
BUALBUAL.com - Kepedulian dan semangat gotong royong ditunjukkan warga Desa Sungai Teritip, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Mereka telah memperbaiki jalan rusak sepanjang kurang lebih 2 kilometer secara swadaya, tepatnya di Dusun Damai, RT 01, 02, dan 03 RW 01, tanpa bantuan dari pemerintah daerah.
Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju Sungai Guntung sebagai pusat kecamatan. Selama ini, kondisinya rusak parah dan berlubang sehingga menghambat aktivitas warga sehari-hari.
Perbaikan jalan tidak hanya mengandalkan tenaga warga, tetapi juga didukung melalui penggalangan dana dari masyarakat serta bantuan netizen melalui media sosial. Bantuan yang diterima tidak hanya berupa uang, namun juga material seperti pasir, semen, batu, dan kebutuhan lainnya.
Inisiatif ini bermula dari salah seorang warga, Muhammad Riduan atau akrab disapa Boby, yang membuka donasi untuk perbaikan jalan. Ia bersama tim kecil yang terdiri dari Muhammad Riduan sebagai ketua, Supriadi sebagai sekretaris, dan Riani Safitri (Ria) sebagai bendahara, aktif menggalang dukungan dari masyarakat setempat hingga ke media sosial seperti Facebook dan WhatsApp.
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik. Kami bergerak sendiri lewat open donasi. Dana dari masyarakat, dibantu juga oleh netizen. Bahkan ada yang mengirim material seperti pasir, semen, batu, dan lainnya,” ujar Boby. 05/05/26
Ia menjelaskan, Dusun Damai terdiri dari 5 RT dan 2 RW yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.
Aksi swadaya ini dilakukan karena lamanya penantian terhadap perbaikan dari pemerintah yang tak kunjung terealisasi. Warga pun mengaku kecewa atas minimnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
“Kami sangat kecewa kepada pemerintah. Entah sampai kapan daerah kami bisa tersentuh pembangunan,” ungkap Boby.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada perhatian dari pihak pemerintah, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada perhatian dari pihak pemerintah, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten.
“Kami tidak meminta banyak. Kami hanya berharap pemerintah ikut turut membantu, baik dalam bentuk material maupun dukungan lainnya. Biar masyarakat yang mengerjakannya,” tambahnya.
Warga berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar segera dilakukan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada swadaya untuk kebutuhan dasar seperti akses jalan.
Saat ini, proses perbaikan masih terus dilakukan secara gotong royong, dengan harapan jalan tersebut dapat kembali layak dilalui dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.