Perjuangkan DBH Bersama!
Wan Abubakar: Jangan Cuma Bupati Afni, Seluruh Kepala Daerah Riau Harus Perjuangkan DBH
BUALBUAL.com - Mantan Gubernur Riau, Wan Abubakar, angkat bicara terkait keluhan Bupati Siak dan sejumlah kepala daerah di Riau mengenai pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Wan Abubakar mengaku prihatin dengan kebijakan tersebut karena dinilai dapat menghambat pelaksanaan pembangunan di daerah. Menurutnya, kondisi itu tidak sejalan dengan semangat reformasi yang mendorong penguatan pembangunan dan perekonomian daerah.
"Sebagai mantan gubernur dan tokoh masyarakat Riau, saya merasa prihatin. Ini menghambat pelaksanaan pembangunan di daerah, tidak sesuai dengan tuntutan reformasi pembangunan ekonomi daerah," ujar Wan Abubakar.
Ia meminta pemerintah pusat lebih memperhatikan pembangunan daerah, khususnya daerah penghasil, dengan menyalurkan DBH sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Seharusnya pusat lebih fokus membangun daerah ini sesuai undang-undang dan aturan tentang DBH. Tapi sekarang DBH dikurangi. Kebijakan itu sangat mengecewakan daerah," katanya.
Wan Abubakar menyebut keluhan para kepala daerah menunjukkan adanya persoalan terkait keadilan dan transparansi dalam kebijakan DBH. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat mengevaluasi dan mencabut kebijakan pengurangan tersebut.
"Kita minta pusat mencabut kebijakan itu dan memberikan DBH sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Ia juga meminta perjuangan terkait DBH tidak hanya dilakukan oleh Bupati Siak. Menurutnya, seluruh kepala daerah di Riau, terutama daerah penghasil, perlu menyuarakan persoalan tersebut secara bersama-sama.
Wan Abubakar mendorong perjuangan itu dilakukan di bawah koordinasi Gubernur Riau dengan melibatkan seluruh kepala daerah serta DPRD, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Jangan hanya Bupati Siak yang menyuarakan. Apalagi bagi daerah penghasil, hendaknya perjuangan ini dilakukan bersama-sama, di bawah koordinasi gubernur. Seluruh kepala daerah hingga elemen DPRD provinsi dan kabupaten/kota sama-sama memperjuangkan ini ke pusat," ujarnya.
Ia mengingatkan agar persoalan pengurangan DBH tidak dibiarkan berlarut karena dapat menimbulkan kekecewaan di daerah dan berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah pusat.
"Jangan sampai masyarakat antipati dan apatis kepada pusat. Pemotongan DBH ini merugikan daerah," pungkasnya.

Berita Lainnya
Resah Jalan Rusak, Warga Boncah Mahang Sempat Stop Dam Truk Perusahaan, PT PHR Janji Lakukan Perawatan Jalan
Dinsos Lampura Kunjungi Kediaman Warga Pengidap Penyakit Lepra di Desa Ogan Jaya
Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Sambut Kedatangan HM Rusli Zainal di Kecamatan Mandah
Sekda Inhu Hadiri Pelantikan Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kab. Inhu Periode 2023-2027
Robet Lumban Tobing Terima SK PAC GAMKI Rengat Barat
Kisah Pilu Maiyah Bertahan di Tengah Pandemi, Bantuan Tak Dapat, Buat Makan Harus Utang
Peringati HUT Ke -44 X-20 KB FKPPI Kabupaten Purwakarta Gelar Syukuran
Sempat Terhenti, GPS Kateman Kembali Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu
Ketua DPK KNPI Bantan Beri Bantuan Sembako Di 2 Pondok Pesantren
IPPMKG Desak Percepatan Transformasi Hutan Desa Simpang Gaung Jadi HKm, Temui Menteri Raja Juli Antoni
Warga Tionghoa Bengkalis Peduli Bagikan 5300 Paket Sembako
Tanpa Bantuan Pemerintah, Desa Teluk Bunian Sukses Jalankan Program Bedah Rumah ''Bunian Peduli''