupuk semangat persatuan dimulai dari sekolah kita tercinta," katanya.
Untuk gotong royong masal, dikatakan Erisman, seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan akan dilibatkan untuk aksi bersih lingkungan.
"Kegiatannya meliputi membersihkan kelas dan halaman, merapikan taman sekolah, memungut sampah plastik, serta menanam pohon dan tanaman hias untuk mendukung program Sekolah Adiwiyata dan sekolah hijau dan sehat," katanya.
Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan untuk mengadakan kegiatan lomba baca puisi antarsiswa bertema lingkungan. Dengan subtema "ASAP - Jangan Bakar Hutan Kami".
Dikatakannya, pemilihan tema ini sangat relevan dengan kondisi Provinsi Riau yang setiap tahun menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Melalui puisi, pelajar diharapkan menjadi agen kampanye dan duta penyelamat lingkungan untuk menyuarakan kepedulian agar hutan Riau tidak lagi dibakar.
"Melalui puisi ini, kita ingin anak-anak muda Riau memiliki kepekaan ekologis. Mereka adalah generasi yang akan menjaga paru-paru dunia di Riau," ucapnya.
Gerakan ini menargetkan seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri dan Swasta di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Disdik Riau meminta setiap sekolah untuk mendokumentasikan kegiatan dan mengunggahnya di media sosial sekolah masing-masing sebagai bentuk publikasi semangat Sumpah Pemuda.
Dengan adanya kegiatan ini, Disdik Riau berharap nilai-nilai Sumpah Pemuda yakni satu nusa, satu bangsa, satu bahasa Indonesia dapat terinternalisasi dalam bentuk cinta lingkungan, kerja bersama, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia yang bersih dan lestari.