Api Memang Padam, Tapi Asap Masih Mengepul! Karhutla 7 Hektare di Rohil Belum Benar-Benar Aman
BUALBUAL.com - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pulau Serdang, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), memasuki hari kedua, Sabtu (11/7/2026). Meski seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, kepulan asap masih terlihat di beberapa bagian lahan gambut akibat bara yang masih tersimpan di bawah permukaan.
Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 7 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 hektare berhasil dipadamkan melalui operasi darat yang berlangsung mulai pukul 08.15 WIB hingga 16.30 WIB.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan fokus tim saat ini adalah melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan bara api di dalam tanah benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.
"Pada hari kedua operasi pemadaman di Dusun Pulau Serdang, titik api sudah nihil. Namun asap masih terpantau di beberapa lokasi sehingga tim terus melakukan pemadaman, pendinginan, dan penyekatan agar bara di bawah permukaan benar-benar padam serta mencegah api muncul kembali," ujar Ferdian.
Ia menjelaskan, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama personel TNI, Polri, Satpol PP Kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat.
Menurut Ferdian, sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pemadaman.
"Kondisi lahan gambut membuat bara api dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, upaya pendinginan harus dilakukan secara maksimal agar tidak terjadi kebakaran susulan," katanya.
Selain karakteristik gambut, vegetasi berupa ilalang, semak belukar, dan kebun kelapa sawit di sekitar lokasi juga menjadi tantangan tersendiri karena masih menyediakan bahan bakar alami yang dapat memicu api kembali menyala.
Untuk mendukung operasi di lapangan, tim menggunakan drone Mavic 3 Pro sebagai pemantau udara, dua unit mini striker lengkap, satu unit mobil Hilux, serta dua kendaraan roda dua guna mempercepat mobilisasi personel.
Sumber air diperoleh dari dua parit di sekitar lokasi dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman kurang lebih satu meter. Selama proses pemadaman berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 11 kilometer per jam.
Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi kebakaran.
"Kami akan terus melakukan monitoring hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman. Prioritas kami adalah mencegah kebakaran meluas sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di area yang masih mengeluarkan asap," tutup Ferdian.

Berita Lainnya
Rapid Test di Riau Telah Diikuti 28.334 Orang
Ahli Epidemiologi Khawatirkan Gelombang Kedua Covid-19 di Riau
Diresmikan Bupati HM Wardan Inhil, Muammar AR Nakhodai Perkemi Inhil Periode 2019 - 2023
Angka Pasien Positif Covid-19 di Riau Kembali Bertambah 24 Kasus, Total 217 Kasus
Sekcam Kabun Lantik Pengurus IMKK Periode 2020-2022
Lantik Kepala Sekolah dan Pejabat Pengawas, Ini Pesan Bupati Inhil
Dinas PUPR Bengkalis Sabet Penghargaan dari Kementerian PUPR RI
Rahma Instruksikan, Mess Ex Pemda Segera Direnovasi untuk Pasien Non Covid-19
Kunker ke BNNP Riau, Bupati HM Wardan Usulkan Pembentukan BNNK Inhil
Gubernur Kepri: Pemuda Harus Mampu Jadi Agen Perubahan Masa Depan
Bupati Bengkalis Hadiri Muscab Partai PPP Bengkalis
DPRD Rohil Sahkan Ranperda LPJ APBD Tahun 2019