
BUALBUAL.com - Suasana sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru mendadak berubah haru saat Ustaz Abdul Somad (UAS) hadir memberikan kesaksian dalam perkara yang menjerat Abdul Wahid.
Sejak memasuki ruang sidang, perhatian seluruh hadirin tertuju kepada dai kondang asal Riau tersebut. Dalam keterangannya, UAS tidak hanya menceritakan perjalanan politik Abdul Wahid, mulai dari proses pencalonan hingga akhirnya dipercaya masyarakat untuk memimpin, tetapi juga mengungkap hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin di antara keduanya.
Namun momen yang paling menyentuh terjadi ketika UAS menyampaikan pesan dukungan langsung kepada Abdul Wahid. Suasana ruang sidang yang sebelumnya formal mendadak hening. Sejumlah hadirin tampak menundukkan kepala, sementara beberapa lainnya tidak mampu menahan air mata.
"Saya hadir untuk Abdul Wahid. Untuk saudara kandung saya sendiri pun belum pernah saya melakukan hal seperti ini," ujar UAS dengan suara bergetar.
Ia kemudian menyampaikan kalimat yang menyentuh hati seluruh peserta sidang.
"Abdul Wahid, Wahid artinya satu. Engkau tidak sendirian, Wahid. Karena engkau Abdul Wahid, hamba Allah yang mengagungkan Allah. Allah akan menolong engkau."
UAS juga mengibaratkan cobaan yang sedang dihadapi Abdul Wahid seperti orang yang menjalani ibadah puasa.
"Ujian ini seperti puasa, Abdul Wahid. Sampai masanya matahari tenggelam, azan Magrib pasti akan terdengar. Mulut muazin bisa saja ditahan untuk tidak mengumandangkan azan, tetapi rona merah di ufuk barat akan tetap menyala. Magrib itu pasti tiba," tuturnya.
Pesan tersebut membuat suasana ruang sidang semakin emosional. Banyak yang terdiam menyimak setiap kalimat yang disampaikan UAS.
Di akhir pernyataannya, UAS kembali menegaskan dukungannya kepada Abdul Wahid.
"Aku akan tetap membela engkau, Abdul Wahid," ucapnya.
Kalimat sederhana namun penuh makna itu menutup salah satu momen paling mengharukan dalam persidangan yang berlangsung hari itu.