Terungkap! Ini Penyebab Harga Kelapa di Inhil Anjlok hingga Rp1.700 per Kg

Kamis, 30 Juli 2026

BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengungkapkan bahwa turunnya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipengaruhi oleh melemahnya permintaan pasar global di tengah meningkatnya produksi kelapa yang sedang memasuki musim panen.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi, S.Hut., M.T., mengatakan penurunan harga kelapa bukan hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga merupakan dampak dari perlambatan pasar internasional terhadap produk kelapa dan turunannya.

"Ada beberapa penyebab harga kelapa turun. Saat ini permintaan produk hasil kelapa dan turunannya sedang menurun di pasar global sehingga antrean bahan baku di Sambu juga sedang ramai. Penjualan ke Malaysia melalui kapal juga sedang sepi," ujar Supriyadi, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan harga kelapa mengalami penyesuaian. Saat ini harga kelapa jambul yang dipasarkan ke Malaysia berada di kisaran Rp1.700 per kilogram, sementara harga pembelian di PT Pulau Sambu mencapai sekitar Rp1.900 per kilogram untuk kelapa jambul dan Rp2.200 per kilogram untuk kelapa licin.

Di sisi lain, produksi kelapa dari kebun petani justru meningkat karena saat ini memasuki musim panen. Supriyadi menyebut hasil panen yang melimpah didukung oleh kondisi infrastruktur perkebunan yang semakin baik serta cuaca yang masih bersahabat.

"Sekarang sedang musim panen dan hasilnya juga bagus. Ini merupakan dampak dari perbaikan infrastruktur. Air pasang belum terlalu tinggi dan curah hujan juga masih normal sehingga produksi buah meningkat," jelasnya.

Pemprov Riau, lanjut Supriyadi, juga telah berkomunikasi langsung dengan pihak PT Pulau Sambu untuk mengetahui kondisi pasar terkini.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Sambu. Mereka menyampaikan bahwa permintaan memang relatif landai, sedangkan buah yang masuk ke pabrik sedang banyak," katanya.

Meski harga kelapa saat ini mengalami tekanan, Pemprov Riau terus menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui usulan pembentukan regulasi harga serta percepatan hilirisasi industri kelapa agar petani memperoleh nilai jual yang lebih baik dan memiliki pasar yang lebih kuat di masa mendatang.