
PEKANBARU, BUALBUAL.com — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 745 kasus sejak Januari hingga awal Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, tiga warga meninggal dunia.
Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mencatat kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Tuah Madani dengan 117 kasus. Selanjutnya, Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 109 kasus dan Bukit Raya 82 kasus.
Tiga warga yang meninggal dunia masing-masing berasal dari Kecamatan Tuah Madani, Sail, dan Kulim.
Sekretaris Diskes Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala demam tinggi, terutama di tengah perubahan cuaca menuju musim penghujan.
“Awalnya mungkin dianggap demam biasa, tetapi kemudian demam tinggi. Saat sampai di rumah sakit, trombosit mengalami penurunan sehingga kondisi sangat lemah,” ujar Dedy, Senin (5/10/2026).
Menurut Dedy, kondisi lingkungan yang banyak menampung air dapat menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, masyarakat diminta rutin memeriksa lingkungan sekitar rumah dan membersihkan wadah yang berpotensi menampung air.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.
“Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang,” tegasnya.