
BUALBUAL.com - Aliansi Pemuda Senapelan menyampaikan permohonan maaf dan mencabut tudingan dugaan penyelenggaraan pesta Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) oleh Laksamana Muda.
Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Pemuda Senapelan, Dimas Hidayat, setelah tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.
"Sebagaimana dijelaskan pihak Laksamana Muda bahwa aktivitas pribadi pengunjung dalam video viral itu bukan bagian dari acara, program, ataupun arahan manajemen. Namun tuduhan telanjur tersebar luas sehingga klarifikasi ini juga perlu mendapat ruang yang sama," ujar Dimas, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, Direktur Laksamana Muda, Howandi Chandra, menjelaskan bahwa sekitar 1,5 tahun berdiri, Laksamana Muda dibangun dengan kerja keras untuk menjadi tempat yang positif. Laksamana Muda menjadi ruang masyarakat berkumpul, keluarga merayakan kebahagiaan, komunitas berkegiatan, serta musisi dan seniman memperkenalkan karya.
Di balik itu juga ada perjuangan para karyawan, pekerja seni, dan mitra yang setiap hari menjaga pelayanan serta menghidupkan tempat ini. Berbagai kegiatan olahraga, kesenian, bakti sosial, dan hiburan telah dihadirkan untuk masyarakat sekaligus mendukung ekonomi Pekanbaru.
"Masyarakat juga dipersilahkan datang, mengenal, dan menilai langsung suasana serta kegiatan Laksamana Muda. Sebuah tempat layak dinilai secara utuh, dengan melihat kegiatan dan kontribusinya," katanya.
Melalui penyelesaian ini, Laksamana Muda dan Aliansi Pemuda Senapelan juga berkomitmen membangun kerja sama untuk kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kota Pekanbaru.
"Mari bijak menyampaikan informasi. Kritik harus tetap mendapat ruang, dan informasi yang keliru harus dikoreksi," harapnya.
Ia juga berharap, Laksamana Muda terus berkarya dan memajukan ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru.