<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://www.bualbual.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://www.bualbual.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>KMP Barembang Hampir Dua Tahun Mangkrak, Kado untuk Inhil atau Kapal Pajangan?</title><link>https://www.bualbual.com/kmp-barembang-hampir-dua-tahun-mangkrak-kado-untuk-inhil-atau-kapal-pajangan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Belum usai persoalan anjloknya harga kelapa yang menghimpit ekonomi masyarakat, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali dihadapkan pada persoalan konektivitas dan penguatan ekonomi daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabar mengenai rencana penarikan kembali Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Barembang oleh Pemerintah Provinsi Riau mulai beredar. Kapal yang sebelumnya digadang&#45;gadang sebagai kado istimewa Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir itu disebut&#45;sebut akan dikembalikan ke daerah asalnya, Kabupaten Dumai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, hingga kini kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemerintah Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Hardinata, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp memastikan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan apa pun terkait rencana penarikan KMP Barembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Belum ada. Komunikasi lisan maupun tertulis kepada kami belum ada,” ujar Hardinata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, KMP Barembang memang tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi Riau. Namun, hingga saat ini kapal tersebut masih berada di wilayah Inhil dan belum ada pemberitahuan resmi mengenai rencana pemindahan maupun penarikan aset tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karena barang itu tercatat asetnya di provinsi. Sekarang berada di Belilan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hardinata menegaskan, apabila memang terdapat rencana penarikan kapal, semestinya ada koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Secara etika, kalau seandainya itu ditarik, tentunya ada koordinasi kita. Minimal secara lisan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia kembali memastikan hingga saat ini belum ada komunikasi yang masuk ke DLHP Inhil terkait rencana tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Belum ada masuk, belum ada komunikasi,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, isu mengenai KMP Barembang akan ditarik kembali oleh Pemprov Riau belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Riau yang membenarkan adanya rencana penarikan kapal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Hampir Dua Tahun di Inhil, Belum Beroperasi Optimal&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Di balik belum terkonfirmasinya kabar penarikan tersebut, persoalan yang lebih besar justru berada pada pertanyaan mengapa KMP Barembang hingga kini belum juga beroperasi sesuai harapan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapal Roro tersebut sebelumnya diproyeksikan membuka jalur konektivitas laut Tembilahan–Batam. Kehadirannya diharapkan bukan hanya menjadi sarana transportasi penumpang, tetapi juga menjadi jalur distribusi barang dan kendaraan yang mampu memperpendek rantai logistik masyarakat Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KMP Barembang dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus barang dan kendaraan bermotor, termasuk mobil berukuran besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, selama kapal berada di wilayah Tembilahan, operasional yang ditunggu masyarakat belum juga terealisasi secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapal berada di kawasan Pelabuhan Parit 21, tetapi hingga kini belum menjadi bagian dari aktivitas transportasi laut sebagaimana yang sebelumnya diharapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harapan untuk membuka akses langsung Tembilahan–Batam masih tertahan oleh berbagai persoalan, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga perizinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan yang menghambat pengoperasian KMP Barembang bukan sekadar keberadaan kapal. Pemerintah Kabupaten Inhil masih harus memastikan tersedianya infrastruktur pendukung yang memenuhi standar operasional kapal penyeberangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dermaga Parit 21 memang telah tersedia. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya dilengkapi sarana pendukung untuk aktivitas kapal Roro, terutama fasilitas naik&#45;turun penumpang dan kendaraan yang memenuhi standar keselamatan dan pelayanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Detail Engineering Design (DED) pembangunan dermaga Roro baru dibuat pada tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, kapal telah berada di daerah sebelum seluruh infrastruktur pendukungnya benar&#45;benar siap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, izin trayek dan izin prasarana juga menjadi bagian yang belum tuntas. Kondisi ini membuat pengoperasian kapal tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kesiapan fisik kapal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam transportasi penyeberangan, aspek keselamatan merupakan syarat mutlak. Kapal membutuhkan dermaga, terminal, fasilitas pelayanan, serta legalitas operasional yang sesuai ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, apabila kapal dipaksakan beroperasi tanpa memenuhi persyaratan tersebut, justru dapat menimbulkan persoalan baru.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Diharapkan Buka Jalur Ekonomi Tembilahan–Batam&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;KMP Barembang sebelumnya diposisikan sebagai salah satu aset strategis untuk memperkuat konektivitas laut Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapal tersebut juga disebut sebagai kado dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir. Pemerintah daerah berharap keberadaan KMP Barembang dapat mendukung pengaktifan Pelabuhan Parit 21 sebagai pelabuhan domestik strategis sekaligus membuka jalur baru menuju Batam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Inhil, Haji Herman, sebelumnya menyampaikan bahwa aktifnya Pelabuhan Parit 21 dapat menjadi pintu baru konektivitas antarwilayah sekaligus membuka jalur ekonomi strategis bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Herman, keberadaan Roro Tembilahan–Batam merupakan langkah strategis untuk membuka akses baru yang lebih cepat dan ekonomis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kapal Roro KMP Barembang dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus barang dan kendaraan bermotor, termasuk mobil berukuran besar dengan jalur Tembilahan–Batam,” ujar Herman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai keberadaan jalur tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap geliat perekonomian masyarakat Inhil, terutama dalam memasarkan hasil pertanian dan perkebunan ke luar daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inhil merupakan daerah dengan potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan. Ketika akses transportasi dibuka langsung menuju wilayah seperti Batam, masyarakat memiliki peluang untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, ketika kapal belum juga beroperasi, seluruh potensi tersebut masih sebatas harapan.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Di Tengah Krisis Harga Kelapa, Akses Pasar Justru Belum Terbuka&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Persoalan ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat Inhil saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anjloknya harga kelapa telah menjadi persoalan serius bagi petani dan pekebun. Salah satu persoalan yang terus muncul adalah terbatasnya akses pasar dan tingginya biaya distribusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam situasi tersebut, keberadaan jalur transportasi laut langsung menuju Batam seharusnya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses pemasaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil perkebunan, perikanan, maupun produk usaha masyarakat dapat dikirim menuju pasar di luar daerah tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi nelayan dan pelaku usaha kecil, konektivitas semacam ini bukan sekadar persoalan transportasi. Ini menyangkut biaya angkut, waktu tempuh, akses pasar, dan pada akhirnya pendapatan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, mandeknya operasional KMP Barembang menjadi semakin sulit dipisahkan dari persoalan pembangunan ekonomi daerah.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Isu Penarikan Belum Terbukti, tetapi Ketidakpastian Sudah Terjadi&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Di sinilah persoalan KMP Barembang menjadi menarik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di satu sisi, kabar mengenai penarikan kapal oleh Pemprov Riau belum terbukti dan belum dikonfirmasi secara resmi. DLHP Inhil bahkan secara tegas menyatakan belum menerima komunikasi apa pun mengenai rencana tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun di sisi lain, ketidakpastian mengenai masa depan kapal memang sudah berlangsung cukup lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapal berada di Inhil, tetapi belum beroperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalur Tembilahan–Batam digadang&#45;gadang menjadi konektivitas strategis, tetapi belum terealisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelabuhan Parit 21 disebut akan dihidupkan sebagai pintu ekonomi baru, tetapi aktivitas yang diharapkan dari kapal Roro belum berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, masyarakat kembali dihadapkan pada isu bahwa kapal tersebut akan ditarik kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun isu tersebut belum terbukti, munculnya kabar itu menunjukkan satu persoalan penting: publik membutuhkan kepastian mengenai status dan masa depan KMP Barembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka sejauh mana proses pengoperasian kapal telah berjalan, apa saja kendalanya, kapan infrastruktur akan selesai, bagaimana perkembangan perizinan, serta bagaimana status pengelolaan kapal yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Riau tersebut.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Jangan Sampai KMP Barembang Hanya Menjadi Pajangan&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Masyarakat pada akhirnya tidak membutuhkan sekadar kapal yang bersandar di Pelabuhan Parit 21.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat membutuhkan kapal yang benar&#45;benar berlayar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, sejak awal KMP Barembang hadir membawa narasi besar: membuka jalur Tembilahan–Batam, memangkas biaya logistik, memperluas pasar hasil produksi masyarakat, menghidupkan Pelabuhan Parit 21, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika seluruh rencana tersebut tidak segera diwujudkan, KMP Barembang berisiko berubah dari simbol harapan menjadi simbol ketidakpastian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apalagi, masyarakat Inhil saat ini membutuhkan langkah konkret untuk memperluas pasar dan menekan biaya distribusi. Terlebih di tengah tekanan ekonomi akibat persoalan harga kelapa yang belum sepenuhnya terselesaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, persoalan KMP Barembang tidak semestinya berhenti pada polemik “ditarik atau tidak ditarik”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: &lt;strong&gt;mengapa kapal yang sudah tersedia hampir dua tahun belum juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan lebih jauh lagi, &lt;strong&gt;siapa yang bertanggung jawab memastikan kapal, dermaga, izin, dan jalur pelayaran benar&#45;benar terintegrasi sehingga konektivitas Tembilahan–Batam tidak berhenti sebagai janji pembangunan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabar penarikan memang belum terkonfirmasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi satu hal yang sudah nyata, KMP Barembang hingga kini belum berlayar sebagaimana harapan masyarakat Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini publik menunggu bukan lagi sekadar janji, melainkan kepastian dan langkah konkret dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(*/R)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/34821248251-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260824_042720_0000.png"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 04:27:36 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118441/kmp-barembang-hampir-dua-tahun-mangkrak-kado-untuk-inhil-atau-kapal-pajangan</guid></item><item><title>Sultan Hadir di Tembilahan, Ratusan Penggemar Bernyanyi Bersama di Trezora Cafe</title><link>https://www.bualbual.com/sultan-hadir-di-tembilahan-ratusan-penggemar-bernyanyi-bersama-di-trezora-cafe</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke&#45;81 Republik Indonesia di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Trezora Cafe &amp;amp; Resto sukses menghadirkan mega bintang slow rock Malaysia, Sultan, dalam konser live eksklusif yang memukau ratusan pengunjung di Tembilahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran pelantun lagu&#45;lagu hits era 1990&#45;an tersebut menjadi magnet hiburan tersendiri bagi masyarakat. Di tengah minimnya panggung hiburan berskala besar di wilayah ini, kehadiran Sultan dimanfaatkan manajemen Trezora Cafe untuk menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat yang rindu akan alunan musik nostalgia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Owner Trezora Cafe, Dr. H. Ferryandi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas suksesnya acara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pihak swasta dalam menyemarakkan semangat kemerdekaan sekaligus mempererat kehangatan sosial di tengah masyarakat Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tentu kita dalam rangka memperingati HUT RI ke&#45;81 ini, kita semarakkan dengan penuh semangat. Kita tahu bahwa Indragiri Hilir ini memang kurang hiburan. Hiburan seperti ini tentunya bagi kita adalah untuk menghibur masyarakat kita,” ungkap Ferryandi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap kehadiran Sultan di Tembilahan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa semangat positif serta keberkahan bagi daerah, khususnya bagi komoditas kelapa yang menjadi salah satu sektor unggulan Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mudah&#45;mudahan dengan kehadiran Bang Sultan ini semangat kemerdekaannya ada, dan harapan kita nanti membawa berkah bagi daerah kita, khususnya komoditas kelapa Indragiri Hilir,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ferryandi juga mengaku kagum dengan kepribadian Sultan yang tetap ramah dan rendah hati di tengah popularitasnya sebagai musisi yang telah dikenal luas sejak era 1990&#45;an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, ikatan emosional antara karya&#45;karya Sultan dengan para penggemarnya di Inhil masih sangat kuat hingga saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tujuannya datang ke Indragiri Hilir ini dalam rangka bersilaturahmi bersama teman&#45;teman dan masyarakat. Fans&#45;nya banyak sekali, mulai beliau hit di tahun 1999 sampai hari ini, dan penggemar lagu&#45;lagu beliau di Kabupaten Indragiri Hilir ini luar biasa,” puji Ferryandi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Sultan menyambut antusias sambutan hangat masyarakat Tembilahan. Di sela&#45;sela penampilannya, ia turut mengajak para penonton untuk memaknai kemerdekaan dengan semangat positif dan optimisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“RI ke&#45;81, mari kita semarakkan HUT RI ini dengan penuh semangat! Semangat perjuangan itu juga masih ada di dalam diri kita semua, terlebih khusus kepada diri kita masing&#45;masing. Mari kita merdeka,” seru Sultan di hadapan para penonton yang memadati kafe.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suksesnya kegiatan tersebut semakin mempertegas Trezora Cafe &amp;amp; Resto sebagai salah satu destinasi kuliner dan hiburan di Kabupaten Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perpaduan sajian kuliner dengan penampilan musik berkelas berhasil menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah dan berkesan bagi masyarakat Tembilahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Trezora Cafe &amp;amp; Resto berlokasi di Jalan Lingkar 2 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Tempat tersebut menghadirkan konsep kuliner sekaligus tempat nongkrong dengan suasana nyaman, pelayanan, serta hiburan bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(pto)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/15760056714-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260824_041744_0000.png"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 04:18:02 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118440/sultan-hadir-di-tembilahan-ratusan-penggemar-bernyanyi-bersama-di-trezora-cafe</guid></item><item><title>Pendapatan Kebun Capai Miliaran, Ratusan Anggota Koperasi Mengaku Terima di Bawah Rp200 Ribu per Hektare</title><link>https://www.bualbual.com/pendapatan-kebun-capai-miliaran-ratusan-anggota-koperasi-mengaku-terima-di-bawah-rp200-ribu-per-hektare</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Minimnya transparansi dalam pengelolaan kemitraan perkebunan antara Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dan PT Oscar Investama memicu keluhan dari sejumlah anggota koperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah anggota menduga terjadi perubahan skema pembagian hasil yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh pihak. Perubahan tersebut dinilai berpotensi merugikan ratusan pemilik lahan yang tergabung dalam koperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan anggota koperasi, dalam perjanjian awal pembagian hasil disepakati dengan komposisi:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; PT Oscar Investama: 60 persen&lt;br&gt;&#45; Pemilik lahan: 35 persen&lt;br&gt;&#45; Pengurus koperasi: 5 persen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, anggota mengaku kemudian menemukan adanya skema pembagian baru. Dalam skema tersebut, 60 persen disebut dialokasikan untuk operasional perusahaan, 25 persen untuk pemotongan pinjaman, sementara tersisa 15 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalannya, menurut anggota, sisa 15 persen tersebut juga tidak sepenuhnya diterima oleh anggota koperasi. Mereka menyebut perusahaan masih mengambil bagian sebesar 65 persen dari porsi 15 persen tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi itu menjadi sorotan karena luas lahan yang dikelola mencapai sekitar 1.600 hektare. Dengan perkiraan produksi mencapai 2.000 ton per bulan, nilai hasil panen disebut dapat mencapai sekitar Rp5 miliar lebih per bulan, tergantung harga komoditas dan hasil produksi aktual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, berdasarkan pengakuan anggota koperasi, penerimaan yang mereka dapatkan justru disebut berada di bawah Rp200 ribu per hektare setiap bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dari pembagian yang sudah dipangkas habis&#45;habisan itu, akhirnya kami hanya menerima di bawah Rp200 ribu per hektare dalam sebulan. Sangat tragis dan tidak masuk akal,” tegas H. Said Adnan Ali, Jumat (21/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti yang menurutnya berkaitan dengan dugaan perubahan kesepakatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, perubahan skema pembagian hasil yang dinilai memberatkan ratusan pemilik lahan perlu dijelaskan secara terbuka kepada seluruh anggota koperasi. Ia juga menduga adanya persoalan dalam hubungan antara pengurus Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dengan manajemen PT Oscar Investama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para anggota meminta koperasi membuka seluruh dokumen kerja sama, mekanisme perhitungan hasil, potongan pinjaman, serta dasar perubahan skema pembagian hasil. Mereka juga meminta hak anggota dikembalikan sesuai kesepakatan awal apabila terbukti terdapat perubahan yang dilakukan tanpa persetujuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain meminta transparansi, anggota menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk mengusut dugaan pelanggaran kesepakatan dan memperjuangkan hak para pemilik lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dan pihak PT Oscar Investama belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi awak media.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Tim)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/84408675080-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260824_034626_0000.png"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 03:47:48 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118439/pendapatan-kebun-capai-miliaran-ratusan-anggota-koperasi-mengaku-terima-di-bawah-rp200-ribu-per-hektare</guid></item><item><title>Kelapa Tak Terserap, Syahrul Aidi: Jangan Sampai Petani Jadi Korban Hilirisasi</title><link>https://www.bualbual.com/kelapa-tak-terserap-syahrul-aidi-jangan-sampai-petani-jadi-korban-hilirisasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I Syahrul Aidi Maazat, meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;Ia juga mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan ekspor kelapa. Menurutnya, ekspor masih diperlukan karena kapasitas industri pengolahan dalam negeri belum mampu menyerap seluruh produksi kelapa petani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;Syahrul Aidi mengatakan, produksi kelapa di Inhil mencapai sekitar 6,95 juta butir per hari. Sementara itu, industri dalam negeri disebut baru mampu menyerap sekitar 2 juta butir per hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;Kondisi tersebut membuat jutaan butir kelapa belum terserap secara optimal. Ketika produksi tinggi sementara daya serap terbatas, posisi petani menjadi lemah dan harga di tingkat petani ikut tertekan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;&quot;Kalau produksi 6,95 juta itu bisa terserap dengan sempurna, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, tentu harga akan lebih baik dan petani akan mendapatkan keuntungan,&quot; kata Syahrul Aidi, Ahad (23/8/2026).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;Ia menilai kebijakan hilirisasi kelapa tetap penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Namun, kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan industri pengolahan dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;background&#45;color:rgb(255,255,255);color:rgb(50,50,50);&quot;&gt;&quot;Jangan sampai karena kebijakan hilirisasi sementara industri dalam negeri belum mampu menyerap seluruh produksi, kelapa justru menumpuk di masyarakat,&quot; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Syahrul Aidi meminta pemerintah meninjau kebijakan yang dinilai membatasi ekspor kelapa. Menurutnya, pasar ekspor dapat menjadi solusi untuk menyerap produksi petani yang belum tertampung industri domestik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Jangan sampai kebijakan yang tujuannya baik untuk hilirisasi justru membuat petani menjadi korban karena hasil produksinya tidak terserap,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain membuka akses pasar, Syahrul Aidi juga mendorong pemerintah mempercepat pembangunan industri hilirisasi kelapa di Inhil. Tambahan kapasitas pengolahan dinilai penting karena produksi kelapa di daerah tersebut sangat besar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, sambil menunggu peningkatan kapasitas industri, pemerintah diminta segera menjaga penyerapan hasil panen dan stabilitas harga di tingkat petani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Yang paling penting sekarang adalah bagaimana produksi petani terserap. Kalau industri dalam negeri baru mampu menyerap sekitar 2 juta dari 6,95 juta produksi, maka sisanya harus memiliki akses pasar,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul Aidi menyebut penyerapan yang optimal melalui pasar domestik dan ekspor berpotensi kembali meningkatkan harga kelapa. Ia memperkirakan harga dapat mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram seperti sebelumnya jika kondisi pasar kembali normal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap pemerintah pusat segera mengevaluasi kebijakan perdagangan kelapa sekaligus mengambil langkah konkret untuk melindungi petani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, potensi kelapa Inhil sangat besar sehingga kebijakan pemerintah harus mampu menyeimbangkan kepentingan hilirisasi, kapasitas industri dalam negeri, akses ekspor, dan kesejahteraan petani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/46325603932-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260824_015252_0000.png"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 01:53:15 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118438/kelapa-tak-terserap-syahrul-aidi-jangan-sampai-petani-jadi-korban-hilirisasi</guid></item><item><title>Lawan Karhutla Berhari&#45;hari, Pemprov Riau Siapkan Logistik hingga Fasilitas Istirahat</title><link>https://www.bualbual.com/lawan-karhutla-berharihari-pemprov-riau-siapkan-logistik-hingga-fasilitas-istirahat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Di tengah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan kebutuhan logistik, kesehatan, serta fasilitas pendukung bagi personel di lapangan terpenuhi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang terus bekerja keras memadamkan api di tengah kondisi lapangan yang penuh tantangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih kepada seluruh personel yang sudah bekerja keras dan terus berjuang memadamkan api. Kami sangat mengapresiasi kerja keras mereka di lapangan,” kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, seluruh kebutuhan personel yang bertugas harus diperhatikan. Para petugas tidak hanya menghadapi kobaran api, tetapi juga panas, asap, angin, serta keterbatasan sumber air dan medan yang sulit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita siapkan dukungan dan bantuan, kendaraan, kebutuhan kesehatan, semuanya harus disiapkan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut SF Hariyanto, petugas karhutla tidak cukup hanya dibekali peralatan pemadaman. Mereka juga membutuhkan tempat beristirahat dan fasilitas dasar, terutama bagi personel yang harus bermalam di kawasan hutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Pemprov Riau meminta Dinas PUPR dan BPBD menyiapkan kendaraan operasional yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat maupun menjalankan ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya minta Dinas PUPR dan BPBD menyiapkan mobil operasional terbuka yang bisa dimanfaatkan petugas untuk salat dan beristirahat saat malam di hutan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, fasilitas sanitasi berupa toilet portabel juga disiapkan untuk memastikan personel tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar meski berada jauh dari permukiman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dukungan kesehatan turut menjadi perhatian. Melalui Dinas Kesehatan Riau, kebutuhan seperti obat&#45;obatan, masker, hingga oksigen dipersiapkan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan para petugas selama menjalankan tugas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Masker kita siapkan, obat&#45;obatan juga. Khusus untuk petugas, kebutuhan mereka harus diperhatikan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SF Hariyanto mengatakan dukungan tersebut penting mengingat personel harus bekerja dalam waktu panjang dengan kondisi lapangan yang cukup berat. Pemenuhan kebutuhan petugas diharapkan dapat mendukung proses pemadaman agar berjalan lebih optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP hingga unsur lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih atas kerja keras semua pihak. Semoga dengan kebersamaan ini karhutla di Riau bisa segera kita kendalikan,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(MC Riau/bts)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/12846558210-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_221102_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 22:11:18 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118437/lawan-karhutla-berharihari-pemprov-riau-siapkan-logistik-hingga-fasilitas-istirahat</guid></item><item><title>23 Titik Api Terdeteksi di Gaung, 120 Personel Gabungan Turun Padamkan Karhutla</title><link>https://www.bualbual.com/23-titik-api-terdeteksi-di-gaung-120-personel-gabungan-turun-padamkan-karhutla</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 0314 Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han. &amp;nbsp;TNI, /POLRI pemerintah desa, MPA, perusahaan dan masyarakat melaksanakan verifikasi, pemadaman serta pendinginan titik panas (hotspot) di Dusun Sentosa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (23/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan setelah aplikasi Lancang Kuning mendeteksi 23 titik api di wilayah Parit 12, Desa Simpang Gaung, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Seluruh titik berada dalam satu hamparan dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±10 hektare dan merupakan lahan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Inhil didampingi Dandim 0314 Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., Kasat Samapta Polres Inhil AKP Agus S., Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto, Danramil 05 GAS Lettu Inf. Sugianto serta unsur terkait lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Total kekuatan yang dilibatkan mencapai 120 personel, terdiri dari Polri, TNI, RPK PT. MSK, TRC Sinarmas Grup, MPA, pemerintah desa dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan enam unit ministreaker, satu unit Tohatsu, satu unit mesin Robin, 45 rol selang serta sejumlah nozzle. Selain itu, dibuat sekat bakar untuk mencegah api meluas ke area lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres juga mengarahkan personel untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran serta mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya jarak sumber air yang cukup jauh, sulitnya jaringan komunikasi serta medan menuju titik api yang cukup jauh dan sulit ditempuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga Minggu siang, api telah berhasil dipadamkan, namun sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dandim 0314 Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han.mengatakan bahwa pentingnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinergi TNI&#45;Polri bersama pemerintah, perusahaan, MPA dan masyarakat sangat penting dalam penanganan karhutla.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami berkomitmen bersama&#45;sama memadamkan dan mendinginkan titik api hingga benar&#45;benar aman, sekaligus mencegah agar kebakaran tidak meluas dan kembali terjadi tuturnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H. menambahkan &amp;nbsp;bahwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan bersama&#45;sama. Kami terus bersinergi dengan TNI, pemerintah, perusahaan, MPA dan masyarakat untuk memastikan api padam dan tidak terjadi kembali.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari bersama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla yang dapat merugikan masyarakat serta berdampak luas.”tutupnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/28736104151-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_210210_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 21:02:42 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118436/23-titik-api-terdeteksi-di-gaung-120-personel-gabungan-turun-padamkan-karhutla</guid></item><item><title>313 hotspot terdeteksi di Riau, Polda perkuat penanganan Karhutla</title><link>https://www.bualbual.com/313-hotspot-terdeteksi-di-riau-polda-perkuat-penanganan-karhutla</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan stakeholder terkait terus meningkatkan kewaspadaan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau. Upaya tersebut dilakukan menyusul hasil pemantauan satelit secara real time yang menunjukkan tingginya aktivitas deteksi titik panas di sejumlah wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pemantauan pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, terdeteksi sebanyak 313 titik hotspot di wilayah Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 310 titik terdeteksi melalui satelit NASA, sedangkan 3 titik lainnya terdeteksi melalui satelit HIMAWARI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti hasil pemantauan tersebut, pasukan darat gabungan yang terdiri dari personel Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, serta stakeholder terkait terus melaksanakan langkah&#45;langkah penanganan secara maksimal. Kegiatan dilakukan melalui pemadaman dan pendinginan pada lokasi yang berdasarkan hasil verifikasi lapangan terindikasi sebagai titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain di wilayah Provinsi Riau, peningkatan deteksi hotspot dan firespot juga terpantau di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatra. Berdasarkan pemantauan satelit NASA, terdapat sekitar 710 deteksi panas regional dalam kurun waktu kurang dari 24 jam di luar wilayah Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil analisis pergerakan angin menunjukkan arah angin bergerak dari Tenggara menuju Barat Laut dengan kecepatan sekitar 16 kilometer per jam. Dari analisis tersebut, diperkirakan sekitar 70 dari 710 kelompok deteksi panas regional memiliki lintasan angin yang berpotensi bergerak masuk ke wilayah Provinsi Riau, khususnya pada lapisan rendah dan lapisan permukaan, berdasarkan pola pergerakan angin dalam kurun waktu sekitar 12 jam terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber deteksi panas tersebut diperkirakan berasal dari wilayah regional Jambi dan sejumlah wilayah Sumatra yang berada di sekitar Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau menegaskan bahwa data hotspot dan arah angin hasil pemantauan satelit merupakan informasi awal yang sangat penting sebagai bahan pemetaan dan penentuan prioritas penanganan Karhutla. Namun demikian, keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga tetap diperlukan verifikasi secara langsung di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu, verifikasi lapangan secara terpadu dan berkelanjutan terus dilakukan oleh personel gabungan bersama stakeholder terkait. Verifikasi tersebut bertujuan memastikan kondisi faktual di lokasi, meliputi keberadaan titik api, luasan area yang terdampak, tingkat keparahan, serta kebutuhan penanganan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi Karhutla di Provinsi Riau saat ini masih menjadi perhatian dan memerlukan pemantauan secara intensif, mengingat tingginya jumlah deteksi hotspot baik di wilayah Riau maupun kawasan regional Pulau Sumatra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinergi antara Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait akan terus diperkuat dalam rangka mempercepat proses verifikasi, pemadaman, pendinginan, sekaligus mencegah meluasnya titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh data hasil pemantauan satelit akan terus dijadikan sebagai bahan informasi awal dan pemetaan situasi. Sementara itu, hasil verifikasi serta kondisi faktual di lapangan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah penanganan dan pelaporan selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama&#45;sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya Karhutla serta menjaga kondisi lingkungan dan kualitas udara di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/99246897889-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_204900_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 20:49:29 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118435/313-hotspot-terdeteksi-di-riau-polda-perkuat-penanganan-karhutla</guid></item><item><title>Blok Langgak Beralih ke Perusahaan Asing, AMA Riau Nyatakan Penolakan Tegas</title><link>https://www.bualbual.com/blok-langgak-beralih-ke-perusahaan-asing-ama-riau-nyatakan-penolakan-tegas</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau menyatakan penolakan tegas terhadap rencana peralihan pengelolaan Blok Langgak dari BUMD PT SPR Langgak kepada perusahaan asing Kingswood Capital Limited (KCL).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi AMA Riau, persoalan Blok Langgak bukan semata&#45;mata berkaitan dengan bisnis dan investasi, tetapi juga menyangkut sejarah panjang perjuangan daerah dalam memperoleh hak dan manfaat atas sumber daya minyak dan gas yang berada di wilayah Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMA Riau menilai rencana peralihan tersebut berpotensi melukai rasa keadilan dan perasaan masyarakat Riau yang selama bertahun&#45;tahun memperjuangkan agar sumber daya alam di daerah dapat memberikan manfaat sebesar&#45;besarnya bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah sebelumnya wilayah tersebut berada dalam pengelolaan Caltex, perjuangan untuk menghadirkan peran daerah melalui BUMD semestinya menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi daerah, bukan justru membuka kembali ruang pengelolaan kepada pihak asing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi AMA Riau, keberadaan PT SPR Langgak memiliki arti strategis karena menjadi simbol keterlibatan dan kepentingan daerah dalam pengelolaan sumber daya alam. Oleh karena itu, setiap rencana perubahan pengelolaan harus mempertimbangkan secara serius kepentingan masyarakat Riau, keberlanjutan penerimaan daerah, hak masyarakat adat, aspek lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertimbangan tersebut tidak boleh hanya didasarkan pada aspek investasi dan keuntungan korporasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMA Riau mendesak Pemerintah Provinsi Riau, SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk membuka secara transparan seluruh proses rencana peralihan pengelolaan Blok Langgak kepada KCL.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Transparansi tersebut mencakup dasar hukum, skema kerja sama, nilai ekonomi, mekanisme pengelolaan, serta konsekuensi jangka panjang terhadap daerah dan masyarakat Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat Riau berhak mengetahui bagaimana keputusan strategis terkait sumber daya alam daerah dibuat dan sejauh mana kepentingan publik ditempatkan sebagai pertimbangan utama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMA Riau juga meminta DPRD Riau, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, masyarakat adat, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama&#45;sama mengawal persoalan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai semangat meningkatkan investasi justru mengabaikan sejarah perjuangan masyarakat Riau dan cita&#45;cita agar kekayaan alam daerah memberikan manfaat yang adil bagi rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika terdapat alternatif pengelolaan yang dinilai lebih menguntungkan masyarakat Riau melalui BUMD, maka pilihan tersebut harus dikaji secara terbuka, objektif, dan berdasarkan kepentingan jangka panjang daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMA Riau menegaskan bahwa Blok Langgak bukan sekadar ladang minyak, tetapi juga bagian dari sejarah dan harapan masyarakat Riau untuk dapat mengambil peran dalam mengelola kekayaan alamnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, AMA Riau menyerukan kepada Pemerintah Provinsi Riau agar tidak terburu&#45;buru mengambil keputusan dan memastikan seluruh proses berjalan secara &lt;strong&gt;transparan, akuntabel, berpihak kepada kepentingan masyarakat, serta menghormati perjuangan panjang Riau dalam memperoleh hak pengelolaan sumber daya alamnya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan sampai kekayaan yang diperjuangkan untuk Riau kembali lepas dari tangan Riau.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Atas Nama Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Datok. Heri Ismanto, S.Th.I&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/39201714480-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_194147_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 19:42:14 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118434/blok-langgak-beralih-ke-perusahaan-asing-ama-riau-nyatakan-penolakan-tegas</guid></item><item><title>Pamer Tuak di Atas Jalur Pacu Jalur Tuai Kecaman, Konten Kreator Asal Sumut Minta Maaf</title><link>https://www.bualbual.com/pamer-tuak-di-atas-jalur-pacu-jalur-tuai-kecaman-konten-kreator-asal-sumut-minta-maaf</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Festival Pacu Jalur Nasional 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, diwarnai kontroversi setelah seorang konten kreator asal Sumatera Utara, Polda Sitanggang, memamerkan sebotol tuak di atas jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi tersebut terekam dalam video dan kemudian viral di media sosial. Dalam video itu, Polda terlihat berdiri di atas jalur sambil mengacungkan sebotol tuak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi tersebut menuai kecaman dari warganet karena dinilai tidak menghormati marwah Pacu Jalur yang merupakan tradisi dan kebanggaan masyarakat Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Sitanggang diketahui bukan merupakan peserta lomba, melainkan salah satu pendukung atau sponsor jalur Bintang Emas Cahaya Intan. Jalur tersebut merupakan juara bertahan Festival Pacu Jalur Nasional dan mendapat dukungan dari Pemuda Batak Kuansing (PBK).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah videonya viral, Polda kemudian memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa membawa minuman ke atas jalur merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pertama kali datang aku ke Kuansing. Bahwasannya saya tidak tahu bahwasannya itu melanggar, minuman di atas jalur. Saya tidak tahu,” ujar Polda dalam video klarifikasinya, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menegaskan bahwa tindakannya tidak dimaksudkan untuk melecehkan tradisi maupun budaya masyarakat Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya dari kampung. Ini pertama kali. Kalau ada kesalahan saya minta maaf,” sambungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kontroversi tersebut juga mendapat perhatian dari Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik. Ia turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hardianto menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung setelah jalur Bintang Emas Cahaya Intan selesai mengikuti perlombaan dan hendak kembali ke tepian. Saat itu, Polda meminta izin untuk naik ke atas jalur karena merasa bangga dengan pencapaian jalur tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Hardianto, Polda kemudian secara spontan mengeluarkan sebotol tuak ketika berada di atas jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kebetulan pada saat kami pulang jalur, beliau meminta naik jalur karena kebanggaannya dan mengeluarkan sebotol tuak,” kata Hardianto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan tidak ada niat untuk melecehkan budaya maupun tradisi Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas kejadian tersebut, Hardianto atas nama keluarga besar PBK Kuansing menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kuantan Singingi. Ia juga mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat atau tamu yang datang dari luar Riau selama pelaksanaan festival.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak ada diperbuat dengan sengaja. Dengan itu, atas nama keluarga besar PBK Kuansing, saya minta maaf. Kita akan mengontrol seluruh masyarakat Batak yang datang dari luar provinsi,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kontroversi ini menjadi pengingat bagi seluruh pengunjung dan pendukung Pacu Jalur untuk menjaga etika serta menghormati adat dan budaya masyarakat setempat selama perhelatan berlangsung.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/79833865538-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_185154_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 18:52:26 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118433/pamer-tuak-di-atas-jalur-pacu-jalur-tuai-kecaman-konten-kreator-asal-sumut-minta-maaf</guid></item><item><title>13 Tim Medis dan 10 Personel Psikologi Polda Riau Bantu Korban Karhutla Kerumutan</title><link>https://www.bualbual.com/13-tim-medis-dan-10-personel-psikologi-polda-riau-bantu-korban-karhutla-kerumutan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Polda Riau mengerahkan tim kesehatan dan psikologi ke Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/8/2026), sebagai bagian dari operasi kemanusiaan bagi masyarakat dan petugas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 13 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak asap serta personel gabungan yang selama sepekan terakhir berjibaku melakukan pemadaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengatakan, pelayanan kesehatan dipusatkan di Kantor Desa Banjar Panjang dan dilanjutkan secara door to door untuk menjangkau sejumlah warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak asap. Tim juga mendatangi langsung beberapa warga untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” kata Parluhutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemeriksaan juga diberikan kepada personel Polri, TNI, Manggala Agni serta petugas perusahaan yang terlibat dalam operasi pemadaman karhutla di wilayah Kerumutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pemeriksaan kesehatan, Biddokkes Polda Riau membagikan masker, vitamin dan obat&#45;obatan kepada masyarakat serta petugas di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Paparan asap dalam waktu lama tentu perlu menjadi perhatian. Karena itu, fokus kami bukan hanya masyarakat, tetapi juga personel yang setiap hari berada di lapangan melakukan pemadaman,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Biddokkes turut mengecek kesiapan Puskesmas Kerumutan dalam mengantisipasi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pengecekan, Puskesmas Kerumutan telah menyiapkan ruang rawat inap sementara dengan empat tempat tidur, dua tabung oksigen berukuran besar dan lima tabung berukuran kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puskesmas juga memiliki persediaan 60 kotak masker N95 serta obat&#45;obatan untuk penanganan ISPA bagi balita, dewasa dan lansia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami memastikan fasilitas kesehatan terdekat memiliki kesiapan apabila sewaktu&#45;waktu terjadi peningkatan masyarakat yang membutuhkan penanganan. Ketersediaan ruang perawatan, oksigen, masker hingga obat&#45;obatan sudah kami cek langsung,” kata Parluhutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di saat bersamaan, Polda Riau juga memberikan perhatian terhadap dampak psikologis yang dialami masyarakat maupun personel selama menghadapi karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 10 personel Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau diterjunkan ke Kerumutan untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim dipimpin langsung Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Winarko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Winarko mengatakan, kehadiran tim merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Riau melalui Karo SDM Polda Riau agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga menyentuh kondisi masyarakat yang terdampak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami hadir karena karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi ada juga anak&#45;anak yang kehilangan ruang bermain, orangtua yang cemas karena penghasilan terganggu akibat kebun yang terbakar dan tak bisa diolah, termasuk petugas di lapangan yang juga mengalami kelelahan fisik maupun psikis,” ujar Winarko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim memberikan penguatan psikis, teknik relaksasi mental, sentuhan psikologis serta trauma healing kepada masyarakat terdampak dan personel yang terlibat dalam pemadaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mengelola tekanan psikologis akibat bencana, membantu proses pemulihan serta menciptakan ruang aman, terutama bagi anak&#45;anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sampaikan kepada masyarakat yang terdampak bahwa rasa takut, cemas atau marah itu wajar dalam situasi bencana. Yang penting warga memiliki cara untuk mengelolanya dan tidak memendam sendiri,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim psikologi Polda Riau juga memberikan pendampingan kepada petugas di lapangan yang menghadapi beban kerja tinggi selama operasi pemadaman berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Winarko, kondisi fisik dan psikologis petugas sama&#45;sama perlu dijaga agar mereka dapat menjalankan tugas secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain di Kerumutan, tim trauma healing Polda Riau direncanakan bergerak ke desa&#45;desa lain di Kabupaten Pelalawan yang masih terdampak karhutla dan memiliki kualitas udara buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan tidak berhenti pada upaya memadamkan api, tetapi juga diarahkan untuk menjaga dan memulihkan kondisi fisik maupun psikologis masyarakat serta petugas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pulih dari bencana itu butuh waktu. Tugas kami memastikan bahwa selama proses itu tidak ada yang merasa sendirian,” tutup Winarko. []&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/6118076270-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_183352_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 18:34:12 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118432/13-tim-medis-dan-10-personel-psikologi-polda-riau-bantu-korban-karhutla-kerumutan</guid></item><item><title>270 Hektare Lahan Terbakar di Kerumutan, Tim Gabungan Perkuat Pemadaman</title><link>https://www.bualbual.com/270-hektare-lahan-terbakar-di-kerumutan-tim-gabungan-perkuat-pemadaman</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masih terjadi. Kondisi ini membuat tim gabungan menambah kekuatan personel dan peralatan untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Provinsi Riau, Edi Afrizal, mengatakan tambahan personel dikerahkan secara bertahap untuk memperkuat tim di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Sabtu (22/8/2026), sebanyak 15 personel BPBD dan Damkar Riau telah berada di lokasi. Manggala Agni juga mengerahkan dua regu, masing&#45;masing 12 personel dari Daops Rengat dan 13 personel dari regu BKO Daops Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tambahan personel kembali diberangkatkan pada Minggu (23/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Besok kita tambah lagi satu regu dari Daops Rengat sebanyak 12 orang. Selain itu, ada 30 personel dari Polda Riau dan 20 personel dari Kodam,” kata Edi, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh personel gabungan tersebut akan bergabung dengan tim darat yang sebelumnya telah berjibaku melakukan pemadaman karhutla di Kerumutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan data saat peninjauan dua hari sebelumnya, luas lahan yang terbakar di Kerumutan telah mencapai sekitar 270 hektare. Namun, luasan tersebut diperkirakan masih bertambah karena hingga kini masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Waktu peninjauan lokasi dua hari lalu, luas karhutla di Kerumutan sekitar 270 hektare. Karena sampai sekarang masih ada kebakaran, tentu luasan yang terbakar kemungkinan lebih luas lagi,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Edi menegaskan, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya terus melakukan upaya pemadaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya angin kencang yang membuat api mudah menyebar dan menyulitkan petugas mengendalikan kobaran api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan yang masih cukup rapat juga menjadi tantangan. Selain itu, sumber air sulit ditemukan dan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses kendaraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kesulitan kita memadamkan api karena anginnya kencang. Kemudian di lokasi banyak semak belukar dan pepohonan, sumber air juga sulit. Akses menuju lokasi cukup jauh, sekitar 500 meter dari akses yang bisa dilalui kendaraan,” jelas Edi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, kendaraan roda empat tidak dapat mencapai titik kebakaran. Petugas terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menjangkau lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pemadaman melalui jalur darat, penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Pada Sabtu, sebanyak empat helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke titik&#45;titik kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Edi mengakui operasi water bombing belum mampu memadamkan seluruh areal yang terbakar. Helikopter lebih efektif digunakan untuk menekan dan memblokir bagian kepala api agar tidak semakin meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi lahan gambut yang kering juga menjadi persoalan tersendiri. Api yang terlihat padam dari udara belum tentu benar&#45;benar mati karena bara api masih dapat bertahan di bawah permukaan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sekarang kondisi lahan gambut sangat kering. Ketika kita lakukan water bombing dan dari atas terlihat api sudah padam, sebenarnya di dalam gambut masih bisa terdapat bara api yang menyala,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(MC Riau/mtr)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/64000018682-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_021102_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 02:11:16 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118431/270-hektare-lahan-terbakar-di-kerumutan-tim-gabungan-perkuat-pemadaman</guid></item><item><title>Udara Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker dan Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi</title><link>https://www.bualbual.com/udara-pelalawan-kurang-sehat-siswa-wajib-pakai-masker-dan-aktivitas-luar-ruangan-dibatasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan membatasi aktivitas siswa di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain membatasi kegiatan luar ruangan, seluruh siswa juga diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut diterapkan setelah kualitas udara di Pelalawan dilaporkan masuk kategori kurang sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Leo Nardo, mengatakan kegiatan di luar ruangan, seperti olahraga dan aktivitas lainnya, untuk sementara ditiadakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk kegiatan di luar ruangan seperti olahraga dan kegiatan lainnya sementara tidak dilaksanakan. Siswa juga kami wajibkan memakai masker,” kata Leo Nardo, Jumat (21/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pembatasan aktivitas luar ruangan dan kewajiban menggunakan masker dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi paparan udara yang kurang sehat akibat kabut asap karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi kualitas udara akan terus dipantau dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup setempat. Kebijakan tersebut dapat disesuaikan apabila kondisi udara semakin memburuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk libur belum ada. Kebijakan ini sifatnya menyesuaikan situasi,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kebijakan tersebut, proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan seperti biasa. Jam belajar mengajar juga masih mengikuti jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leo berharap kondisi kualitas udara di Pelalawan segera membaik sehingga aktivitas belajar mengajar, khususnya kegiatan di luar ruangan, dapat kembali berjalan normal.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/53673349182-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_015942_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 02:00:03 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118430/udara-pelalawan-kurang-sehat-siswa-wajib-pakai-masker-dan-aktivitas-luar-ruangan-dibatasi</guid></item><item><title>Lindungi Warga dari Kabut Asap, Pemprov Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan</title><link>https://www.bualbual.com/lindungi-warga-dari-kabut-asap-pemprov-riau-siapkan-18-ribu-masker-untuk-pelalawan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan bantuan 18 ribu masker untuk Kabupaten Pelalawan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Kerumutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Zulkifli, mengatakan bantuan tersebut disiapkan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mengajukan permintaan masker untuk masyarakat terdampak kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pelalawan meminta 18 ribu masker. Saat ini permintaannya sedang kami siapkan untuk dikirim ke sana,” kata Zulkifli, Jumat (21/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain masker, Pemkab Pelalawan juga mengajukan kebutuhan masker oksigen untuk mendukung penanganan dampak kabut asap. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan ke posko&#45;posko penanggulangan melalui pemerintah setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memburuknya kualitas udara di Pelalawan dipicu asap dari karhutla yang terjadi di Kecamatan Kerumutan. Karhutla di wilayah tersebut cukup luas dan berada di kawasan dengan kondisi tanah bergambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, vegetasi hutan yang masih rapat membuat asap yang ditimbulkan menjadi cukup pekat sehingga berdampak terhadap kualitas udara di wilayah sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zulkifli mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak karhutla, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah yang terdampak karhutla. Kalau memang terpaksa harus keluar, gunakan masker,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, penggunaan masker penting sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan akibat asap karhutla, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Pemkab Pelalawan juga telah mengambil langkah perlindungan terhadap pelajar dan tenaga pendidik. Melalui Dinas Pendidikan setempat, para pelajar dan tenaga pendidik diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aktivitas di luar ruangan juga dibatasi sebagai upaya mengurangi paparan asap akibat karhutla.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/53217351847-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_014812_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 01:49:10 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118429/lindungi-warga-dari-kabut-asap-pemprov-riau-siapkan-18-ribu-masker-untuk-pelalawan</guid></item><item><title>Drone Ganggu Operasi Waterbombing, BPBD Riau Ingatkan Bahaya bagi Helikopter</title><link>https://www.bualbual.com/drone-ganggu-operasi-waterbombing-bpbd-riau-ingatkan-bahaya-bagi-helikopter</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melarang masyarakat menerbangkan pesawat nirawak atau &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; di sekitar lokasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Larangan tersebut disampaikan menyusul adanya &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; milik warga sipil yang terbang di sekitar lokasi operasi helikopter &lt;i&gt;waterbombing&lt;/i&gt; di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal, mengatakan keberadaan &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; di wilayah udara yang sedang digunakan untuk operasi pemadaman dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan personel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hari ini tim sedang melakukan pemadaman di Tapung, namun ada masyarakat sipil yang menerbangkan drone di lokasi yang berdekatan dengan titik pemadaman,&quot; kata Edy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Edy, penerbangan &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; secara bebas di area operasi udara memiliki sejumlah risiko serius. Salah satunya adalah potensi tabrakan antara &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; dengan helikopter yang dapat menyebabkan kerusakan hingga kecelakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, sinyal &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; juga berpotensi mengganggu sistem navigasi dan komunikasi helikopter. Keberadaan &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; juga dapat mengganggu konsentrasi serta manuver pilot ketika melakukan penjatuhan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selain itu, juga mengganggu konsentrasi dan manuver pilot saat menjatuhkan air,&quot; ungkap Edy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gangguan terhadap manuver helikopter dapat memperlambat proses pemadaman dan berpotensi membuat kebakaran meluas. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan awak helikopter, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, operasi &lt;i&gt;waterbombing&lt;/i&gt; masih terus dilakukan untuk membantu memadamkan titik api di sejumlah wilayah Riau. Karena itu, sterilisasi wilayah udara di sekitar lokasi kebakaran menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan dan kelancaran operasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; di sekitar lokasi karhutla, terutama ketika operasi pemadaman udara sedang berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mari bersama&#45;sama mendukung kelancaran operasi &lt;i&gt;waterbombing&lt;/i&gt; dan menjaga keselamatan seluruh personel di lapangan,&quot; tegas Edy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepatuhan masyarakat dengan tidak menerbangkan &lt;i&gt;drone&lt;/i&gt; di area operasi merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla. Sinergi antara petugas dan masyarakat diperlukan agar proses pemadaman dapat berlangsung aman, efektif, dan tidak menimbulkan risiko tambahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(MC Riau/mcy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/32133905840-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260823_001951_0000.png"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 00:20:55 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118428/drone-ganggu-operasi-waterbombing-bpbd-riau-ingatkan-bahaya-bagi-helikopter</guid></item><item><title>Latihan Fisik dan Mental Jadi Kunci, Rizqy Aditya Tuntaskan Tugas sebagai Paskibraka Nasional</title><link>https://www.bualbual.com/latihan-fisik-dan-mental-jadi-kunci-rizqy-aditya-tuntaskan-tugas-sebagai-paskibraka-nasional</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional bukan sekadar tentang kemampuan baris&#45;berbaris. Di baliknya terdapat keberanian untuk bermimpi, ketekunan menjalani proses, serta tanggung jawab membawa nama daerah ke panggung nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu dirasakan Rizqy Aditya Siregar, pelajar asal Kabupaten Siak, yang telah menuntaskan tugasnya sebagai Paskibraka Nasional 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putra pasangan Muhammad Isnaini Siregar dan Dina Afnita tersebut kembali ke Riau setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya di tingkat nasional. Kepulangannya disambut Pemerintah Provinsi Riau sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan yang telah mengharumkan nama daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya, suatu kebanggaan besar bagi saya kembali di sini dan disambut oleh Pemerintah Provinsi Riau. Tentunya kami merasa sangat bangga karena ini suatu amanah besar bagi kami,” ujar Rizqy di VIP Lancang Kuning Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Rizqy, amanah tersebut bukan hanya tentang dirinya sebagai pelajar yang mewakili Kabupaten Siak. Setiap tahapan seleksi hingga pelaksanaan tugas di tingkat nasional membawa tanggung jawab untuk mengharumkan nama daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karena kami bukan hanya membawa diri sendiri. Namun, kami membawa nama daerah, sekolah, keluarga, dan tentunya masyarakat Provinsi Riau,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jauh sebelum berdiri bersama putra&#45;putri terbaik Indonesia, Rizqy hanyalah seorang pelajar asal Siak yang mencoba mengikuti seleksi Paskibraka. Ia mengaku tidak pernah benar&#45;benar membayangkan bahwa langkah awal tersebut akan membawanya hingga tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ketika pertama kali mendaftar Paskibraka, saya hanya seorang pelajar asal Siak yang tak pernah membayangkan bakal lolos seleksi nasional. Tapi selalu saya tanamkan bahwa harus bisa berhasil,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keinginan untuk berhasil menjadi motivasi Rizqy dalam menjalani setiap tahapan seleksi. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dalam pikiran, ingin membuktikan bahwa saya harus mampu tegak sejajar dengan putra&#45;putri terbaik dari seluruh penjuru Nusantara di Istana Merdeka,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, perjalanan menuju tingkat nasional tidaklah mudah. Rizqy harus melewati berbagai tahapan seleksi, latihan fisik, pembentukan mental, serta penanaman kedisiplinan yang menjadi bagian dari kesehariannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perjuangannya jujur aja nggak mudah. Latihan fisik yang menguras tenaga hingga ditempa kedisiplinan mental itu makanan sehari&#45;hari,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasa lelah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut. Namun, ketika tenaga mulai terkuras, Rizqy kembali mengingat tanggung jawab yang dibawanya, yakni menjaga nama baik Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Namun, kalau sudah mulai capek saya ingat lagi ada nama baik Riau di pundak ini. Makanya, setelah selesai penampilan kemarin lega banget rasanya,” terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Rizqy, keberhasilan menuntaskan tugas sebagai Paskibraka Nasional bukan hanya pencapaian pribadi. Di balik seragam dan tugas yang dijalankan, terdapat dukungan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat yang turut menjadi bagian dari perjuangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua orang tuanya, Muhammad Isnaini Siregar dan Dina Afnita, juga menjadi sosok penting yang selalu memberikan dukungan sejak awal perjalanan. Dukungan keluarga menjadi kekuatan bagi Rizqy ketika tahapan seleksi dan latihan mulai terasa berat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, setelah seluruh rangkaian tugas berhasil dilewati, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Rizqy untuk melanjutkan perjalanan sebagai generasi muda. Ia berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin, tangguh, serta memiliki rasa cinta terhadap daerah dan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rizqy juga berpesan kepada pelajar dan generasi muda agar tidak takut menetapkan cita&#45;cita yang tinggi. Menurutnya, mimpi besar harus disertai keberanian untuk menjalani proses, termasuk ketika proses tersebut membutuhkan pengorbanan dan ketekunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kepada kawan&#45;kawan atau generasi ke depannya, ingatlah bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia meyakini bahwa setiap kesulitan dalam perjalanan bukanlah sesuatu yang bertujuan untuk menjatuhkan. Sebaliknya, proses yang berat dapat menjadi ruang untuk membentuk karakter dan menumbuhkan semangat generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Proses yang berat nggak diciptakan untuk menjatuhkan kita, melainkan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan berjiwa nasionalis. Mari terus berkarya, saya yakin kalian pasti bisa juga harumkan nama daerah, baik itu secara nasional maupun di kancah internasional,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(MC Riau/bib)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/9683375956-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_233047_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 23:31:12 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118427/latihan-fisik-dan-mental-jadi-kunci-rizqy-aditya-tuntaskan-tugas-sebagai-paskibraka-nasional</guid></item><item><title>Anak Petani dari Keritang Tembus Paskibraka Nasional 2026, Arifa Bawa Nama Riau ke Tingkat Nasional</title><link>https://www.bualbual.com/anak-petani-dari-keritang-tembus-paskibraka-nasional-2026-arifa-bawa-nama-riau-ke-tingkat-nasional</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Setiap pencapaian besar memiliki cerita tentang perjuangan panjang. Hal itu pula yang dirasakan Arifa Rahma Maulydha, putri asal Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang berhasil menjadi salah satu wakil Riau sebagai Paskibraka Nasional 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arifa tumbuh dalam keluarga sederhana. Kedua orang tuanya, Sulaiman dan Uswaroh, sehari&#45;hari bekerja sebagai petani. Dari keluarga inilah Arifa mendapatkan dukungan dan semangat untuk mengejar cita&#45;citanya hingga berhasil tampil di tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepulangan Arifa ke Riau pada Sabtu (22/8/2026) menjadi momen emosional. Setelah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan di tingkat nasional dengan keterbatasan komunikasi, ia akhirnya dapat kembali berkumpul bersama kedua orang tuanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya sangat bahagia bisa pulang ke Riau. Waktu pemusatan diklat di sana kami sudah tidak bisa memegang HP, jadi tidak bisa berkomunikasi sama sekali dengan orang tua. Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan bisa kembali bersama keluarga,” ujar Arifa di VIP Lancang Kuning Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Arifa, keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena ia berasal dari keluarga petani. Menurutnya, doa, keberanian, kedisiplinan, latihan, dan dukungan kedua orang tua menjadi modal utama dalam menjalani setiap tahapan seleksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sebelum mengenakan seragam Paskibraka Nasional, saya ini seorang anak petani dari Keritang, Indragiri Hilir. Ketika pendaftaran Paskibraka dibuka, saya memberanikan diri untuk mendaftar,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberanian untuk mencoba kemudian menjadi awal perjalanan panjang Arifa. Ia terlebih dahulu lolos di tingkat kabupaten, kemudian dipercaya mewakili Inhil pada seleksi tingkat Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Awalnya diterima tingkat kabupaten, kemudian berlanjut dipercayai mewakili Inhil ke tingkat Provinsi Riau. Di sinilah fase latihan mulai dari pagi hingga sore saya terapkan. Alhamdulillah ternyata berlanjut sampai nasional,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Latihan fisik dan pembentukan mental menjadi bagian dari kesehariannya. Arifa harus menjaga kondisi tubuh sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan putra&#45;putri terbaik dari berbagai daerah di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saat seleksi kemarin modal saya doa, mental, dan fisik yang sudah terlatih selama ini. Pada tahap nasional, kami ada enam putra&#45;putri terbaik Riau berkumpul dengan impian yang sama. Tapi yang terpilih hanya satu putra dan satu putri untuk lanjut menjadi Paskibraka Nasional,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Rasa gugup, lelah, khawatir, dan rindu keluarga kerap dirasakan selama mengikuti proses seleksi hingga pendidikan dan pelatihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Arifa mengaku selalu teringat kepada kedua orang tuanya setiap kali merasa lelah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau ditanya perasaan ketika menjalani berbagai seleksi tentunya campur aduk. Cuma setiap lelah karena latihan, bayangan senyum orang tua menjadi penyemangat untuk terus bertahan. Bapak dan Ibu di rumah jadi kunci saya semakin bangkit,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Doa dan dukungan Sulaiman serta Uswaroh menjadi kekuatan yang terus dibawa Arifa sepanjang perjalanan. Ketika akhirnya dinyatakan lolos sebagai Paskibraka Nasional, kebahagiaan pun tidak mampu dibendung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Amanah yang sudah diberikan kepada saya ini tentu menjadi kebanggaan juga untuk daerah dan masyarakat Riau. Air mata saya tak pernah berhenti ketika dinyatakan lolos menjadi perwakilan Paskibraka Nasional,” terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Arifa, seragam Paskibraka Nasional bukan sekadar pakaian saat menjalankan tugas negara. Seragam tersebut menjadi simbol perjalanan seorang anak petani dari Keritang yang berani bermimpi, berani mencoba, dan akhirnya mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pengalaman tersebut, Arifa berpesan kepada generasi muda agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Menurutnya, latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita&#45;cita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oleh karena itu untuk kawan&#45;kawan, ingat bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk menggapai mimpi setinggi langit. Teruslah berjuang, hormati orang tua, dan jangan pernah takut mencoba,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(MC Riau/bib)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/54642300569-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_232424_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 23:24:43 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118426/anak-petani-dari-keritang-tembus-paskibraka-nasional-2026-arifa-bawa-nama-riau-ke-tingkat-nasional</guid></item><item><title>Sempat Video Call dengan Istri, Pria di Tanah Putih Tanjung Melawan Ditemukan Meninggal</title><link>https://www.bualbual.com/sempat-video-call-dengan-istri-pria-di-tanah-putih-tanjung-melawan-ditemukan-meninggal</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Seorang pria berinisial IL (42) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Datuk Sanggo, Kepenghuluan Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri. Peristiwa tersebut diketahui setelah Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan menerima informasi dari masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan IPTU Kodam Firman Sidabutar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya sempat menghubungi istrinya melalui video call menggunakan telepon seluler milik temannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam komunikasi tersebut, korban disebut sempat menyampaikan niat untuk mengakhiri hidupnya. Saksi yang merasa khawatir kemudian pulang ke rumah dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saksi kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan memotong tali menggunakan pisau cutter. Setelah korban diturunkan, saksi mencoba memberikan pertolongan, namun korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan bersama Kanit Reskrim dan personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setibanya di TKP, personel menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Selanjutnya dilakukan pengamanan TKP dan koordinasi dengan Tim Inafis Polres Rokan Hilir serta pihak Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan untuk pemeriksaan terhadap korban,” terang IPTU Kodam Firman Sidabutar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pemeriksaan medis sementara, ditemukan jejas melingkar pada bagian leher korban yang mengarah ke atas dan membentuk huruf U terbalik. Sementara itu, pada bagian bahu, dada, dan punggung tidak ditemukan tanda&#45;tanda kekerasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu utas tali jemuran sepanjang kurang lebih 1,5 meter, satu buah kaca pirek, dan satu buah pisau cutter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi dan pemeriksaan medis, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani pihak keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, memeriksa saksi&#45;saksi, berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan, melakukan pemeriksaan bersama Tim Inafis Polres Rokan Hilir, hingga menyerahkan jenazah kepada keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan seseorang yang menyampaikan ancaman atau keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dan pertolongan dari keluarga maupun orang terdekat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;(Bud)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/94843774088-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_230954_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 23:10:34 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118425/sempat-video-call-dengan-istri-pria-di-tanah-putih-tanjung-melawan-ditemukan-meninggal</guid></item><item><title>Salam Bermasa, Kades Muara Basung Ajak Warganya Gemar Berolah Raga</title><link>https://www.bualbual.com/salam-bermasa-kades-muara-basung-ajak-warganya-gemar-berolah-raga</link><description>&lt;p&gt;PINGGIR, BUALBUAL.COM &#45; Meriahkan Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke 81 Pemerintah Desa Muara Basung bersama Masyarakat gelar Senam Sehat. &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dengan mengusung aroma Suasana Meriah, Senang dan Bahagia, juga diikuti Para Staff Desa, Kepala Sekolah dan juga Majelis Guru.(Sabtu, 22 Agustus 2026). di &amp;nbsp;Lapangan Sepak Bola Proyek, Dusun 2 Sialang Rimbun.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1280/852;&quot; src=&quot;https://www.bualbual.com/gambar/images/IMG&#45;20260822&#45;WA0322(1).jpg&quot; width=&quot;1280&quot; height=&quot;852&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan ini Kepala Desa &amp;nbsp;Muara Basung Akhyar Mukmin S.IP dalam sambutannya mengatakan, sangat Bangga dan bahagia bisa kembali melaksanakan kegiatan Memeriahkan HUT RI bersama Elemen Masyarakat Desa Muara Basung.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;&lt;strong&gt;Saya bangga dan bahagia menjadi pemimpin Masyarakat Desa Muara Basung, dimana memilki &amp;nbsp;khas warga yang guyub, kompak dan &amp;nbsp;Mandiri,&quot;ucapnya sumigrah&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lanjut Kades Akyar Mukmin yang memiliki sifat rendah hati dan khas senyum ini, pada Momen hari HUT &amp;nbsp;kemerdekaan ini , mari kita gemar menyuarakan, melaksanakan hidup sehat &amp;nbsp;berikhtiar bersama untuk hidup sehat dimulai dari keluarga dan lingkungan masing masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita wajib hukumnya berolahraga dan harus berkeringat setiap harinya, dengan bergerak, ntah itu senam, lari, gym, sepak bola, sepeda, futsal dan olahraga lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Memang olahraga tidak untuk memanjangkan umur karena umur Hak Allah Swt, tapi kita bisa berikhtiar dengan berolahraga agar dihari tua kita sehat dan bahagia bersama keluarga,&quot;terangnya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Juga hadir Anggota DPRD Propinsi Riau M. Alga &amp;nbsp;Viqky Azmi, senada dengan Kades Muara Basung, mengajak hadirin yang hadir &amp;nbsp;dapat menerapkan pola hidup yang sehat. Selain menjaga pola makan, juga yang tidak kalah pentingnya rajin berolah raga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;&lt;i&gt;Dengan fisik yang sehat akan memunculkan insfirasi yang sehat, baik dalam lingkungan pekerjaan maupun dalam lingkungan bermasyarakat,&quot;ungkap M Alga Viqky Azmi dari &amp;nbsp;Politisi PDI Perjuangan ini.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1280/852;&quot; src=&quot;https://www.bualbual.com/gambar/images/IMG&#45;20260822&#45;WA0323.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; height=&quot;852&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Selain Giat Senam Sehat, juga dilakukan cek kesehatan oleh UPT PUSKESMAS Muara Basung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlihat hadir Tim PKK Muara Basung, Pemerintahan Desa, Babinkamtibmas, Babinsa, BPD, LKMD, Para Kepala Sekolah, Korwilcam Pendidikan Mandau, Sekretaris Perpustakaan Kab. Bengkalis, Upt puskesmas Muara Basung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/48582714546-img-20260822-wa0360.jpg"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 21:44:34 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118424/salam-bermasa-kades-muara-basung-ajak-warganya-gemar-berolah-raga</guid></item><item><title>Cuci Kaki di Sungai, Warga Tanah Merah Inhil Diterkam Buaya hingga Luka di Dada</title><link>https://www.bualbual.com/cuci-kaki-di-sungai-warga-tanah-merah-inhil-diterkam-buaya-hingga-luka-di-dada</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Randa (30), mengalami serangan buaya saat beraktivitas di Sungai Suak, Bantal Besar, Desa Selat Nama, Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa tersebut terjadi setelah Randa bersama rekannya, Aji (40), selesai mencari pucuk nipah untuk dijadikan bahan baku lidi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai mengumpulkan pucuk nipah, keduanya kemudian merakit hasil pencarian tersebut untuk dibawa menuju pompong. Saat itu, Randa turun ke sungai untuk mencuci kaki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, secara tiba&#45;tiba seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat kejadian tersebut, Aji berusaha memberikan pertolongan dengan memegang tangan Randa. Upaya itu berhasil membuat gigitan buaya terlepas hingga korban dapat diselamatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randa mengalami luka di bagian dada sebelah kiri akibat tiga bekas gigitan. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Kuala Enok untuk mendapatkan perawatan medis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, Randa direncanakan dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan pesisir Inhil agar meningkatkan kewaspadaan. Sungai, anak sungai hingga kawasan muara diketahui menjadi habitat satwa liar, termasuk buaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat yang mencari ikan, mengambil nipah maupun melakukan aktivitas lainnya di sekitar sungai diimbau selalu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum turun ke perairan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Serangan buaya terhadap warga sebelumnya juga beberapa kali terjadi di wilayah pesisir Inhil. Kewaspadaan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Versi 2 — Lebih Mengalir dan Humanis&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hendak Cuci Kaki, Warga Tanah Merah Inhil Tiba&#45;tiba Diterkam Buaya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;INDRAGIRI HILIR – Aktivitas mencari pucuk nipah di Sungai Suak, Bantal Besar, Desa Selat Nama, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berujung petaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randa (30), warga Desa Tanjung Pasir, menjadi korban serangan buaya pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat kejadian, Randa bersama rekannya, Aji (40), baru saja selesai mencari pucuk nipah yang akan digunakan sebagai bahan baku lidi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keduanya kemudian merakit nipah yang telah dikumpulkan untuk dibawa menuju pompong. Di tengah aktivitas tersebut, Randa turun ke sungai untuk mencuci kakinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa diduga, seekor buaya tiba&#45;tiba menerkam Randa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aji yang berada tidak jauh dari korban langsung berusaha memberikan pertolongan. Ia memegang tangan Randa dan menariknya hingga gigitan buaya akhirnya terlepas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randa berhasil diselamatkan, namun mengalami luka cukup serius pada bagian dada sebelah kiri. Terdapat tiga bekas gigitan akibat serangan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kuala Enok untuk mendapatkan perawatan. Randa selanjutnya direncanakan dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa ini kembali mengingatkan warga di kawasan pesisir Inhil agar tidak menganggap remeh aktivitas di sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlebih bagi masyarakat yang sehari&#45;hari mencari ikan, mengambil nipah atau menjalankan aktivitas lainnya di perairan, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena sungai dan kawasan muara merupakan habitat satwa liar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diimbau selalu memastikan kondisi sekitar sebelum turun ke sungai guna menghindari kejadian serupa.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/87616671377-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_180126_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 18:01:52 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118423/cuci-kaki-di-sungai-warga-tanah-merah-inhil-diterkam-buaya-hingga-luka-di-dada</guid></item><item><title>Menteri LH dan Guru Besar IPB Cek Karhutla Kampar, Kapolda Riau Paparkan Dashboard Green Policing</title><link>https://www.bualbual.com/menteri-lh-dan-guru-besar-ipb-cek-karhutla-kampar-kapolda-riau-paparkan-dashboard-green-policing</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama Guru Besar IPB sekaligus ahli kebakaran hutan dan lahan, Bambang Hero Saharjo melakukan pengecekan langsung tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan tersebut didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama jajaran dan sejumlah unsur terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan turun langsung ke areal terdampak untuk melihat kondisi lahan, karakteristik kebakaran serta langkah penanganan yang telah dilakukan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Bambang Hero menjadi bagian penting dalam melihat peristiwa karhutla melalui pendekatan ilmiah. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk mengetahui karakteristik kebakaran, dampak ekologis yang ditimbulkan hingga memperoleh gambaran mengenai penyebab terjadinya kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Jumhur menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan penyebab kebakaran dapat diketahui, penegakan hukum berjalan dan kawasan terdampak dapat dipulihkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penanganan karhutla harus kita lakukan dari hulu sampai hilir. Pencegahan, pemadaman, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan harus berjalan bersama. Karena itu kita melihat langsung kondisi di lapangan agar setiap langkah yang diambil berbasis pada data dan fakta,” ujar Jumhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sela pengecekan tersebut, Jumhurndan dan Bambang juga mendapatkan paparan mengenai Dashboard Green Policing Polda Riau yang mengintegrasikan data perlindungan lingkungan dalam satu sistem pemantauan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan, dashboard tersebut dikembangkan untuk membuat kerja&#45;kerja perlindungan lingkungan semakin terukur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem tidak hanya dapat digunakan untuk melihat kerawanan dan kejadian karhutla, tetapi juga merekam berbagai capaian Green Policing yang dilakukan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan data Dashboard Green Policing per 22 Agustus 2026,!sebanyak 226.301 pohon telah tercatat dalam sistem. Jumlah tersebut memiliki estimasi kemampuan penyerapan karbon mencapai 4.978,6 ton CO₂ per tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dashboard juga telah merekam 7.349 titik terdata yang tersebar di berbagai wilayah. Selain data lingkungan, sistem tersebut turut mengintegrasikan 110 Jembatan Presisi sebagai bagian dari pemetaan program yang dilaksanakan Polda Riau dan jajaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semua kita dorong berbasis data. Berapa pohon yang ditanam, di mana lokasinya, bagaimana sebarannya, sampai berapa besar estimasi karbon yang dapat diserap. Begitu juga dengan karhutla. Kita ingin memiliki sistem yang membantu kita membaca persoalan lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat,” kata Herry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Kapolda, pemanfaatan teknologi tersebut merupakan bagian dari pengembangan Green Policing sebagai paradigma kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum setelah kerusakan lingkungan terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan itu menempatkan pencegahan, edukasi, kolaborasi, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan dalam satu rangkaian yang saling terhubung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa perkara yang ditangani atau berapa pelaku yang ditangkap. Kita juga harus mampu mengukur apa yang sudah dikembalikan kepada alam. Berapa pohon yang tumbuh, berapa karbon yang dapat diserap dan bagaimana kawasan yang rusak bisa dipulihkan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolda menambahkan, kompleksitas persoalan lingkungan di Riau membuat penyelesaiannya tidak mungkin dilakukan oleh satu institusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah, TNI&#45;Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat harus berada dalam satu ekosistem kerja yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karhutla bukan hanya persoalan ketika api muncul. Yang harus kita bangun adalah bagaimana api itu tidak muncul kembali. Di situlah pentingnya data, ilmu pengetahuan, penegakan hukum dan kolaborasi,” kata Herry. []&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/54887362314-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_171556_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 17:17:49 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118422/menteri-lh-dan-guru-besar-ipb-cek-karhutla-kampar-kapolda-riau-paparkan-dashboard-green-policing</guid></item><item><title>Pesan Tegas Kapolsek di Maulid Nabi: Jangan Biarkan Api dan Narkoba Hancurkan Generasi</title><link>https://www.bualbual.com/pesan-tegas-kapolsek-di-maulid-nabi-jangan-biarkan-api-dan-narkoba-hancurkan-generasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Suasana religius menyelimuti Masjid Jami At Tawakal, Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (22/8/2026). Ratusan lantunan ayat suci dan pesan keteladanan Rasulullah SAW mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, momentum Maulid Nabi kali ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Camat Tembilahan Hulu Denny Satriyanto, S.Sos., Kapolsek Tembilahan Hulu IPTU Andrianto, S.H., M.H., Kepala Desa Sialang Panjang M. Jubir, Ketua LPM Desa Sialang Panjang, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan Maulid semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan Prof. Dr. H. Najamuddin, Lc., M.A. Pesan&#45;pesan keagamaan mengajak masyarakat menjadikan perjalanan hidup dan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al&#45;Qur&apos;an, dilanjutkan sambutan, ceramah Maulid Nabi, doa dan penutup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah suasana penuh kekeluargaan tersebut, Kapolsek Tembilahan Hulu IPTU Andrianto juga membawa pesan penting mengenai tanggung jawab bersama menjaga lingkungan dan keamanan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, api yang awalnya dianggap kecil dapat meluas dan sulit dikendalikan, terlebih ketika kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karhutla, lanjutnya, bukan hanya persoalan lahan yang terbakar. Dampaknya dapat menjalar menjadi kabut asap, mengganggu kesehatan, merusak lingkungan hingga memengaruhi aktivitas dan perekonomian masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, masyarakat, perangkat desa serta seluruh elemen diminta bersama&#45;sama melakukan pencegahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek juga mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat berkonsekuensi hukum sesuai ketentuan peraturan perundang&#45;undangan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain persoalan karhutla, IPTU Andrianto mengajak masyarakat menjauhkan keluarga dan generasi muda dari penyalahgunaan serta peredaran narkotika. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak&#45;anak agar tidak mudah terjerumus dalam lingkungan yang salah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mari bersama&#45;sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman dan kondusif di Kecamatan Tembilahan Hulu,” demikian pesan Kapolsek dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan Maulid Nabi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan seremonial. Nilai kepedulian, persaudaraan, menjaga sesama serta menciptakan kedamaian di tengah masyarakat menjadi bagian penting yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui momentum tersebut, sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Tembilahan Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M berlangsung aman, tertib dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/92248082165-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_170224_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 17:05:18 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118421/pesan-tegas-kapolsek-di-maulid-nabi-jangan-biarkan-api-dan-narkoba-hancurkan-generasi</guid></item><item><title>Asap Masuk ke Kampar, Polda Riau Ungkap Sumbernya dari Jambi</title><link>https://www.bualbual.com/asap-masuk-ke-kampar-polda-riau-ungkap-sumbernya-dari-jambi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Asap yang terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dipastikan merupakan asap kiriman dari wilayah Provinsi Jambi yang terbawa oleh pergerakan angin menuju Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan analisis Dasbor Green Policing Polda Riau (DGPP), arah angin dominan pada lapisan rendah hingga sekitar 800 meter bergerak dari Tenggara menuju Barat Laut dengan kecepatan rata&#45;rata mencapai 41,3 kilometer per jam. Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan massa asap dari wilayah Jambi bergerak menuju wilayah Riau, termasuk Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Analisis DGPP juga mencatat terdapat 98 hotspot di wilayah Provinsi Jambi yang terpantau dalam data pemantauan. Keberadaan hotspot tersebut, ditambah dengan pola pergerakan angin dari arah Jambi menuju Riau, memperkuat indikasi bahwa asap yang saat ini terpantau di Kabupaten Kampar merupakan asap kiriman dari wilayah Jambi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pergerakan massa asap tersebut dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah yang dilaluinya. Masyarakat di Kabupaten Kampar diimbau tetap waspada, terutama apabila konsentrasi asap mengalami peningkatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau melalui pemantauan DGPP terus melakukan monitoring terhadap perkembangan hotspot, arah dan kecepatan angin, serta pergerakan massa asap. Pemantauan juga dilakukan dengan mengkorelasikan data satelit dan kondisi meteorologis guna memastikan perkembangan situasi secara akurat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. Apabila kondisi udara semakin berkabut atau konsentrasi asap meningkat, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan melihat arah pergerakan angin, keberadaan hotspot di Jambi, serta pola pergerakan massa udara, asap yang terpantau di Kabupaten Kampar saat ini merupakan asap kiriman dari wilayah Provinsi Jambi yang terbawa angin menuju Provinsi Riau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/65431916709-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_165514_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 16:55:34 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118420/asap-masuk-ke-kampar-polda-riau-ungkap-sumbernya-dari-jambi</guid></item><item><title>Keterbatasan Anggaran, Warga Batang Tumu Patungan Bangun Jalan Antar Dusun</title><link>https://www.bualbual.com/keterbatasan-anggaran-warga-batang-tumu-patungan-bangun-jalan-antar-dusun</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUALBUAL.com &#45; &lt;/strong&gt;Semangat gotong royong yang tinggi ditunjukkan oleh warga Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, bangun badan jalan penghubung antar dusun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber pembangunan semenisasi jalan tersebut bersumber dari swadaya atau iuran warga, lantaran akses jalan penghubung antar dusun itu sangat mendesak untuk mobilitas harian para petani Desa Batang Tumu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Semenisasi ini hasil dari iuran warga untuk membangun jalan penghubung yang selalu dilewati warga desa tetangga dan anak sekolahan,&quot; kata Ngah Zul, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inisiatif murni dari warga ini lahir akibat keterbatasan anggaran desa yang belum mampu mengcover seluruh perbaikan jalan dalam waktu dekat. Padahal, jalur penghubung tersebut memiliki peran krusial sebagai urat nadi perekonomian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan Ngah Zul, pembangunan jalan tersebut baru siap disemen sepanjang 25 meter, sementara badan jalan tersebut direncanakan akan disemen sepanjang 110 meter. Maka dari itu Ngah Zul berharap uluran para dermawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita berharap semoga ada para dermawan mau membantu kami agar akses jalan penghubung antara dusun ke dusun menuju jalan ibu kota desa bisa rampung,&quot; harapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut Ngah Zul mengatakan, badan jalan yang dibangun tersebut sangat vital, kalau musim hujan kondisinya sangat memprihatinkan, licin, dan sulit dilalui. Sementara badan jalan tersebut &amp;nbsp;akses utama warga dalam mengangkut hasil bumi dan keperluan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi nyata yang dilakukan oleh warga Desa Batang Tumu ini harus diapresiasi dari berbagai pihak. Selain meringankan beban pemerintah daerah, langkah ini membuktikan bahwa budaya gotong royong di tengah masyarakat pedesaan masih terjaga dengan sangat baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kendati demikian, warga berharap Pemkab Inhil melalui instansi terkait dapat melirik kondisi infrastruktur di Desa Batang Tumu. Warga mendambakan adanya uluran tangan berupa bantuan lanjutan atau peningkatan status jalan agar dapat disemenisasi secara permanen demi kenyamanan jangka panjang.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/7494315092-black_white_modern_media_news_instagram_post_20260822_164712_0000.png"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 16:48:27 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118419/keterbatasan-anggaran-warga-batang-tumu-patungan-bangun-jalan-antar-dusun</guid></item><item><title>Camat Mandau Riki Rihardi Lakukan Pembukaan Turnamen Domino dan KOA Tingkat Kelurahan Gajah Sakti</title><link>https://www.bualbual.com/camat-mandau-riki-rihardi-lakukan-pembukaan-turnamen-domino-dan-koa-tingkat-kelurahan-gajah-sakti</link><description>&lt;p&gt;MANDAU, BUALBUAL.COM &#45;&#45; pada malam ini Selasa (18/08/2026) Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., menghadiri serta membuka secara resmi kemeriahan Turnamen Domino dan KOA tingkat Kelurahan Gajah Sakti dalam rangka memeriahkan HUT RI ke&#45;81 tahun 2026, yang dilaksanakan di Halaman rumah masyarakat Kelurahan Gajah Sakti.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut serta berpartisipasi, sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses, semoga tahun depan turnamen domino dan koa dapat berjalan lebih meriah lagi.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1064;&quot; src=&quot;https://www.bualbual.com/gambar/images/IMG&#45;20260819&#45;WA0170.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1064&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;“Bapak&#45;bapak, dapat kami sampaikan selain untuk mengasah keahlian dalam bermain domino, kegiatan turnamen ini merupakan bentuk silaturahmi antar sesama atlet domino dan koa se&#45;Kelurahan Gajah Sakti, kami berharap tetap jaga sportivitas serta keamaan saat pertandingan dilaksanakan, semoga dengan ajang ini dapat menjaring atlet domino dan koa untuk berkompetisi di ajang yang lebih tinggi&quot;, ujar Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1064;&quot; src=&quot;https://www.bualbual.com/gambar/images/IMG&#45;20260819&#45;WA0169.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1064&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Dapat diketahui bahwa pertandingan Domino saat ini tidak hanya menjadi olahraga biasa di tengah&#45;tengah masyarakat, tetapi telah dipertandingkan secara nasional, dibawah naungan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI), serta olahraga domino ini semakin digandrungi sebagai salah satu olahraga prestasi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/53597803543-img-20260819-wa0159.jpg"/><pubDate>Tue, 18 Aug 2026 16:00:11 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118418/camat-mandau-riki-rihardi-lakukan-pembukaan-turnamen-domino-dan-koa-tingkat-kelurahan-gajah-sakti</guid></item><item><title>Didampingi Camat Mandau, Septian Nugraha Buka Tournament Volly Ball Duri Timur</title><link>https://www.bualbual.com/didampingi-camat-mandau-septian-nugraha-buka-tournament-volly-ball-duri-timur</link><description>&lt;p&gt;DURI , BUALBUAL.COM &#45; Sabtu (22/8/6), Kelurahan Duri Timur menggelar Tournament Volly Ball dengan format mencari yang terbaik disetiap Rukun Warga (RW).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlangsung dihalaman Jalan Damai, Gang Budi, RT 05, RW 06, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Septian Nugraha yang digadang gadang akan maju sebagai Calon Bupati Bengkalis selanjutnya berkesempatan membuka langsung turnamen tersebut.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1080/785;&quot; src=&quot;https://www.bualbual.com/gambar/images/IMG&#45;20260822&#45;WA0095.jpg&quot; width=&quot;1080&quot; height=&quot;785&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Didampingi Camat Mandau melalui wakilnya, Rio Sentosa dan Lurah Duri Timur, Ns Meri Haryani, Septian menekankan sportifitas dan fair play saat bertanding.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pererat jalin silaturrahmi, dan tidak hanya semata mencari juara dalam pertandingan. Hendaknya turnamen ini dapat membantu generasi muda dari hal negatif salah satunya narkoba,&quot;harapnya berpesan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senada, Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa berpesan agar tournament Sempena HUT Kemerdekaan Republik Indonesia itu dijadikan ajang perkenalan bagi warga satu ke warga lainnya, dalam arti kata saling mengenal dalam satu Kelurahan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1080/706;&quot; src=&quot;https://www.bualbual.com/gambar/images/IMG&#45;20260822&#45;WA0094.jpg&quot; width=&quot;1080&quot; height=&quot;706&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Lurah Duri Timur, Ns Meri Haryani yang hampir 4 tahun memimpin Kelurahan yang terletak paling di Kecamatan penghasil minyak bumi itu menegaskan jika tournament tersebut bukan kelanjutan dari kegiatan tahunan, namun sempena peringatan HUT Kemerdekaan RI ke &#45; 81.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selain menjadi ajang mencari bibit pemain Volly yang handal, namun juga menjadi ajang pererat tali silaturahmi yang mulai kendor. Setidaknya dari masyarakat yang saling tidak kenal, menjadi kenal,&quot;pintanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai membuka secara resmi kegiatan dengan ditandai servis pertama, Septian juga membawa oleh oleh berupa dua buah Bola guna memperlancar turnamen itu.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.bualbual.com/assets/berita/original/79345332137-img-20260822-wa0093.jpg"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 15:51:34 +0700</pubDate><guid>https://www.bualbual.com/read/detail/118417/didampingi-camat-mandau-septian-nugraha-buka-tournament-volly-ball-duri-timur</guid></item></channel></rss>