Kolaborasi Tangani Karhutla!
BPBD Riau Bawa Pengalaman Sukses Penanganan Karhutla ke Forum Nasional PRB 2026
BUALBUAL.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadaam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal turut menyumbangkan pemikiran upaya pengurangan risiko bencana secara nasional. Hal itu disampaikannya melalui
Forum Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD se-Indonesia pada rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 di Provinsi Banten.
Salah satunya, terkait upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai kabupaten dan kota di Riau. Upaya penanggulangan karhutla di Riau dipandang jauh lebih baik dan efektif, berkat kolaborasi semua unsur yang terlibat. Mulai dari tim satuan tugas darat mau pun udara, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni serta berbagai lapisan masyarakat lainya.
"Keikutsertaan BPBD Riau dalam agenda nasional tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap upaya penguatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Indonesia. Riau sendiri memiliki pengalaman dalam penanggulangan karhutla melalui semua unsur yang terlibat saling bersinergi dan bertanggung jawab," kata Edy, Rabu (14/10/26).
Selain itu, nenurut Edy melalui forum yang berlangsung pada 13-15 Oktober 2026 ini menjadi wadah strategis bagi Pemprov Riau khususnya BPBD bersama provinsi lainya berkonsolidasi, bertukar pengalaman, serta membahas langkah-langkah penanggulangan bencana yang lebih efektif.
"Melalui forum ini, kita dapat memperkuat koordinasi dengan BPBD se-Indonesia, berbagai pengalaman, sekaligus memberikan masukan berdasarkan kondisi dan pengalaman penanggulangan bencana di daerah," ungkap Edy.
Selain itu, keterlibatan BPBD Riau juga penting untuk menyelaraskan strategi pengurangan risiko bencana di daerah dengan kebijakan nasional. Dengan demikian, langkah pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara lebih terarah melalui kolaborasi lintas daerah.
Pertemuan Forum Kalaksa BPBD se Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari. Selain forum koordinasi, kegiatan Bulan PRB 2026 juga diisi dengan aktivasi sirene tsunami, simulasi evakuasi mandiri di tingkat desa, serta diskusi mengenai implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD).
"Bagi kami BPBD Riau diharapkan semakin bisa memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat melalui langkah pencegahan, mitigasi, serta peningkatan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Berita Lainnya
Kadis Kominfo Kepri Buka Sosialisasi Peraturan Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio
Kelulusan PPPK Tahap II Riau 2025 Diumumkan, Cek Nama Lulus di Website BKD Sekarang!
Lima Pejabat Pemprov Kepri Diangkat Menjadi Kepala Daerah
Maraknya Kriminal di Kalangan Remaja, Warga Purwakarta Deklarasikan Stop Crime
Bagong, Sapi Peternak Lokal di Pekanbaru Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sempat Amblas Akibat Tergerus Air Sungai, Jalan Lintas Rengat - Tembilahan akan Dibangun Konstruksi Kaki Seribu
Bupati Lampura Ikuti Rakornas Pengawasan Intern 2023 Secara Virtual berama Presiden RI
Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Bantan, Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Keimanan
15 Organisasi Wartawan di Lampung Utara Rayakan Hari Pers Nasional ke-76
Tutup Lubang Semburan Gas di Ponpes Al Ihsan, ESDM Riau Bekerjasama dengan PT EMP Bentu
Antisipasi Balap Liar, Saban Hari Polsek Mandau Gelar Patroli Subuh
Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Untuk Produktif Di Tengah Pandemi Covid-19