Pengorbanan Guru di Wilayah 3T
Tangis Bupati Siak Pecah Lihat Tiga Guru Tinggal Serumah di Dusun Mungkal
BUALBUAL.com - Tangis Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, pecah saat meninjau pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal, wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Kabupaten Siak, Jumat (2/10/2026) malam.
Afni tak kuasa menahan haru setelah melihat langsung kondisi tiga guru yang selama ini tinggal bersama keluarga masing-masing dalam satu rumah kayu.
Matanya berkaca-kaca hingga air mata mengalir. Ia kemudian menundukkan kepala sambil mengucapkan, “Astaghfirullah...”
Rumah yang ditempati tiga keluarga tersebut menjadi gambaran kondisi tenaga pendidik yang mengabdi di pelosok Siak. Di tengah keterbatasan fasilitas dasar, para guru tetap menjalankan tugas mendidik anak-anak di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
“Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya,” kata Afni dengan suara bergetar.
Menurutnya, masih adanya guru yang tinggal bersama keluarga masing-masing dalam satu rumah menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah 3T.
Keterbatasan juga dirasakan anak-anak sekolah di Dusun Mungkal. Mereka belum memiliki bus sekolah dan harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah.
Dalam perjalanan, sebagian siswa bahkan harus berdesakan dan berdiri.
“Ini salah kita. Kita belum bisa belikan buku sekolah,” ujar Afni.
Tangisnya kembali pecah ketika melihat langsung kondisi tersebut. Afni mengaku selama ini berbagai persoalan masyarakat di pelosok lebih banyak diterimanya melalui laporan.
“Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini,” katanya.
Afni dilantik sebagai Bupati Siak pada 4 Juni 2025. Sejak memimpin, Pemerintah Kabupaten Siak menghadapi tekanan fiskal akibat keterbatasan anggaran, warisan utang serta pengurangan transfer ke daerah.
Namun, menurut Afni, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.
Rumah Guru Dibangun melalui Dukungan CSR
Pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal kini mulai dilakukan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Rumah tersebut diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi para guru yang telah bertahun-tahun mengabdi jauh dari pusat pemerintahan.
Bagi salah seorang guru yang telah mengabdi sekitar 10 tahun, pembangunan rumah tersebut menjadi kabar yang sangat berarti.
“Alhamdulillah, setelah 10 tahun mengabdi, baru sekarang mungkin saya punya rumah,” ujarnya sambil menahan tangis.
Selain rumah guru, Afni juga menyoroti kebutuhan bus sekolah, listrik hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menjangkau seluruh wilayah 3T.
Menurut Afni, Pemkab Siak telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sudah lama kami sampaikan, bermohon-mohon di setiap kesempatan. Tapi entah kapan dapat jawaban,” ujarnya.
Soroti DBH Migas
Afni juga menyoroti kesenjangan antara potensi kekayaan alam Siak dengan fasilitas dasar yang diterima masyarakat di pelosok.
Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Ia mempertanyakan rencana pemangkasan DBH Migas Siak yang disebutnya akan kembali terjadi pada tahun depan.
“Bagaimana mungkin sebegitu teganya ada DBH Migas kami dipotong sampai 70 persen tahun depan?” kata Afni.
Bagi Afni, DBH Migas bukan sekadar angka dalam APBD. Anggaran tersebut berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan rumah guru, buku sekolah, transportasi anak-anak, listrik dan infrastruktur di wilayah pelosok.
Karena itu, mantan wartawan tersebut menegaskan bahwa perjuangan mempertahankan DBH merupakan bagian dari upaya memperbesar kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Afni mengaku masih banyak persoalan yang belum mampu diselesaikan pemerintah daerah.
“Banyak rasanya salah kami pada rakyat,” ucapnya.
Afni kemudian memohon kepada Allah SWT agar ikhtiar pemerintah daerah untuk masyarakat mendapat ridha.
“Semoga Allah SWT memaafkan dan meridhai apa-apa yang kami perjuangkan,” katanya.
Kini, pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal menjadi harapan baru bagi tiga guru yang selama bertahun-tahun berbagi satu rumah kayu bersama keluarga masing-masing.
Bagi mereka, rumah tersebut bukan sekadar bangunan baru. Setelah sekitar satu dekade mengabdi di pelosok Siak, mereka akhirnya memiliki harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga sekaligus menjadi tempat pulang setelah menjalankan tugas mendidik anak-anak negeri.

Berita Lainnya
Bupati Bengkalis Kasmarni Beri Ucapan Selamat HUT PWI ke 77
Penyerahan CSR PT. BPD pada Kabupaten Lampung Utara
Rapat Bersama DPRD, Pemprov Kepri Beri Penjelasan Anggaran Covid-19
Gubri Abdul Wahid Raih Baznas Awards 2025, Diganjar Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat
Milad ke-10, IWO dan Disdukpencapil Inhil Bersinergi Taja Training Pembuatan Adminduk
Bupati Bengkalis Buka Resmi Turnamen Boscha Super League 2022 Di Pinggir
Disnakertrans Riau: Ledakan di PT RPS, 4 Pekerja Luka-Luka
Wabup Tubaba Hadiri Musrenbang Kecamatan TBT Tentang Peningkatan SDM dalam Pemulihan Ekonomi Daerah
Bupati Tubaba Umar Ahmad Berikan Santunan 9 Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19
Bupati Kasmarni Pimpin Apel HUT Pramuka ke-64, Pramuka Merupakan Pilar Ketahanan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Masyarakat Bintan, Ayo Sukseskan Popda Kepri ke VIII
Tak Mau Bermasalah, Bengkalis Gandeng Pengawas Salurkan Bantuan Covid19