
BUALBUAL.com - Guna untuk terus menghidupkan tradisi ikonik yang telah ada sejak zaman kolonial. Pemuda dan pemudi Desa Pulau Palas, Kecamatan Hulu, Inhil kembali gelar Tradisi "Begarakkan Pengantin Sahur", Minggu (15/03/2026).
Tradisi Pengantin Sahur ini merupakan sebuah parade pelaminan berjalan yang menampilkan pasangan suami istri sah, sukses digelar pada Minggu dini hari terakhir bulan suci Ramadan tahun ini.
Meskipun tahun ini tidak dikemas dalam bentuk perlombaan dan tanpa bantuan dari pemerintah daerah seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini tetap terlaksana dengan meriah.
Sebanyak 5 pasang suami istri sah diarak menggunakan gerobak dorong yang dihias megah layaknya pelaminan, menyusuri jalanan desa di tengah antusiasme ribuan warga yang datang dari berbagai daerah.
Kepala Desa Pulau Palas, Arifin menyatakan bahwa pelaksanaan tahun ini murni bersumber dari partisipasi aktif dan dana swadaya pemuda-pemudi setempat.
"Ini adalah potensi besar Desa Pulau Palas yang sudah turun-temurun sejak tahun 1945, zaman Belanda. Meski tahun ini tidak ada perlombaan, kami bangga pemuda di sini tetap kompak menjaga tradisi agar tidak luntur," ujarnya.
Ada pergeseran menarik dalam pelaksanaan tahun ini. Jika dahulu dekorasi dan musik pengiring kental dengan nuansa tradisional, kini sentuhan modernitas mulai terlihat pada hiasan pelaminan dan aransemen musik yang dibawakan.
Namun, nilai sakral dari tradisi suku Banjar ini tetap terjaga, di mana para peserta yang disandingkan adalah pasangan suami istri asli, bukan sekadar pemeran.
Tradisi Begarakkan Pengantin Sahur terbukti memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Ribuan pasang mata menyaksikan arak-arakan ini, membuktikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas membangunkan sahur, melainkan aset budaya yang mampu menggerakkan massa dan ekonomi lokal.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi warga, Kepala Desa Pulau Palas memberikan santunan atau uang saku kepada para pasangan pengantin yang ikut serta.
"Kami sangat berharap adanya perhatian kembali dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Dukungan seperti subsidi kegiatan sangat kami perlukan agar tradisi yang sudah berusia puluhan tahun ini bisa terus eksis dan berkembang lebih besar lagi, dan menjadi potensi luar biasa dari Inhil" tambah sang Wali Desa.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan budaya lokal yang dirawat dengan gotong royong mampu bertahan melintasi zaman, sekaligus menjadi undangan terbuka bagi pemerintah dan pemerhati budaya untuk melirik potensi wisata religi dan budaya di ujung Provinsi Riau ini.***