80 Ton Garam Sudah Disemai!
20 Ribu Hektare Hangus! Ternyata 80 Ton Garam Diguyur ke Langit Riau
BUALBUAL.com - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar di Provinsi Riau resmi berakhir pada 25 September 2026. Selama hampir dua bulan pelaksanaan, sebanyak 80 ton garam telah disemai ke atmosfer untuk memicu hujan buatan sebagai upaya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD dan Damkar Riau melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, menjelaskan OMC berlangsung sejak 30 Juli hingga 25 September 2026. Program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian Kehutanan, BMKG, dan BRIN.
"Selama periode pelaksanaan OMC di Riau, total garam yang telah disemai mencapai 80 ton," ujar Jim, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, hujan yang turun di sejumlah wilayah selama pelaksanaan OMC memberikan dampak positif terhadap upaya pemadaman kebakaran yang sebelumnya meluas di beberapa daerah.
"Setelah pelaksanaan OMC, hujan turun di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami kondisi kering. Hal ini cukup membantu proses pemadaman karhutla," katanya.
Saat ini, berdasarkan pemantauan BPBD Damkar Riau, tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan yang aktif. Curah hujan juga dilaporkan telah terjadi hampir merata di berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Meski demikian, kabut asap masih terlihat di beberapa daerah. Karena itu, BPBD tetap menyiagakan personel dan melakukan patroli di kawasan rawan kebakaran guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Jim juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Kondisinya memang sudah nihil, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan agar karhutla tidak kembali terjadi," tegasnya.
Berdasarkan data BPBD Damkar Riau, total luas lahan yang terbakar sepanjang musim karhutla tahun ini mencapai 20.597,23 hektare.
Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luas kebakaran terbesar, yakni 8.569,25 hektare, disusul Pelalawan seluas 6.710,21 hektare.
Sementara itu, Indragiri Hulu mencatat luas lahan terbakar 1.631,95 hektare, Indragiri Hilir 1.381,54 hektare, dan Kota Dumai 651,09 hektare.
Adapun daerah lainnya meliputi:
- Rokan Hilir: 445,47 hektare
- Siak: 429,72 hektare
- Kepulauan Meranti: 307,91 hektare
- Kampar: 171,67 hektare
- Kuantan Singingi: 129,32 hektare
- Pekanbaru: 106,73 hektare
- Rokan Hulu: 62,37 hektare
Meski kondisi karhutla telah berangsur terkendali, BPBD Damkar Riau menegaskan langkah pencegahan tetap menjadi prioritas agar kebakaran tidak kembali meluas. Masyarakat diimbau terus menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.

Berita Lainnya
Camat Mandau Saksikan Pemusnahan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Lancang Kuning Tahun 2022 Polres Bengkalis
INPAS, Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju 'Kabupaten Informatif'
Bappenas Dorong Transformasi Ekonomi, Jembatan Babin Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Kepri
Pemda Inhil Terapkan Peraturan Larangan Mudik Lebaran
Konflik Manusia dan Harimau di Riau, Ancaman Nyata dari Deforestasi
Riau Rhythm in Orchestra 2020 Bentuk Perlawanan Hadapi Gelombang Kepungan Covid-19
DJPb Riau Catat Pendapatan Hingga Rp34,38 Triliun, Sumber Penerimaan Tertinggi dari Pajak
Bupati Karimun Terima Ambulan Laut BAZNAS dari PT. Timah
Unggul dari DKI Jakarta, Kepri Terbaik di Ajang KPI Award 2021
Pemkab Inhu Gelar Pembahasan MUSKAB III KORPRI dalam Peningkatan Organisasi
Gubernur Ansar Jamin Pembangunan Jalan Tidak Rusak Estetika Vihara Dharma Sasana
Jubir Covid-19 Pemprov Riau Dukung Polda Sosialisasi Wajib Pakai Masker