Verval KDKMP Dikebut, Pemprov Riau Dampingi Enam Kabupaten/Kota

Senin, 21 September 2026

BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi Riau mempercepat proses verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pendampingan langsung kepada pemerintah kabupaten dan kota. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemeriksaan dokumen, pengecekan lapangan, hingga penginputan hasil verval berjalan lebih cepat dan berkesinambungan.

Upaya percepatan itu dibahas dalam Rapat Pemantauan Percepatan Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Nasional yang digelar secara virtual, Minggu (20/9/2026). Pemerintah Provinsi Riau mengikuti rapat dari Ruang Rapat Kediaman Sekretaris Daerah Provinsi Riau.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, percepatan verval menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan KDKMP berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Karena itu, Pemprov Riau terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama dalam pemenuhan dokumen dan penyelesaian tahapan verifikasi.

“Pemprov Riau terus mendorong percepatan verifikasi dan validasi melalui koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, sehingga setiap tahapan dapat diselesaikan sesuai ketentuan dan tidak mengalami keterlambatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau Taufik OH menjelaskan, tim verval provinsi telah melakukan pendampingan langsung di enam kabupaten/kota selama sekitar satu bulan terakhir.

Enam daerah tersebut yakni Kota Dumai serta Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kampar.

“Kami sudah turun mendampingi enam kabupaten/kota, yaitu Kota Dumai, Kabupaten Kuansing, Pelalawan, Rohil, Rohul, dan Kampar,” ungkap Taufik.

Menurutnya, pendampingan dilakukan untuk memastikan data dan dokumen pendukung atau evidence telah memenuhi kebutuhan verifikasi sebelum hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam sistem.

Selain turun langsung ke daerah, tim provinsi juga melakukan koordinasi rutin dengan dinas yang membidangi koperasi di kabupaten/kota melalui pertemuan virtual setiap pekan.

“Kami berkoordinasi melalui Zoom dengan kadis-kadis kabupaten/kota setiap Kamis pukul 08.00 pagi. Tim yang turun juga membawa laptop untuk langsung melakukan input apabila datanya sudah dianggap memadai,” jelasnya.

Taufik mengatakan, pola tersebut memungkinkan proses pemeriksaan dan penginputan dilakukan dalam satu rangkaian pendampingan sehingga penyelesaian verval dapat berlangsung lebih cepat.

Pendampingan selanjutnya akan dilakukan di enam kabupaten/kota lainnya dengan jadwal yang disesuaikan dengan kesiapan masing-masing daerah.

“Untuk enam daerah lainnya, akan kami atur jadwal turun berikutnya sehingga proses pendampingan dan penginputan dapat terus berjalan secara bertahap,” katanya.