
BUALBUAL.com - Penunjukan Muhammad Sambu Harman sebagai Komisaris PT SPR Langgak menjadi perhatian publik. Pria berusia 22 tahun itu merupakan putra mantan Bupati Rokan Hulu sekaligus mantan Ketua DPRD Riau, Suparman, sehingga muncul anggapan bahwa dirinya memperoleh jabatan melalui jalur kedekatan keluarga.
Menanggapi sorotan tersebut, Sambu menegaskan bahwa pengangkatannya bukan karena dorongan sang ayah, melainkan atas pilihan dan kemampuannya sendiri.
"Privilege setiap orang berbeda. Saya bersyukur memiliki ayah yang pernah memimpin. Tapi beliau tidak pernah menyuruh atau mendorong saya menduduki jabatan ini. Ini murni keinginan saya sendiri karena saya yakin mampu," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Sambu mengatakan, kritik yang muncul justru menjadi motivasi untuk membuktikan kemampuannya melalui kinerja.
"Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa, bahkan lebih baik. Ini tanggung jawab besar dan saya siap mengembannya," tegasnya.
Ia menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai Komisaris PT SPR Langgak melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 19 Juni 2026, dirinya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk fit and proper test.
Lahir pada 15 November 2003, Sambu merupakan lulusan Program Studi Administrasi Publik Universitas Riau pada 2024. Saat ini ia juga sedang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning.
Selain aktif di dunia akademik, ia juga pernah berkiprah di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Menurutnya, pengalaman organisasi menjadi bekal dalam membangun kepemimpinan dan kemampuan mengelola tim.
"Pengalaman berorganisasi membentuk jiwa kepemimpinan saya dan mengajarkan bagaimana bekerja sama dalam tim," katanya.
Sambu juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengikuti seleksi masuk TNI. Meski tidak lolos, keinginan untuk mengabdi kepada daerah tetap menjadi cita-citanya.
"Saya tetap ingin mengabdi untuk daerah, hanya jalannya yang berbeda," ungkapnya.
Ke depan, ia berharap dapat membangun sinergi dengan Direktur PT SPR Langgak, Dr. Satria Antoni, guna meningkatkan kinerja dan pendapatan perusahaan.
"Saya ingin sejalan dengan Pak Direktur. Beliau senior saya di HMI, dan saya yakin kami bisa membawa perusahaan menjadi lebih baik," tuturnya.
Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau terkait berbagai sorotan yang berkembang. Menurutnya, pesan yang diterima cukup sederhana, yakni fokus bekerja dan membuktikan kemampuan melalui hasil.
"Beliau berpesan agar tidak mengambil pusing dengan berbagai komentar. Buktikan saja lewat kinerja. Itu yang akan saya lakukan," katanya.
Menutup pernyataannya, Sambu mengaku tidak anti terhadap kritik. Sebaliknya, ia menilai pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah yang diembannya.
"Saya senang kalau bekerja ada yang mengawasi. Kritik dan keraguan justru menjadi kekuatan bagi saya untuk membuktikan kemampuan," pungkasnya.