Trauma Berat! Mahasiswi Pekanbaru Ngaku Jadi Korban Curas Teman Dekat, Terduga Pelaku Belum Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026

BUALBUAL.com – Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru berinisial SEL (23) mengaku mengalami trauma berat setelah menjadi korban dugaan pencurian dengan kekerasan (curas). Hingga kini, terduga pelaku berinisial AF disebut belum ditangkap meski laporan telah disampaikan ke Polresta Pekanbaru.

Kuasa hukum korban, Muhammad Taufik, SH, mengatakan laporan polisi telah dibuat sejak 23 Agustus 2026. Korban beserta sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh penyidik.

"Namun hingga saat ini, terduga pelaku belum ditangkap maupun ditahan. Bahkan pelaku masih berkeliaran dan diduga kerap melakukan intimidasi terhadap korban," ujar Taufik, didampingi korban dan orang tuanya.

Menurut Taufik, intimidasi tersebut membuat korban semakin trauma dan takut beraktivitas, termasuk mengikuti perkuliahan. Korban juga merasa tertekan karena pelaku mengetahui dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Korban semakin trauma. Bahkan pelaku pernah mengirim pesan melalui WhatsApp dan mengaku memiliki bekingan," ungkapnya.

Taufik menjelaskan, peristiwa dugaan curas itu terjadi pada 21 Agustus 2026 di kawasan Perumahan Mutiara Panam Regency, Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru. Saat itu, terduga pelaku yang merupakan teman dekat korban datang ke lokasi hingga terjadi cekcok.

Perselisihan tersebut kemudian diduga berujung pada aksi kekerasan. Korban mengaku dipukul hingga mengalami luka lebam di bagian wajah.

Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang elektronik milik korban, di antaranya satu unit iPhone, satu unit tablet, dan satu unit telepon genggam Android, sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Atas peristiwa tersebut, keluarga korban telah membuat laporan resmi ke Polresta Pekanbaru dengan Nomor LP/1109/VIII/2026/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau.

Pihak kuasa hukum berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menangkap terduga pelaku agar korban memperoleh rasa aman dan kepastian hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tanggapan dari terduga pelaku terkait dugaan tersebut.