
BUALBUAL.com - Video berdurasi 28 detik yang diduga menampilkan aktivitas pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Pekanbaru menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan.
Beredarnya video tersebut dinilai meresahkan masyarakat karena dianggap bertentangan dengan norma sosial serta nilai budaya Melayu yang selama ini dijunjung tinggi di Provinsi Riau.
Anggota DPRD Riau dari Daerah Pemilihan Pekanbaru, Ayat Cahyadi, menyampaikan keprihatinannya apabila informasi yang beredar dalam video tersebut terbukti benar.
Menurutnya, aktivitas yang diduga terjadi di tempat hiburan malam itu tidak sejalan dengan karakter Pekanbaru sebagai kota Melayu yang religius.
"Sedih dan geram mendengar informasi tersebut. Jika benar, hal seperti ini tidak pantas terjadi di Riau yang dikenal sebagai negeri Melayu dengan nilai-nilai keislaman yang kuat," ujarnya.
Ayat juga menilai dugaan aktivitas tersebut bertentangan dengan visi pembangunan Kota Pekanbaru yang mengedepankan budaya, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pekanbaru bersama aparat kepolisian yang langsung menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, respons cepat tersebut penting untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kebenaran informasi yang beredar.
Ayat berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh. Ia juga meminta seluruh tempat hiburan malam di Pekanbaru dipastikan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku serta menghormati norma dan kearifan lokal.
Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi dari aparat terkait mengenai kebenaran isi video yang beredar. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan fakta di lapangan.