
BUALBUAL.com - Warga Dusun Sungai Puntian, Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dikejutkan oleh dugaan kemunculan harimau Sumatera pada Rabu malam (28/10/2026), sekitar pukul 20.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, seekor lembu ditemukan mengalami luka pada bagian leher yang diduga akibat serangan satwa liar tersebut. Namun, identitas satwa dan penyebab pasti luka pada ternak itu masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Peristiwa tersebut bermula ketika warga mendengar suara keras dari arah lokasi pemeliharaan ternak. Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa keadaan.
Saat warga tiba, satwa yang diduga harimau Sumatera itu sudah tidak terlihat. Kemunculannya pun menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar perkebunan dan kawasan yang berdekatan dengan habitat satwa liar.
Menanggapi laporan dugaan kemunculan harimau Sumatera tersebut, Komandan BPO Kokam Kabupaten Indragiri Hilir, Sona Adiansah, S.Kom.I., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada malam hari serta ketika berada di sekitar perkebunan, hutan, dan lokasi pemeliharaan ternak.
Menurut Sona, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Warga diminta tidak menganggap remeh laporan kemunculan satwa liar, terlebih setelah adanya informasi mengenai ternak yang mengalami luka.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan diri dan lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jangan beraktivitas sendirian pada malam hari di kawasan yang dicurigai menjadi jalur perlintasan satwa liar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mendekati, mengejar, atau mencoba mengusir satwa tersebut secara langsung apabila kembali terlihat.
“Jika menemukan tanda-tanda keberadaan harimau, jangan mencoba mendekati, mengejar, atau mengusirnya sendiri. Segera laporkan kepada pemerintah desa dan petugas yang berwenang,” tambahnya.
Selain meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, Sona mengimbau warga yang memiliki ternak agar memperketat pengawasan dan memastikan kandang berada dalam kondisi aman.
Ia berharap pemerintah desa, masyarakat, dan petugas konservasi dapat berkoordinasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut, melakukan pemeriksaan lapangan, serta menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah antisipasi diperlukan untuk meminimalkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar, sekaligus menjaga keselamatan warga dan kelestarian satwa yang dilindungi.
“Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban baru meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan manusia harus dijaga, tetapi satwa liar yang dilindungi juga harus ditangani secara tepat dan tidak diburu atau dibunuh secara sembarangan,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kepedulian terhadap alam.
Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas satwa yang dilaporkan muncul di Dusun Sungai Puntian maupun penyebab pasti luka pada lembu tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk memastikan kejadian dan menentukan langkah penanganan yang tepat.