Tragedi di Tambang Emas Ilegal Kuansing, Seorang Pekerja Tewas Tersangkut Tali Jangkar

Rabu, 01 Juli 2026

BUALBUAL.com - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali memakan korban jiwa. Seorang pekerja tambang asal Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di lokasi tambang emas ilegal di Desa Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, korban diduga meninggal dunia setelah tersangkut tali jangkar saat beraktivitas di lokasi tambang emas ilegal tersebut.

"Korban meninggal dunia akibat tersangkut tali jangkar di lokasi tambang ilegal Desa Pulau Jambu," ungkap sumber kepada Haluanriau.co.

Dari informasi yang dihimpun, rakit dompeng tempat korban bekerja diduga milik seorang warga Desa Pulau Jambu berinisial A.

Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait maraknya aktivitas PETI yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Warga menilai aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan para pekerja.

"Inilah yang selalu kami khawatirkan sejak awal. Namun, seolah tidak pernah ada tindakan serius dari pihak berwenang dan selalu dianggap sebagai persoalan sepele," ujar sumber.

Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas pertambangan ilegal yang masih beroperasi, khususnya di wilayah Desa Pulau Jambu dan sekitarnya.

Sebelumnya, sekitar sepekan lalu, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana sempat merespons laporan terkait aktivitas PETI yang diduga beroperasi di Desa Pulau Jambu.

"Terima kasih infonya, Bang. Akan kami tindak lanjuti," ujar Hidayat Perdana saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian maupun langkah penanganan yang dilakukan pasca-insiden tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut.