Tanpa Pertarungan, Evi Juliana Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Rohul 2026-2031

Sabtu, 26 September 2026

BUALBUAL.com - Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu berakhir tanpa pertarungan terbuka. Anggota DPRD Provinsi Riau, Evi Juliana, secara aklamasi dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Rokan Hulu periode 2026-2031, menggantikan H Sari Antoni yang sebelumnya menjabat sebagai ketua.

Hasil tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses suksesi kepemimpinan Golkar Rohul yang sebelumnya diperkirakan bakal berlangsung dinamis. Namun, forum Musda VI yang digelar Sabtu (26/9/2026) justru berjalan dalam suasana tertib, aman dan penuh kebersamaan.

Evi Juliana sendiri bukan nama baru di tubuh Golkar Rohul. Ia merupakan kader yang telah lama berada dalam struktur partai. Dalam daftar calon anggota DPRD Provinsi Riau Pemilu 2024, Evi tercatat sebagai calon Golkar dari daerah pemilihan Rokan Hulu dan kemudian menjadi anggota DPRD Riau periode 2024-2029.

Forum Musda tersebut turut dihadiri Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pengurus, serta kader Partai Golkar se-Kabupaten Rokan Hulu.

Berbeda dengan sejumlah Musda partai yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan persaingan antarkandidat, Musda VI Golkar Rohul berlangsung kondusif. Tidak adanya kontestasi terbuka hingga berujung aklamasi menjadi salah satu catatan penting dalam forum konsolidasi partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Riau, H Suparman, mengatakan pelaksanaan Musda kali ini mengikuti mekanisme organisasi yang telah ditetapkan secara berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga DPP.

Menurutnya, proses pencalonan dan kepemimpinan di tubuh Golkar harus berjalan sesuai aturan organisasi dan mendapatkan persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku.

Suparman menyambut baik hasil Musda VI tersebut. Ia menilai aklamasi yang melahirkan Evi Juliana sebagai ketua menunjukkan adanya kesepahaman di internal Golkar Rohul.

“Musda ini berjalan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Terpilihnya Ibu Evi Juliana secara aklamasi adalah bukti kedewasaan demokrasi internal kader Golkar Rohul. Kami berharap kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi, merangkul semua elemen, dan membawa Golkar semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Menurutnya, setiap kader harus memiliki arah perjuangan yang jelas serta menjalankan keputusan organisasi secara konsisten.

“Jangan menggunakan pola perjuangan yang dilandasi amarah maupun sikap yang tidak terarah. Seluruh kader harus solid dan mampu menjalankan setiap keputusan organisasi,” pesannya.

Sementara itu, usai menerima mandat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Rohul periode 2026-2031, Evi Juliana menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk membawa organisasi tersebut semakin solid.

“Terima kasih atas kepercayaan luar biasa ini. Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh kader Golkar Rokan Hulu. Tugas berat menanti, menyatukan barisan, menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan rakyat, serta menjaga nama baik partai di tengah masyarakat. Saya berjanji akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, bersama seluruh jajaran,” tegas Evi.

Dalam Musda VI DPD Partai Golkar Rohul ini juga dibentuk tim formatur yang terdiri dari Evi Juliana, SE., MM selaku ketua terpilih, dibantu empat orang anggota, yakni Sukirno, Seriusman, Romi Juliandra dan Wahyu Hidayat.

Tim formatur tersebut nantinya bertugas menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar Rohul periode 2026-2031.

Musda VI Golkar Rohul bukan hanya menjadi momentum pergantian pucuk pimpinan. Forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan Golkar Rohul ke depan.

Kini, setelah kepemimpinan baru terbentuk secara aklamasi, pekerjaan berikutnya berada di tangan Evi Juliana bersama jajaran. Konsolidasi internal, penyusunan struktur kepengurusan dan penerjemahan program partai menjadi kerja nyata di tengah masyarakat menjadi tantangan berikutnya bagi kepemimpinan baru Golkar Rohul.