Tangis Pecah di Balai Adat!
Resmi Berpisah dengan Riau, Komjen Herry Heryawan Titip Warisan Besar yang Tak Boleh Hilang
BUALBUAL.com - Lembaga Adat Melayu Riau menggelar Majelis Melepas Kepindahan dan Syukuran atas purna tugas mantan Kepala Kepolisian Daerah Riau, Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan, di Balai Adat LAM Riau, Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026). Acara pelepasan tersebut digelar seiring amanah baru yang diemban Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian Herry Heryawan selama memimpin jajaran kepolisian di Bumi Lancang Kuning. Pemerintah daerah menilai koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan serta stabilitas keamanan berjalan sangat efektif.

"Hari ini kita berkumpul di Lembaga Adat Melayu Riau, untuk melepas kepindahan sekaligus mensyukuri amanah baru yang dipercayakan kepada Bapak Herry Heryawan. Semoga bapak senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri," kata Syahrial Abdi, Sabtu (10/10/2026).
Syahrial Abdi menegaskan bahwa Pemprov Riau berkomitmen mempertahankan konsep Green Policing atau pemolisian berwawasan lingkungan yang dirintis Herry Heryawan. Gagasan tersebut telah dijadikan salah satu landasan prinsip kerja bersama dalam perlindungan ekosistem hutan dan gambut di Riau.
"Saya ingin menyampaikan bahwa semangat Green Policing yang bapak bangun tidak akan berhenti seiring dengan kepindahan bapak. Pemerintah Provinsi Riau menjadikannya sebagai bagian dari prinsip kerja bersama dan arah kebijakan perlindungan lingkungan hidup di daerah ini," ujar Syahrial Abdi.

Sikap dan penghormatan serupa disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil. Pihaknya menilai kepemimpinan Herry Heryawan menonjolkan pendekatan kehumanisan, kebudayaan, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat lokal.
"Bagi saya dan kawan-kawan di lembaga adat, beliau bukan sekadar aparat penegak hukum. Ada sisi kehumanis dan pendekatan budaya yang sangat mendalam," kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengapresiasi kebiasaan penggunaan tanjak khas Melayu di lingkungan jajaran Polda Riau pada hari-hari tertentu selama masa kepemimpinan Herry Heryawan. Langkah kultural tersebut dinilai berhasil menyinergikan identitas adat tempatan dengan institusi penegak hukum negara.

"Ketika simbol budaya mendapat tempat di lingkungan kepolisian, hal itu menunjukkan bahwa adat dan institusi negara dapat berjalan beriringan. Sebuah warisan yang diharapkan tetap hidup meskipun orang-orang yang pernah menggerakkannya berpindah tuga," tutur Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
LAM Riau juga mengonfirmasi sempat menawarkan penganugerahan gelar adat Melayu kepada jenderal bintang tiga tersebut. Namun, tawaran kehormatan itu secara santun ditolak oleh Herry Heryawan dengan alasan merasa belum siap menerima amanah adat yang besar tersebut.
"Meski demikian, LAM Riau tetap menghormati sikap tersebut dan memandang hubungan mereka sebagai sebuah kehormatan tersendiri," kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Sementara itu, Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pemangku adat, alim ulama, dan masyarakat Riau. Ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama dalam pembangunan dan pemeliharaan lingkungan hidup.
"Saya datang ke Riau sebagai Kapolda, tetapi saya meninggalkan Riau dengan membawa persaudaraan. Saya mungkin meninggalkan Riau dalam tugas, tetapi Riau tidak akan pernah saya tinggalkan dalam hati," kata Herry Heryawan.
Herry Heryawan menjelaskan bahwa program Green Policing dirancang untuk melindungi ruang hidup manusia, tumbuhan, serta kelestarian satwa liar terancam dari kerusakan habitat. Konsep penanganan keamanan lingkungan tersebut juga telah mendapat dukungan dari Kapolri untuk diterapkan secara nasional.

"Saya ingin menitip pesan dan mendorong pendekatan green policing atau pemolisian berwawasan lingkungan. Gagasan ini mendapat dukungan Kapolri dan diarahkan menjadi bagian dari kegiatan kepolisian di seluruh Indonesia, antara lain melalui penanaman pohon, kegiatan kebersihan, serta keterlibatan langsung personel dalam kehidupan masyarakat," ujar Herry Heryawan.
Herry Heryawan berpesan agar sinergi antara kepolisian, lembaga adat, dan masyarakat Riau terus dijaga demi kelestarian alam serta kesejahteraan daerah. Penutup rangkaian majelis syukuran diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran tugas baru di Mabes Polri.
"Jabatan boleh berganti, tempat boleh berubah, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti. Rawat adatnya, jaga masyarakatnya, lindungi alamnya," kata Herry Heryawan.

Berita Lainnya
BLT Kabupaten Yang Dijanjikan Bupati Rohil Bikin Masyarakat Harap-harap Cemas
Kadiskes Riau: Kasus PDP ada Di Setiap Kabupaten/Kota
Resmi Dikukuhkan, DKC Kuantan Tengah Siap Hidupkan Kembali Marwah Budaya Melayu
Senin 10 November, Pemkab Bengkalis Akan Gelar Upacara Hari Pahlawan ke-80
Ada 1.001 Dokter Spesialis Tersebar di 12 Kabupaten Kota se Riau
BBPOM Pekanbaru Temukan Boraks dalam Kerupuk Tempe di Pasar Takjil
162 Warga Pekanbaru Digigit Hewan Peliharaan, Enam Hewan Positif Rabies
Gubernur Ansar Serahkan SK UPZ di Lingkungan Pemprov Kepri
Apresiasi Kenduri Budaya Riau 2023 Oleh PMRJ, Gubri Syamsuar: Ajang Promosi Riau di Jakarta
Guna Menarik Investor, Bupati HM Wardan Perkenalkan Potensi Inhil Hingga ke Internasional
Gubri Sosialisasikan Program New Normal dan Masyarakat Produktif Serta Aman Covid-19
Kasat Satpol PP Sambangi KCB BRI Kotabumi Guna Patuhi Prokes Razia Yustisi