Klarifikasi Polemik Seragam
Dituding Mahal, Kepsek SMKN 1 Tanjungpinang Klarifikasi Harga Seragam Sekolah
BUALBUAL.com - Menanggapi keluhan masyarakat terkait tingginya biaya seragam sekolah, Kepala SMKN 1 Tanjungpinang, Sulasmi, akhirnya memberikan klarifikasi resmi kepada awak media. Ia menegaskan bahwa penetapan harga dan penyediaan seragam tersebut telah melewati prosedur yang transparan serta disepakati bersama.
Sulasmi menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak mengambil keputusan secara sepihak. Sebelum menentukan jenis dan harga seragam, pihak manajemen SMKN 1 Tanjungpinang telah menggelar rapat berkoordinasi langsung dengan para orang tua/wali murid beserta Komite Sekolah.
"Sebelum kami mengambil keputusan dan memastikan terkait seragam sekolah di SMKN 1, kami sudah rapatkan dulu bersama wali murid dan komite," ujar Sulasmi.
Tidak Ada Paksaan dan Bebas Beli di Luar
Pihak sekolah menegaskan tidak ada unsur pemaksaan dalam pengadaan seragam ini. Bagi siswa yang sudah memiliki seragam—misalnya dari alumni atau kakak tingkat—tidak diwajibkan untuk membeli baru.
Bahkan, sekolah memberikan fleksibilitas penuh kepada para orang tua murid jika ingin mengadakan seragam secara mandiri.
"Kalau masalah ini, kami serahkan kepada wali muridnya saja. Mau beli sendiri di luar juga boleh. Dan bagi siswa yang sudah punya seragam (lama), tidak perlu lagi untuk membeli," tegasnya.
Mengenai tuduhan harga yang mahal, Sulasmi menerangkan bahwa hal tersebut sebanding dengan kualitas bahan yang dipilih. Sekolah sengaja memilih material terbaik agar tahan lama dan tetap layak pakai hingga siswa menyelesaikan pendidikan di kelas 12. Selain itu, beberapa kelengkapan seragam juga sudah menggunakan atribut bordir.
"Kalau soal bahannya, kami pilih yang paling bagus dan tahan sampai kelas 12. Dari kami bahannya bagus-bagus dan pakai bordir lagi," ungkapnya.
Untuk meringankan beban ekonomi para orang tua, pihak sekolah juga memberikan skema pembayaran yang fleksibel. Biaya seragam tidak wajib dilunasi sekaligus secara tunai, melainkan bisa dicicil sesuai kemampuan wali murid.
"Kita tidak menuntut langsung bayar kontan, bisa dicicil sampai wali murid intinya selesai. Ini semua dilakukan agar anak-anak kita enak dan nyaman saat memakai seragamnya," tutup Sulasmi.
Yata

Berita Lainnya
Mendikbud Nadiem Minta Maaf Ke PGRI-NU-Muhammadiyah, Sampoerna Dan Tanoto Foundation Tak Pakai Dana APBN
21 Siswa MTsN 2 Inhil Lulus ke MAN Insan Cendekia Melalui Jalur SNPDB
'MAPIA' Kapal Besi Belanda yang Tenggelam di Sungai Cenaku
Kesempatan Emas! Beasiswa SDM Sawit 2026 Resmi Dibuka, Kuliah Gratis untuk Anak Petani Sawit, Begini Caranya
Keren! Mahasiswa Asal Inhil Ini Bikin Inovasi Penahan Abrasi, Langsung Tembus Final Nasional di UGM
Ketua DPRD Inhu Rehabilitasi Ruang Guru TK Islam, Bersempena Hari Guru dan HUT Partai Nasdem
SMP IT Cendekia Insani Gelar Orientasi Orang Tua Peserta Didik Baru
Karang Taruna Embun Pagi Bersama UMKO Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru
UNRI Diminati 10.388 Pendaftar Lewat Jalur SMMPTN-Barat 2025
RSUD Arifin Achmad Catat 626 Spesimen Swab Diperiksa Dalam Sehari
Presiden Prabowo Naikkan Gaji Guru, Ketua Forum Dewan Pendidikan Indonesia Ucapkan Terima Kasih
Langkah Positif Gubernur Abdul Wahid: Menghapus Beban Finansial dalam Dunia Pendidikan Riau